Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal – Sebagai seorang muslim kita memahami dan harus mengimani bahwa setelah meninggal dunia ada kehidupan di alam barzah. Apabila ada saudara atau keluarga yang sudah meninggal, kita hendaknya tetap mengirimkan doa karena ini memiliki manfaat yang luar biasa. Ketika seseorang mendoakan orang yang sudah meninggal maka pahalanya akan mengalir kepada orang tersebut.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr Ayat 10, yang artinya:
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang’.”1
Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal
Allah memerintahkan kepada umat-Nya untuk selalu mendoakan sesama muslim baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Meskipun sudah meninggal dunia, doa memiliki kekuatan yang luar biasa. Sobat Cahaya Islam perlu mengetahui apa saja keutamaan dari mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal berikut ini:
1. Amal Jariyah yang Terus Mengalir
Doa yang dikirimkan oleh orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal bisa menjadi amal jariyah. Apabila orang sudah meninggal memang sudah terputus amalannya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak sholeh. Apabila sobat Cahaya Islam ingin tetap mengalirkan pahala kepada orang tua yang sudah meninggal, maka berusahalah untuk menjadi anak yang sholeh.
Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh.” 2
2. Meringankan Siksa Kubur
Di alam kubur, seorang yang sudah meninggal memiliki dua kemungkinan yaitu mendapatkan kebahagiaan atau nikmat kubur dan ada juga yang mendapatkan siksa kubur. Amalan-amalan yang kurang baik, memberikan kemungkinan bagi seseorang yang meninggal untuk mendapatkan siksa. Jadi orang yang meninggal dunia mengirimkan doa agar siksa kubur tersebut dapat dihentikan sementara. Orang yang masih hidup hendaknya memohonkan ampun kepada orang yang sudah meninggal agar mereka tenang di alam barzah.


3. Sebagai Bentuk Bakti dan Kasih Sayang
Keutamaan yang lainnya adalah bisa menjadi bentuk bakti dan kasih sayang kepada orang yang sudah meninggal, misalnya saja seperti orang tua atau keluarga. Jangan pernah putuskan doa kepada orang-orang yang sudah meninggal karena ini akan memberi manfaat yang luar biasa baik di alam barzah hingga alam akhirat nanti. Sedangkan bagi orang yang mengirim doa juga memiliki manfaat tersendiri, yaitu mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah.
4. Mendekatkan Diri kepada Allah
Sobat Cahaya Islam, ketika kita berdoa kepada Allah misalnya mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal juga secara otomatis akan menjadikan kita sebagai pribadi yang dekat kepada Allah. Siapapun yang berdoa artinya merasa tunduk dan membutuhkan Allah. Selain mendoakan orang yang meninggal, kita juga hendaknya tetap mendoakan diri sendiri.
Allah SWT berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
“Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).” 3
Sekarang Sobat Cahaya Islam telah memahami bahwa ternyata mendoakan orang yang sudah meninggal memiliki banyak keutamaan. Doa memang sesuatu yang tidak terlihat akan tetapi manfaatnya benar-benar dapat dirasakan.
Allah memerintahkan kepada setiap hambaNya untuk saling mendoakan apalagi kepada orang-orang terdekat. Alam kubur merupakan alam yang pasti dan siapapun akan menemuinya. Kita perlu mempersiapkan diri dengan amal-amal jariyah agar amalan kita tidak terputus setelah meninggal. Selain itu, kita juga perlu menjadi orang yang sholeh agar menjadi amal jariyah bagi orang tua kita.































