Dewan Perwakilan Rakyat dan 5 Contoh Tugasnya yang Selaras dengan Nilai Islam

0
18

Dewan Perwakilan Rakyat – Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana dengan sumpah dan janji yang diucapkannya. Seperti mengamalkan nilai-nilai Pancasila, mentaati UUD 1945, mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, sebagai penyalur aspirasi masyarakat dan masih banyak lagi.

Hak dan kewajiban ini tercantum dalam pasal 80 UU no 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Masyarakat mana pun pasti berharap pemimpin bisa mengamalkan kewajibannya sesuai dengan janji dan sumpahnya yang telah diucapkan.

Menurut At-Tabrizi, fungsi pemimpin ialah menjaga rakyatnya agar tetap berada di jalur keadilan, keseimbangan dan kesejahteraan. Pemimpin yang sudah dipilih rakyat tentunya sudah dipercaya untuk menjalankan amanahnya, sehingga tujuan utama pemimpin harus mengutamakan keadilan rakyat.

 

Sobat Cahaya Islam menurut At-Tabrizi Allah telah memerintahkan umat manusia agar keadilan dijadikan sebagai landasan utama untuk menetapkan hukum.  Jika itu terlaksana maka itulah keberhasilan seorang pemimpin untuk mengemban amanah rakyatnya.

Tugas Dewan Perwakilan Rakyat Sesuai Ajaran Islam

Keadilan akan menempatkan segala sesutu sesuai dengan tempatnya sebagaimana surat di bawah ini:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS An-Nisa:58)

Dalam ayat itu dijelaskan bahwa tegak atau runtuhnya sebuah negeri bisa dilihat bagaimana keadilan di negeri tersebut.

أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَٱلْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. (QS Al Ma’idah:57)

Ayat itu meenjelaskan bahwa Allah melarang pemimpin yang berasal dari orang kafir yang suka mengejek dan mempermainkan agama Islam. Allah juga memerintahkan orang-orang mukmin untuk bertaqwa dan menjauhi larangan Allah SWT.

Contoh Tugas Pemimpin yang Selaras dengan Ajaran Islam

1. Jujur (Shidiq)

Jujur adalah kunci utama menjadi seorang pemimpin. Jika pemimpin menjalankan tugasnya sesuai dengan janji maka masyarakat akan menaruh kepercayaan dan menjadi tumpuan pada generasi berikutnya. Contohnya seperti melaksanakan pemilu yang jujur dan adil.

2. Amanah (Terpercaya)

Setelah jujur, seorang pemimpin harus mempunyai sifat amanah yaitu menjaga kepercayaan masyarakat dengan tidak mengkhianati janji yang sudah dijanjikan pada masyarakat. Contohnya mendengar aspirasi masyarakat dan mengupayakan kesejahteraannya.

3. Tablig (Komunikatif)

Sebagai seorang pemimpin yang mewakili rakyat dan mendengar aspirasi rakyat sudah seharusnya bersifat komunikatif yakni membuka diri kepada rakyatnya. Keterbukaan seorang pemimpin akan membangun kepercayaan dari rakyat. Contohnya pemimpin yang berani menyatakan kebenaran meskipun berisiko tinggi.

4. Fathonah (Cerdas)

Pemimpin juga harus memiliki kecerdasan karena sebagai wakil rakyat harus bisa mengarahkan rakyat dalam kondisi apapun. Kecerdasan pemimpin tentunya didasari oleh ilmu yang mumpuni karena kecerdasan bagi seorang pemimpin diibaratkan sebagai bahan bakar agar terus negaranya melaju.Contohnya saat pemimpin  memutuskan keputusa yang bijaksana dan arif.

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat sudah seharusnya sanggup dengan beban-beban yang sudah disumpahkan, khususnya menjalankan amanah masyarakat. Selain itu wakil rakyat juga harus menjungjung tinggi keadilan seluruh rakyat Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang sejahtera, semoga Allah merahmati seluruh masyarakat Indonesia, Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!