Carlo Acutis, Kisah Seorang Pemuda dan Hikmah yang Bisa Sobat Ambil

0
37

Carlo Acutis – Pemuda pengidap leukimia sejak remaja ini dijuluki sebagai “Yang Mulia”. Carlo Acutis adalah seorang pemuda yang wafat pada 12 Oktober 2006 dan beragama Katolik. Sebagai remaja yang divonis leukimia ia mempersembahkan sakitnya tersebut kepada Tuhan. 

Pemuda yang meninggal di usia 15 tahun ini menjadi berita heboh lantaran sudah 14 tahun meninggal tetapi jasadnya masih utuh. Carlo Acutis disebut sebagai remaja yang sangat cinta kepada Bunda Maria. Sejak usia 7 tahun ia tidak pernah melewatkan Misa dan doa Rosario di gereja padahal ia bukan berasal dari keluarga yang rajin ke gereja.

Dalam Islam terdapat golongan manusia yang jasadnya tidak akan hancur setelah ia meninggal. Carlo Acutis yang beragama Katolik pun mengalami hal serupa. Jasad pemuda yang disimpan dalam peti kaca tersebut masih utuh. Hal itu dipercaya sebab semasa hidupnya, Acutis banyak menjalankan kehidupan agama dan sosial yang baik. Ia rajin pergi dan mengajak teman-temannya ke gereja. 

Acutis juga mempersembahkan sakit yang dideritanya pada Paus Benedictus XVI dan gereja. Dia sangat menyukai ilmu-ilmu tentang teknologi informasi. Hingga diusia yang masih muda, Acutis membuat website yang berisi katalog mukjizat Ekaristi di seluruh dunia. Ia sering diajak orang tuanya berziarah ke berbagai tempat peziarahan bagi orang Katolik, lalu menuliskan apa yang ia dapat dari sana.

Umat Katolik menyebut Acutis sebagai milenial yang memanfaatkan internet dengan baik, yakni dengan cara menyebarkan injil melalui internet. Selain ketaatan Carlo Acutis pada agama. Ia juga merupakan pemuda yang rajin memberikan sumbangan bagi tunawisma dan anak-anak yang bermasalah lainnya. Bagaimana dengan Sobat Cahaya Islami? Acutis dari Katolik dapat memberikan pelajaran bagi Muslim di manapun berada.

Carlo Acutis, Pahlawan Pemuda dari Umat Katolik

Kabar dari umat Katolik yang telah melaksanakan beatifikasi bagi jasad Carlo Acutis menjadi perhatian banyak media sosial. Diketahui bahwa beatifikasi pemuda yang sudah 14 tahun meninggal ini dilaksanakan pada 10 Oktober 2020 di Assisi.

Mengingat jasad yang masih utuh, Allah SWT berfirman

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Surat Al Baqarah ayat 154).

Kita sendiri tidak tahu pasti bagaimana jasad pemuda yang taat beragama, senang membantu sesama juga menyebarkan injil melalui internet tersebut masih tetap utuh. Dalam Islam sendiri ada golongan orang-orang yang jasadnya masih akan tetap utuh meski sudah puluhan tahun meninggal.

  1. Para Nabi
  2. Ahli Jihad
  3. Para Syuhada’
  4. Orang yang Alim
  5. Para Penghafal Al-quran
  6. Muadzin yang Ikhlas
  7. Pemimpin yang Adil
  8. Wanita yang Meninggal Saat Melahirkan
  9. Orang yang Terbunuh karena Membela Agama
  10. Meninggalnya Seorang di Malam atau Hari Jumat

Dari berita beatifikasi Carlo Acutis, kita dapat memetik hikmah bahwa seseorang yang taat akan agama juga gemar menolong sesama akan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan. Acutis juga mengajarkan kepada pemuda di seluruh dunia dan disemua umat beragama bahwa menegakkan agama sangat penting, juga membantu sesama umat manusia tanpa membeda-bedakan agama maupun ras yang dianut.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!