Bekerja Menurut Agama Islam: Keutamaan & Nilai Nilai Luhur di Dalamnya

0
366
Bekerja Menurut Agama Islam Keutamaan & Nilai Nilai Luhur di Dalamnya

Agama Islam mengatur semua nilai-nilai dalam kehidupan. Seperti bekerja menurut agama Islam. Agama Islam menyukai orang-orang yang bekerja keras. Sebaliknya orang-orang pemalas dan suka berpangku tangan sangat tidak disukai oleh Allah. Orang yang bekerja dan mencari rezeki yang halal diberi derajat yang tinggi oleh Allah. Dalam al quran bahkan dikatakan bahwa bekerja menurut agama Islam untuk memberi nafkah kepada keluarga sama dengan jihad melawan orang-orang kafir.

Nabi Muhammad menyebut bahwa bekerja merupakan jihad di jalan Allah. Seseorang yang bekerja untuk menafkahi istri dan anak-anaknya maka ia sedang berjihad di jalan Allah. Bekerja merupakan ibadah telah dicantumkan di hadits berikut ini:

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:لَوْ اَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ, تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.

Dari umar radhiyAllahu ‘anhu, ia berkata: aku pernah mendengar Rasulullah shallAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “kalau kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang”. [hr tirmidzi, no. 2344; ahmad (i/30); ibnu majah, no. 4164]

FYI: Rasulullah Tidak Hanya Berdakwah & Beribadah, Tapi Juga Bekerja

Selain berdakwah, rasullullah sudah mencontohkan ketika dulu beliau berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.  Sudah kewajiban seorang suami sebagai kepala rumah tangga mencari nafkah buat menghidupi keluarganya. Islam memang menyarankan umatnya agar selalu bekerja menurut agama Islam agar hidup tidak bergantung sama orang lain dan hidup dalam kemuliaan. Islam memberi kebebasan kepada setiap orang untuk memilih pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya. Tetapi meskipun Islam membebaskan umatnya untuk memilih pekerjaan, tetapi dalam Islam terdapat nilai-nilai yang mengatur tentang seseorang bekerja.

Mengapa Islam mengatur hal-hal tentang bekerja? Seperti yang kita ketahui sobat cahaya Islam, Islam mengatur segala hal aspek kehidupan. Allah menerapkan batasan-batasan dalam bekerja menurut agama Islam agar aktivitas pekerjaannya benar-benar dipandang oleh Allah SWT sebagai sebuah ibadah. Berikut ini adalah batasan-batasan dalam pekerjaan berdasarkan nilai-nilai Islam:

Bekerja Menurut Agama Islam: Harus Halal dan Baik Tanpa Melalaikan Kewajiban Kepada Allah

Setiap umat muslim  harus mencari pekerjaan yang baik dan halal. Pekerjaan yang halal akan mendatangkan barokah dan kemaslahatan bukan kerusakan. Pekerjaan yang tidak diperbolehkan Islam bisa mendatangkan kerusakan dan kerugian bagi kehidupan umat manusia. Contoh pekerjaan yang tidak halal misalnya yang mengandung riba, mencuri, ternak babi, merampok, memproduksi/menjual khamr, dan sebagainya. Pekerjaan-pekerjaan seperti itu akan merusak moral manusia. Maka hal pertama yang harus diperhatikan oleh umat Islam dalam bekerja menurut agama Islam adalah memilih pekerjaan yang halal.

Disisi lain, Meskipun kita disibukkan oleh pekerjaan namun jangan sekali-kali meninggalkan kewajiban kita kepada Allah seperti melaksanakan sholat 5 waktu, puasa, dan lain-lain. Pekerjaan akan bernilai ibadah kalau kita juga menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya kepada Allah. Jangan sampai kesibukan kerja membuat kita lalai dan pada akhirnya kita tidak mendapatkan keberkahan dan karunia Allah dari pekerjaan kita.

Bekerja Menurut Agama Islam adalah Tentang Ikhlas, Profesional dan Penuh Tanggung Jawab

Dalam bekerja, seseorang harus menjalani pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab, profesional serta amanah. Profesional adalah suatu sikap yang muncul dengan kesadaran dan bertanggungjawab. Dalam bekerja menurut agama Islam harus ada sikap profesional sehingga pekerjaan apapun yang kita lakukan pun akan menghasil hasil yang baik.

Setiap melakukan segala sesuatu harus berdasarkan dengan rasa ikhlas. Pekerjaan akan lebih terasa ringan dan nikmat jika kita niatkan dengan meraih ridho Allah. Untuk mendapatkan ridho Allah dalam bekerja, hati kita harus ikhlas dalam melakukan pekerjaan. Niat adalah poin penting sebelum kita melakukan pekerjaan. Niatkan pekerjaan yang kita lakukan sebagai ibadah, maka pekerjaan kita pun akan Allah nilai sebagai ibadah.

***

Kesimpulannya, Islam mendorong umatnya untuk bekerja dengan baik, tanggung jawab, dan halal tanpa melalaikan kewajiban lainnya kepada Allah. Bekerja adalah tindakan mulia dalam nilai-nilai Islam dan merupakan jihad. Maka setiap orang yang mengaku sebagai muslim. Sudah seharusnya dia tidak bermalas-malasan dan berpangku tangan. Karena kalau begitu ia sudah memubadzirkan kekuatan yang Allah berikan kepadanya. Niatkanlah bekerja untuk ibadah kepada Allah saja, karena bekerja merupakan ibadah. Dan Allah akan memberi rahmat serta kemuliaan pada kita. Yuk kita jadikan motivasi!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY