Bedanya ghibah dan fitnah – Islam tidak membenarkan perbuatan berghibah ataupun fitnah. Keduanya adalah dosa besar yang tegas Allah larang hukumnya. Sebagai seorang muslim, kita seharusnya berbuat baik bukan malah menzalimi orang lain dengan ghibah ataupun fitnah. Tahukah, bahwa dosa dari keduanya adalah sangat besar dan juga adanya balasan yang pedih bagi pelakunya.
Ghibah merupakan kondisi saat seseorang membicarakan keburukan orang lain, aib orang lain atau bahkan masalah orang lain. Sementara fitnah adalah membicarakan sesuatu yang tidak benar dan bisa jadi hanya prasangka belaka yang tidak terbukti seperti yang seseorang bicarakan. Keduanya tampak sama namun berbeda, lalu apa bedanya ghibah dan fitnah dalam pendapat islam?
Bedanya Ghibah dan Fitnah, Ini Pendapat Dalam Islam
Bedanya ghibah dan fitnah, tentu saja keduanya memiliki konteks yang berbeda meskipun sama zalimnya. Perbuatan ghibah ataupun fitnah ini merupakan bentuk kezaliman yang seseorang lakukan hingga dapat menyebabkan kesusahan bagi orang yang sedang menjadi topik pembicaraan. Itulah kenapa islam mengharamkan kedua perbuatan tersebut.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
Dalam ayat-ayat Al Quran diatas tertulis dengan tegas bahwa fitnah termasuk perbuatan yang lebih kejam daripada pembunuhan. Sementara ghibah adalah perbuatan dosa besar dan juga sama kejinya.
Lalu apa bedanya ghibah dan fitnah dalam pendapat islam?
Perbedaan Pada Kebenaran dan Kebohongan
Perbedaan antara perbuatan berghibah dengan menfitnah terletak pada kebenarannya. Jika ghibah biasanya apa yang menjadi topik pembicaraan adalah kebenaran, namun ini tidak Allah benarkan karena kebenaran tersebut adalah tentang keburukan orang lain dan hal-hal yang tidak sepantasnya untuk jadi bahan gunjingan.
Sementara fitnah cenderung menceritakan kebohongan atau sesuatu yang tidak benar untuk membuat citra buruk seseorang. Itulah kenapa menfitnah lebih kejam daripada membunuh, karena dampaknya dapat menyebabkan kesulitan untuk orang lain.
Bedanya ghibah dan fitnah – hanya terletak pada kebenaran yang diceritakan. Meskipun begitu, keduanya adalah perbuatan yang buruk dan Allah benci. Siapapun yang melakukan perbuatan tersebut maka azab Allah akan menjadi balasan bagi pelakunya.
Catatan Kaki:
(1) – Surat Al-Hujurat Ayat 12
(2) – Surat Al-Baqarah Ayat 191































