Buku Pendidikan Karakter di Era Milenial ini tidak hanya memberikan wawasan Sobat Cahaya Islami berupa teori yang selama ini cenderung menjadi paradigma berpikir. Namun, juga akan dihubungkan dengan pengalaman dan cerita yang nyata di dalam lingkungan masyarakat kecil maupun menengah.
Pendidikan dan nilai karakter yang dituangkan dalam buku ini akan berkaitan dengan kejadian pada kehidupan sehari-hari. Jadi, buku tersebut bukan hanya sebagai sesuatu yang memerlukan pemikiran kompleks.
Isi Buku Pendidikan Karakter di Era Milenial
Buku Pendidikan Karakter di Era Milenial telah disusun dalam 4 bab. Bab tersebut membahas topik tentang mengapa karakter penting dalam kehidupan, era dan generasi milenial, kebijakan terkait karakter, serta karakter milenial dari kehidupan.
Berikut ini penjelasan terkait isi buku dari pendidikan karakter di era milenial yang perlu Sobat Cahaya Islami pahami, yaitu:
1. Moral dan Karakter Anak
Pendidikan bukan hanya mengenai moral dan karakter. Namun, sebagai tumpuan utama untuk diajarkan kepada seorang anak.
Lembaga pendidikan harus bisa berlomba-lomba untuk menonjolkan kurikulum yang dipercaya. Tujuannya agar bisa menciptakan generasi muda super dari usia dino.
2. Peran Orang Tua
Salah satu hal yang akan mengubah pendidikan karakter anak, yaitu peran orang tua. Di mana masing-masing orang tua ingin anaknya tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain dengan prestasi yang dibuatnya.


Apabila dilihat dari tenaga pendidik jaman sekarang, Guru era milenial sering dituntut memiliki ekonomi bagus. Hal ini malah membuat dedikasi dan pelayanan mengajar menjadi berkurang.
3. Cara Mendidik Guru Era Milenial
Cara mendidik guru era milenial sangat jarang menggunakan pendekatan, terutama untuk mengetahui sikap peserta didiknya. Jadi, sebagian besar murid memandang guru hanya sebatas menjalankan suatu kewajiban.
Murid akan datang ke kelas mendengarkan apa yang diterangkan oleh guru. Lalu, mereka akan pulang ketika jam pelajaran habis. Interaksi guru dan siswa akan terbatas pada jam sekolah saja.
4. Prestasi Anak
Masyarakat sekarang juga lebih mengarah ke individualis masing-masing. Mereka nantinya hanya ingin tenar dengan apa yang diperoleh dari prestasi anaknya maupun prestasi dirinya sendiri.
Interaksi pun semakin personal, diambil contoh dari satu keluarga yang saling main gadget sendiri-diri. Mereka akan cenderung berinteraksi dengan orang jauh dibandingkan dengan orang disekelilingnya.
Tentu hal ini, akan berdampak terhadap pendidikan karakter anak yang semestinya bisa melatih komunikasi kepada orang lain. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara menghormati, cara mempunyai rasa empati dan lainnya.
5. Tumbuh Kembang Anak
Seorang anak yang tumbuh kembangnya tanpa pendidikan karakter, beliau nantinya akan cenderung merenung dan menyendiri.
Oleh karena itu, sebagai orang tua harus bisa memainkan segala sesuatu yang membuatnya senang tanpa perlu berinteraksi dengan orang lain.
Melalui, pendidikan karakter akan membantu anak menjadi individu yang berdaya saing di pasar global. Hal tersebut melibatkan pengembangan keterampilan interpersonal, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan berkomunikasi yang efektif.
Buku Pendidikan Karakter di Era Milenial dihargai sekitar Rp 119.000 bisa dibeli di toko buku online.
































