Bagaimana Pandangan Islam terkait Inovasi GoTo?

0
98
goto

GoTo – Gojek dan Tokopedia telah meresmikan kerjasamanya untuk memajukan inovasi dalam bidang teknologi yang dinamakan GoTo. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para millenial dan generasi era digital lainnya sebab dapat memberikan kemudahan. Namun, di sisi lain inovasi teknologi juga menambah pr besar bagi bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Sobat Cahaya Islam, pembaharuan teknologi seperti GoTo merupakan salah satu tolok ukur tanda kemajuan peradaban. Hanya saja, kemajuan teknologi hari ini terkadang disalahartikan umat sebagai buatan para kaum kafir barat. Bahkan, ada segolongan umat yang sengaja menjauhkan diri dari teknologi. Benarkah perilaku yang demikian?

Apa yang Dimaksud dengan GoTo?

GoTo adalah kolaborasi antara teknologi Gojek dan Tokopedia. Hal ini merupakan perwujudan dari kehidupan modern. Dalam Islam, teknologi masuk ke dalam kategori produk madaniyah. Dalam kitab Nidzamul Islam, madaniyah didefinisikan sebagai perwujudan fisik dari benda yang dapat diindera untuk bisa digunakan dalam berbagai ranah kehidupan.

Perkembangan teknologi juga termasuk di dalamnya, sebab hal tersebut merupakan hasil dari kemajuan sains. Sehingga tidak ada umat tertentu yang memilikinya alias universal. Hanya saja, tidak semua produk madaniyah dapat dimiliki umat Islam. Sebab, Islam mengkategorikan madaniyah dalam dua hal yakni Madaniyah Umum dan Madaniyah Khas. 

Madaniyah Khas merupakan produk madaniyah yang juga merupakan kepemilikan dari bangsa tertentu seperti patung, baju dan bangunan keagamaan. Sebab, produk tersebut dapat menjadikan umat memiliki pemahaman khas yang bisa saja bertentangan dengan Islam.

Sebagai contoh, bila umat memiliki patung seperti patung salah satu dewa Hindu yang diyakini dapat memberikan rezeki berlimpah, maka hal tersebut sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Hal tersebut jelas tidak dapat digunakan oleh umat sebab dapat mengacaukan asas dan pandangan Islam.

Berdasarkan ulasan diatas, dapat disimpulkan secara sederhana bahwa penggunaan GoTo dapat digunakan oleh umat jika memang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Hal ini juga perlu dipahami oleh umat yang masih bingung kebolehan menggunakna teknologi dari selain umat.

Islam Menghargai Teknologi

Di masa peradaban Islam, penghargaan yang diberikan kepada teknologi begitu besar. Sehingga hal yang demikian menjadi salah satu motivasi bagi para ilmuwan untuk berlomba – lomba berkontribusi bagi ummat.

Tentu saja, motivasi utama adalah Ridho Allah Ta’ala. Namun, sebagai manusia biasa sudah menjadi fitrah apabila karya yang diciptakan dapat berguna bagi umat secara keseluruhan. Selain itu, para ilmuwan juga senantiasa mencoba untuk mengintegrasikan antara prinsip syariah dan perkembangan teknologi.

Dengan demikian, sejauh apapun teknologi berkembang asas dan pandangan hidup umat Islam akan selalu digenggam. Prinsip inilah yang dapat ditiru dalam kehidupan serba modern hari ini. Sebab, banyak fenomena menunjukkan bahwa kemajuan teknologi malah menjadikan umat menjauh dari menghamba kepada Allah Ta’ala. Selain itu mengembangkan teknologi bukan termasuk meniru atau tasyabbuh.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” HR. Abu Daud no. 4031 dan Ahmad 2: 92. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah penjelasan mengenai teknologi seperti GoTo dalam pandangan Islam. Semoga ulasan ini memberikan pencerahan bagi umat untuk menentukan sikap. Akan sangat merugi rasanya bila umat menyia – nyiakan teknologi padahal hal tersebut sangat berguna untuk memberikan kontribusi bagi Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY