Asha Shara dikabarkan Urus Perceraian, Begini Proses Perceraian Sesuai Syariat

0
156

Asha SharaBerita perceraian oleh artis Indonesia tidak jarang kita dengar. Baru-baru ini kabar perceraian datang dari aktris Asha Shara. Gugatan cerai dari Asha Shara diketahui dilayangkan ke Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, Banten. Dengan Asha sebagai pihak penggugat dan Syafiq Assa’dy sebagai tergugat.

Melansir detik.com Asha menggugat cerai sang suami sebab masalah internal dalam rumah tangga mereka. Asha menikah dengan Syafiq pada tahun 2012 dan dari pernikahan tersebut ia dikaruniai dua anak perempuan yang masih di bawah umur. Sehingga hak asuh anak nantinya jatuh ke tangan Asha Shara.

Asha tidak banyak menjawab alasan pasti mengenai gugatan cerainya kepada sang suami, ia hanya minta didoakan. Nah, Sobat Cahaya Islam, meski perceraian merupakan perihal yang sah dan halal dilakukan. Namun, Allah sangat membenci perbuatan ini. Memang dalam suatu rumah tangga tidak lepas dari masalah. Namun, alangkah lebih baik menghindari perceraian yang meski halal tapi dibenci Allah.

Pada kasus Asha Shara ini istri menggugat cerai suami. Dalam syariat Islam disebut khuluq. Berbeda dengan suami yang menceraikan istri disebut talaq (talak). Proses perceraian khuluq dan talaq (talak) memiliki perbedaan aturan masa. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dua hal di atas, simak ulasan berikut.

Asha Shara Gugat Cerai Suami, Simak Proses Perceraian Sesuai Syariat

Dalam syariat Islam diperbolehkan istri menggugat suami dengan beberapa alasan yang dapat menjadikan khuluqnya dikatakan jatuh. Jika talaq memiliki sifat yang bertahap, khuluq tidak demikian. Namun, Khuluq dapat mengurangi bilangan talaq. Untuk memahami lebih lanjut mengenai khuluq, perhatikan syarat-syarat berikut ini:

  • Mengenal Jenis Khuluq

Berbeda dengan talaq yang merupakan hak suami. Khuluq dijatuhkan istri kepada suami menurut sebab-sebab yang dapat menjadikan khuluq berlaku. Saat istri telah menjatuhkan gugatannya pada suami ke pengadilan agama, istri harus menjelaskan alasan yang dapat diterima sehingga khuluq itu terjadi. 

Misalnya istri menggugat sebab suami tidak memberikan nafkah selama 3 bulan berturut-turut, atau suami keluar dari syariat agama bahkan murtad yang mengakibatkan istri tidak dapat hidup damai, atau suami sering melakukan tindak kekerasan yang berakibat pada kedamaian dan keharmonisan keluarga hingga istri menjadi korban. Maka dalam hal ini khuluq dihukumi wajib.

Sedangkan Khuluq fasakh merupakan gugatan cerai istri dengan syarat istri menebus dirinya sendiri dengan memberikan ganti rugi. Tebusan dari istri kepada suami dapat berupa uang atau harta benda yang senilai dengan mahar atau lebih banyak dari mahar. Hal ini juga dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah Ayat 229

“Maka apabila kalian khawatir bahwa keduanya tidak dapat menegakkan aturan-aturan hukum Allah, maka tidaklah mereka berdosa mengambil bayaran (tebus talak) yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya (dan mengenai pengambilan suami akan bayaran itu).”

  • Proses Perceraian Sesuai Syariat

Setelah mengetahui seputar khuluq. Lalu bagaimana prosesnya? Apakah sama dengan talaq? Sebagaimana pernikahan, khuluq juga memiliki rukun yang harus dipenuhi agar gugatannya sah.

Rukun khuluq di antaranya adanya ijab, statusnya masih dalam pernikahan, adanya ganti rugi dari istri ke suami, adanya kalimat khuluq, istri menerima kesepakan ijab dengan suami. Nah, gugatan cerai dari istri ke pengadilan agama dimulai dengan

  1. Istri atau walinya mendatangi kantor pengadilan agama setempat
  2. Pengadilan agama setempat memproses gugatan
  3. Membicarakan besarnya tebusan dari istri ke suami 
  4. Kesepakatan dua belah pihak
  5. Diproses secara hukum sesuai KHI (Kompilasi Hukum Islam)

Nah, bagaimana Sobat Cahaya Islam? Begitu melelahkan bukan jika harus mengurus gugatan cerai seperti yang dilakukan Asha Shara? Jika rumah tangga masih bisa diselamatkan dengan jalan damai, alangkah baiknya menghindari perbuatan halal yang dibenci Allah tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY