Memuji orang secara berlebihan – Sobat Cahaya Islam, memuji adalah bagian dari bentuk penghargaan. Ketika kita melihat seseorang berbuat baik atau memiliki kelebihan, secara naluriah kita terdorong untuk menyampaikan pujian. Tapi bagaimana jika pujian itu diberikan secara berlebihan? Apakah diperbolehkan dalam Islam?
Hukum Memuji Orang Secara Berlebihan
Hukum memuji orang secara berlebihan perlu sobat cahaya Islam ketahui agar tidak terjatuh dalam kesalahan yang halus namun berdampak besar. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai menguji seseorang secara berlebihan menurut Islam:
1. Pujian yang Sehat vs Pujian yang Berlebihan
Dalam keseharian, kita sering melihat seseorang memuji orang lain dengan kata-kata yang tinggi dan terkadang tidak realistis. Misalnya, menyebut seseorang sempurna, tidak pernah salah, atau terlalu menyanjung harta dan kedudukannya. Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan dalam bersikap.
Hukum memuji orang secara berlebihan menjadi penting untuk dipahami agar tidak menjerumuskan diri sendiri dan orang yang dipuji dalam kesombongan dan tipu daya setan.
2. Larangan Memuji Secara Berlebihan dalam Hadis
Rasulullah ﷺ sangat memperingatkan umatnya agar tidak berlebihan dalam memuji. Dalam sebuah hadis shahih, disebutkan:
“Celakalah kamu, kamu telah memotong leher temanmu!” 1
Ini adalah respons Rasulullah ﷺ ketika mendengar seseorang terlalu memuji temannya di hadapannya. Beliau kemudian menegaskan bahwa memuji secara berlebihan bisa menjerumuskan seseorang kepada ujub, sombong, dan merasa diri paling benar.
Dari sini, kita pahami bahwa hukum memuji orang secara berlebihan adalah terlarang karena bisa memicu penyakit hati yang berbahaya.
3. Al-Qur’an Mewanti-Wanti tentang Ujub dan Riya
Allah SWT menegaskan bahwa segala kebaikan dan kelebihan berasal dari-Nya, bukan dari manusia. Maka, ketika seseorang terlalu dipuji, bisa muncul perasaan bangga yang berlebihan (ujub), atau keinginan untuk mendapatkan pujian terus-menerus (riya). Keduanya termasuk dosa hati yang sangat berbahaya.
Allah berfirman:
وَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰ
“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.” 2
Ayat ini mengajarkan agar kita tidak membanggakan diri sendiri maupun orang lain secara berlebihan, karena hanya Allah yang tahu isi hati dan tingkat ketakwaan seseorang.


4. Pujian Bisa Menjadi Fitnah
Hukum memuji orang secara berlebihan bisa menimbulkan fitnah. Ketika seseorang terlalu dipuji, bisa jadi orang lain menjadi iri, dengki, atau bahkan menfitnahnya. Selain itu, pujian yang tidak tepat juga bisa menipu orang yang dipuji hingga merasa dirinya di atas yang lain.
Allah mengingatkan:
فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ
“Janganlah kalian menganggap dirimu suci.” 3
Pujian bisa menjatuhkan seseorang jika tidak dengan keikhlasan dan kehati-hatian. Maka dari itu, Islam sangat selektif dalam menempatkan pujian, apalagi jika Anda melakukannya di hadapan umum.
Kapan Pujian Diperbolehkan?
Pujian dalam Islam tetap boleh jika memenuhi beberapa syarat:
- Pujian diberikan tidak di depan umum, untuk menghindari riya.
- Pujian diberikan dengan niat memotivasi, bukan menyanjung berlebihan.
- Pujian mengandung doa, seperti “Masya Allah, semoga Allah berkahi ilmu dan amalmu.”
- Pujian tidak melampaui batas wajar, tidak menyebut orang sebagai “terbaik”, “sempurna”, atau “tanpa cela”.
Dengan cara ini, memuji seseorang justru bisa menjadi amal yang baik jika niatnya untuk memberi semangat, bukan pujian kosong.
Jaga Lisan, Jaga Hati
Sobat Cahaya Islam, hukum memuji orang secara berlebihan dalam Islam sangat ditekankan agar dihindari. Pujian yang berlebihan bisa membawa dampak buruk, baik bagi yang memuji maupun yang dipuji. Rasulullah ﷺ bahkan menyebut pujian yang berlebihan sebagai pemotong leher, karena bisa menghancurkan keikhlasan.
Mari kita jaga lisan agar tidak mudah memuji tanpa dasar. Jika ingin memuji, pujilah dengan jujur, secukupnya, dan sertai dengan doa. Karena sejatinya, semua kebaikan yang tampak pada diri seseorang adalah karunia dari Allah semata, bukan kehebatan pribadi.






























