Hari Toleransi Internasional, Simak Cara Islam Ajarkan Toleransi

0
170

Hari Toleransi InternasionalTahukah Sobat Cahaya Islam jika ada Hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 November? Ternyata hal ini dideklarasikan oleh UNESCO sejak tahun 1995 dan disepakati saat sidang umum PBB. Hari toleransi internasional tersebut juga dideklarasikan sebagai penegasan dan penghormatan serta penghargaan terhadap keberagaman yang ada di dunia.

Kita sudah banyak mendengar kata toleransi digaungkan. Bahkan sebelum UNESCO mendeklarasikan hari toleransi internasional setiap tanggal 16 November, pihaknya membuat semacam sayembara untuk diberikan kepada lembaga, organisasi atau perorangan yang telah membantu menyuarakkan toleransi tanpa kekerasan.

Meski kata toleransi sudah sering kita dengar di kehidupan. Namun, arti toleransi sendiri masih sering diperdebatkan, terlebih di Indonesia dengan beragam budaya, agama, suku, dan sejenisnya. Kebebasan berekspresi maupun berkumpul seringkali dinilai negatif oleh para aparat penegak hukum, nyatanya ada beberapa hal yang masih menjadi timpang saat kata toleransi dipraktikkan secara nyata.

Sobat Cahaya Islam, mengenai toleransi dan peringatan setiap tahunnya, sebenarnya Islam sudah mengajarkan kita untuk selalu memupuk toleransi entah itu kepada siapa saja. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa hal yang Islam ajarkan terkait toleransi kepada sesama manusia.

Hari Toleransi Internasional, Islam Ajarkan Toleransi Antar Umat Beragama

Islam mengajarkan bertoleransi kepada pemeluk agama lain, pun agama lain juga demikian. Namun, di Indonesia sendiri masih ada kabar miris tentang berita pembubaran tempat ibadah. Hal ini tentu menyalahi aturan toleransi antar umat beragama yang sudah dilindungi hukum di Indonesia. Nah, untuk memahami lebih lanjut tentang toleransi antar umat beragama, berikut ulasan menarik untuk disimak:

  • Dasar Agama Islam Bersikap Toleransi

Tahukan Sobat Cahaya Islam tentang kandungan isi surat Al-kafirun ayat 6. Disebutkan bahwa “lakum dii nukum wa liyadiin”. Dari ayat tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa penghakiman terhadap agama orang lain merupakan tindakan intoleransi.

Bagimu agamamu, bagiku agamaku” (Al-kafirun: 6)

Kita tidak boleh memaksakan ajaran ibadah yang diajarkan dalam Islam kepada pemeluk agama lain. Begitu pula pemeluk agama lain tidak boleh memaksakan kita mengikuti ritual atau kegiatan ibadah agama mereka. Sekadar saling bertukar informasi tentang agama masing-masing tanpa bermaksud menghakimi itu baru boleh dilakukan.

  • Saling Menghargai 

Memiliki teman yang berbeda agama dapat menjadikan kita belajar arti dan sikap toleransi yang lebih baik. Misalnya saat hari raya idul fitri maupun idul adha bagi umat Islam, tradisi makan bersama umat agama lain dengan maksud menjaga tali silaturahmi tidak boleh kita tinggalkan. 

Begitu pula saat natal dan umat Nasrani menjalankan beberapa kegiatan atau ritual ibadah sebelum malam natal, kita wajib menghormati kegiatan mereka. Presiden Indonesia ke-4 yang biasa kita kenal dengan Gus Dur adalah salah satu sosok yang patut kita contoh sikap toleransinya dengan umat agama selain Islam. 

Nah, bagaimana Sobat Cahaya Islam? Sudah bertoleransi apa saja kita selama hidup? Ternyata makna hari toleransi internasional bukan hanya berasal dari sikap toleransi antar pemeluk agama, melainkan juga dari budaya, suku, serta ciri khas masing-masing negara.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY