Aplikasi Threads di Indonesia – Banyak sekali aplikasi sosial media yang rilis di Indonesia untuk memudahkan penggunanya berkomunikasi dengan banyak orang. Terbaru, ada aplikasi Threads di Indonesia yang kemunculannya langsung menarik perhatian masyarakat.
Aplikasi Threads langsung menjadi sorotan karena disebut-sebut sebagai saingan dari Twitter. Hal inilah yang membuat pengguna Twitter ramai-ramai mencoba aplikasi Threads.
Perilisan Aplikasi Threads di Indonesia Secara Resmi
Di tengah spekulasi tentang pertarungan Mark Zuckerberg dengan Elon Musk, perusahaan Meta meluncurkan aplikasi Threads di Indonesia dan seluruh dunia. Threads merupakan aplikasi keluaran Instagram yang begitu mirip seperti Twitter.
Dalam aplikasi Threads, Mark Zuckerberg selaku CEO Meta mengucapkan selamat datang kepada semua pengguna. Kini, aplikasi Threads sudah bisa pengguna unduh langsung di Google Play Store ataupun App Store.
Para analis menyatakan pihak investor antusias menantikan dampak dari aplikasi Threads ke bisnis perusahaan Meta. Sebab Threads terhubung dengan Instagram dan bisa menarik pengguna Instagram.
Selain itu, aplikasi tersebut juga bisa membuka potensi iklan silang antara dua aplikasi. Menurut Reuters, kemunculan Threads dapat menyedot pendapatan iklan Twitter yang sudah diragukan sejak Elon Musk memimpin.
Para pengguna Instagram bisa langsung menggunakan aplikasi Threads dengan login menggunakan nama akun dan kata sandi di Instagramnya.
Media Sosial dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, aplikasi Threads di Indonesia menambah deretan panjang aplikasi media sosial yang bisa masyarakat gunakan. Aplikasi tersebut juga menunjukan teknologi di bidang komunikasi dan informasi yang semakin berkembang pesat.


Keberadaan media sosial begitu melengkapi keperluan masyarakat saat ini terutama dalam mengakses informasi secara instan. Selain itu, media sosial juga menjadi tempat masyarakat menyebarkan berita di dunia maya.
Dalam pandangan islam, penggunaan media sosial berdasarkan syariat hukumnya adalah mubah atau boleh. Namun hukumnya menjadi wajib jika tujuannya untuk kebaikan.
Tetapi pemakaian media sosial bisa menjadi haram jika untuk memposting hal yang Allah SWT haramkan.
Adab-adab Menggunakan Media Sosial dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, baiknya Sobat mengikuti adab-adab menggunakan media sosial yang baik dalam islam di bawah ini. Dengan begitu, media sosial tidak akan menjadi penyebab Sobat mendapatkan dosa di mata Allah SWT.
1. Menjadikan Media Sosial Sarana untuk Menyampaikan Informasi dengan Benar
Allah SWT berfirman:
وَقُلْ لِّعِبَادِىۡ يَقُوۡلُوا الَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ يَنۡزَغُ بَيۡنَهُمۡؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ كَانَ
Artinya: “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku. Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang paling baik (benar). Susungguhnya, setan menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Israa’ Ayat 53)
Ayat di atas menunjukkan agar manusia terutama umat islam senantiasa mengucapkan perkataan yang benar. Hal ini juga berlaku ketika Sobat menyampaikan informasi di media sosial.


Jangan sampai Sobat menyebarluaskan berita yang tak diketahui kebenarannya atau justru berita yang salah.
2. Tidak Menghasut dan Memfitnah di Media Sosial
Media sosial juga jangan sampai menjadi sarana untuk saling menghasut ataupun memfitnah. Selain itu, jangan sampai melakukan ghibah, berprasangka buruk, adu domba, bullying, dan perbuatan buruk lainnya.
Persoalan ini secara tegas ada dalam pembahasan dan larangan agama yang tertuang:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahapenerima taubat, Mahapenyayang. (QS Al Hujurat: 12)
3. Memverifikasi Kebenaran Setiap Informasi di Media Sosial
Setiap orang yang mendapat konten atau informasi lewat media sosial tak boleh langsung menyebarkannya. Sebab Sobat perlu memverifikasi dan melakukan proses tabayun sekaligus memastikan kebenarannya.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡنَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS Al Hujurat: 6)
Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa adab yang bisa Sobat terapkan ketika menggunakan media sosial seperti aplikasi Threads di Indonesia. Semoga saja Sobat semua senantiasa terhindar dari dampak negatif media sosial.































