Apa Makna Pancasila menurut Islam?

0
70
Pancasila

Pancasila – Bagi bangsa Indonesia, Pancasila merupakan kelima nilai yang harus diamalkan oleh masyarakat di semua kalangan yang memiliki agama. Upaya pemerintah untuk memahamkan masyarakat terhadap kelima butirnya ternyata mengalami berbagai hambatan. Bukan dikarenakan pengamalannya yang sulit, namun juga tafsiran yang berbeda di setiap pergantian rezim tentang kelima butir Pancasila.

Sobat Cahaya Islam, kelima sila itu sendiri bagi umat Islam adalah hal yang tidak bertentangan dengan syariat. Artinya, tak ada pelarangan bagi umat untuk tak mengamalkannya. Sebab, pengamalan dari kelima sila sejatinya adalah kewajiban yang harus dilaksanakan umat. Mulai dari beribadah, mendahulukan persatuan sampai akhirnya upaya untuk berbuat adil.

Bagaimana Umat Islam seharusnya menyikapi Pancasila?

Pancasila

Sebagai umat Islam, sudah selayaknya meyakini Pancasila sebagai nilai – nilai yang tak bertentangan dalam Islam. Hal inilah yang harus dipahami agar umat tak salah dalam menafsirkan. Sebab, hari ini Islam tengah dibenturkan dengan kelima butir yang pernah diusulkan oleh para founding father.

Salah satu kasusnya yakni saat kelima butir ini dibenturkan dalam pembahasan soal tes wawasan kebangsaan yang sempat menjadikan 75 kandidat KPK yang tidak lolos. Selain itu, selama beberapa tahun terakhir, umat yang mencoba untuk mempelajari dan mendalami Islam, dikatakan menjadi seseorang yang anti Pancasila.

Semakin dalam Islam dicintai, semakin gencar kelima sila ini dibenturkan. Tentu, hal tersebut akan menjadi sesuatu yang tidak sehat. Malah akan menjadi perpecahan antar umat.

Padahal tidak seharusnya demikian. Bagi kaum muslimin, Islam jelas dipandang sebagai way of life (jalan hidup) dimana seluruh aspek kehidupan kaum muslimin harusnya berjalan sesuai dengan pengaturan dalam Islam.

Sedangkan Pancasila sebagai nilai – nilai yang harus diamalkan, tentu tidak ada pertentangannya di dalam Islam. Malah kelima sila tersebut dapat diamalkan sesuai dengan syari’at Islam. Misal dalam sila pertama, masyarakat harus mengamalkan ibadah secara maksimal. Dan hal tersebut tak bertentangan dengan aqidah.

Dalam sila kedua, masyarakat diminta untuk mengamalkan nilai – nilai kemanusiaan. Dalam Islam, kemanusiaan adalah hal yang dijunjung tinggi. Bahkan Islam adalah agama yang sangat menghargai kemanusiaan. Sila ketiga mengajarkan bahwa masyarakat harus menjunjung tinggi persatuan.

Dalam Islam, Allah SWT sangat membenci perseteruan bahwa perpecahan antar ummat. Maka persatuan sangat diutamakan. Walaupun umat muslim terdiri dari berbagai ras dan latar belakang yang berbeda. Sebab yang membedakan umat di mata Allah SWT hanyalah ketaqwaan saja.

Dalam sila keempat, masyarakat perlu mengamalkan ketaatan kepada pemimpin maupun lembaga yang menjadi wadah bagi masyarakat dengan landasan kebijaksanaan. Tentu, hal ini pun juga merupakan amalan yang harus dilakukan bagi kaum muslimin.

Dalam sebuah pemerintahan, para orang ahli yang dipilih umat secara sukarela haruslah menjadikan Islam sebagai dasar dari pengaturan yang dibuat. Tentu dasar pengaturan tersebut akan menghasilkan beragam program yang bijaksana bagi umat.

Terakhir, dalam sila kelima masyarakat harus mengamalkan keadilan dalam setiap aspek. Di dalam Islam, keadilan adalah salah satu karakteristik umat sebagai pemimpin di muka bumi. Bahkan sikap ini sangat dicintai Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam Alquran yakni :

وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al Maidah: 42)

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan mengenai Pancasila sebagai nilai – nilai yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Semoga dengan ulasan singkat tersebut, umat semakin memahami kedudukan kelima sila dan Islam sebagai jalan hidup.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY