Mutiara Baswedan Menikah, Bagaimana Hukum Islam tentang Pernikahan

0
50
Mutiara Baswedan

Mutiara Baswedan – Putri pertama Bapak Gubernur Jakarta, Anies Baswedan menikah pada 29 Juli 2022. Diketahui bahwa Mutiara Baswedan, Anak pertama Anies Baswedan menikah dengan Ali Saleh Alhuraiby dengan ijab qobul menggunakan bahasa Arab.

Ali Saleh Alhuraiby diketahui adalah teman putri Anies Baswedan, sesama menempuh pendidikan di kampus Universitas Indonesia, Ali di Fakultas Kedokteran sedangkan Tia di Fakultas Hukum.

Lokasi Pernikahan Mutiara Baswedan

Mutiara Baswedan

Pernikahan putri Anies Baswedan dan Ali Saleh Alhuraiby digelar di Ancol. Tepatnya di Putri Duyung Resort. Menurut keluarga, resepsi Tia dan Ali sapaan akrab kedua mempelai sengaja digelar di sana dengan mempertimbangkan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Seperti yang diketahui bahwa lokasi resepsi Tia dan Ali memiliki Area terbuka dan ruangan tertutup, sehingga penerapan protokol Covid-19 bisa dilaksanakan dengan maksimal. Mengingat, jumlah tamu undangan yang akan menghadiri resepsi tersebut akan membludak.

Hal ini tentu saja karena nama besar sang Ayah yang merupakan Gubernur Aktif di Ibu Kota Negara. Sejumlah pejabat, politisi bahkan alim ulama terlihat menghadiri kenduri tersebut. Pejabat yang hadir antara lain, Bapak Joko Widodo bersama Istri, Bapak Ma’ruf Amin dan Istri, Bapak Erik Tohir. Terlihat juga ustadz Adi Hidayat dalam foto yang beredar di internet.

Hakikat Pernikahan dalam Islam

Dari pernikahan Mutiara Baswedan kita bisa merenungi kembali hakikat pernikahan dalam Islam. Bahwa menikah dalam Islam bukan hanya sekedar menggelar hajatan besar, mengajak makan banyak orang atau memberi tahu status baru kita. Ada beberapa hakikat mendalam tentang pernikahan yakni:

1.      Merupakan Perintah dari Allah SWT

Allah SWT memerintahkan orang-orang yang sendirian untuk menikah, orang-orang yang telah mampu menijah untuk segera melaksanakan pernikahan. Allah SWT berjanji akan memampukan bagi mereka yang miskin dan akan memberikan karunia kepada mereka.

Sebagai umat Islam, perintah Allah adalah mutlak untuk kita, terlebih menikah juga adalah hal yang disunnahkan oleh Rasullah Nabi Muhammad SAW. Berikut ini ayat yang memuat perintah menikah dari Allah SWT.

اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).

2.      Menjaga Kesucian

Mutiara Baswedan

Menikah berarti menjaga diri dari kesucian, sebagaimana kita tau bahwa zina adalah kehinaan. Orang-orang yang ingin menjaga dari dari kehinaan zina akan menempuh pintu pernikahan untuk menyelamatkan dirinya.

Menjaga kesucian terutama bagi perempuan adalah keharusan, karena dari rahimnya lah lahir generasi baru yang akan menjadi penerus agama, bangsa bahkan negara ini. Pertimbangan itulah yang mungkin membuat Mutiara Baswedan menikah di usia muda.

3.      Ketenangan Hati

Tujuan menikah yang pertama seperti yang disebutkan di atas adalah mengikuti perintah Allah SWT. Allah SWT memerintahkan hambanya untuk menikah salah satunya agar mendapatkan ketenangan hati, rasa bahagia dan saling mendukung dalam rumah tangga.

Hal tersebut disebutkan dalam Al-qur’an surat Ar-Rum pada ayat 21. Ayat yang banyak menjadi tema pada nasehat pernikahan. Pernikahan akan membuat sepasang suami istri lebih bertaqwa kepada Allah SWT dan menjadj penyenang hati saat dalam ujian kehidupan. Berikut bunyi ayatnya:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Sobat Cahaya Islam, Bahwa pernikahan adalah skenario Allah SWT untuk dua orang yang Allah SWT beri rasa kasih sayang di antara keduanya, rasa saling membutuhkan, rasa saling mendukung, semua adalah karunia Allah SWT. Semoga, pernikahan Mutiara Baswedan mendapatkan hal demikian pula.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY