Apa itu hadits taqririyah – Sobat Cahaya Islam tentunya pernah mendengar tentang hadits taqririyah. Sumber hadits memang terdiri dari tiga bentuk, yakni qauli (perkataan), fi’li (perbuatan), dan juga taqriri (penetapan) dari Nabi Muhammad saw. Lantas apa itu hadits taqririyah?
Ajaran Islam memiliki dua sumber, yakni Al-Qur’an dan hadits. Karenanya sangat penting bagi setiap muslim untuk selalu meningkatkan pemahamannya terhadap keduanya. Salah satunya adalah dengan mempelajari hadits ini.
Makna Hadits
Secara bahasa, hadits bermakna sesuatu yang baru. Sedangkan secara istilah hadits memiliki makna segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw berupa perkataan, perbuatan, penetapan, dan sifat.
Contoh hadits yang berupa perkataan adalah ucapan Rasulullah saw kepada Umar bin Abu Salamah, “Wahai Anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.” (HR Bukhari no 5061)


Sementara contoh hadits yang berupa perbuatan adalah ketika seseorang bertanya kepada Utsman bin Affan ra tentang wudhu. Maka Utsman mengambil air dengan tangannya lalu mencuci telapak tangannya tiga kali, lalu dia memasukkan air ke dalam mulut dan hidung, lantas mencuci wajahnya tiga kali, … dan seterusnya. (HR Bukhari no 162)
Apa Itu Hadits Taqririyah Menurut Para Ulama
Selanjutnya apa itu hadits taqririyah? Hadits penetapan (taqririyah) adalah diamnya Nabi Muhammad saw dan beliau tidak mengingkari suatu perkataan atau perbuatan dari para sahabat. Diamnya beliau merupakan dalil akan kebolehannya karena Rasulullah saw tidak pernah membiarkan kemungkaran.
Dari segi dalil, hadits ini sama kuatnya dengan perkataan atau perbuatan Rasulullah saw sendiri. Persetujuan beliau adalah kebenaran yang wajib diikuti. Nabi Muhammad saw tidak berkata atau berbuat berdasarkan hawa nafsu. Setiap perkataan dan perbuatan beliau terbimbing wahyu.
Bagaimana jika hadits taqriri bertentangan dengan hadits qauli atau fi’li? Maka yang lebih kuat adalah hadits qauli dan fi’li. Jadi hadits taqriri kedudukannya lebih lemah daripada hadits perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad saw.
Contoh-contoh Hadits Taqririyah
Setelah memahami tentang hadits ini, Sobat Cahaya Islam perlu juga mengetahui contoh-contohnya. Contoh hadits ini yakni:
1. Hadits taqririyah atas perkataan sahabat
Mu’awiyah bin Al-Hakam menjumpai Rasulullah saw bersama budak wanita yang ingin dia bebaskan. Rasulullah saw bertanya kepada budak wanita tersebut, “Ada di manakah Allah?”
Budak tersebut menjawab, “Di langit.”
Rasulullah saw membiarkan perkataan budak itu. (HR Muslim, 5/24)
2. Hadits taqririyah atas perbuatan sahabat
Nabi Muhammad saw membiarkan orang-orang Habasyah menarikan tarian perang di dalam masjid pada hari raya. Kejadian itu berlangsung bukan dalam latihan perang atau persiapan menghadapi musuh. (HR Muslim no 892)


3. Hadits atas sesuatu yang terjadi saat Rasulullah saw tidak menyaksikannya
Nabi Muhammad saw mengirim pasukan untuk berperang dan pemimpinnya selalu membaca Surat Al-Ikhlas saat mengimami shalat. Ketika pasukan kembali, para sahabat menyampaikan kepada Rasulullah saw tentang pemimpin tersebut.
Rasulullah saw lantas bersabda, “Bertanyalah kepadanya mengapa dia berbuat demikian.”
Para sahabat kemudian menemui orang tadi dan bertanya kepadanya. Orang tersebut lantas menjawab, “Karena surat tersebut berisi tentang sifat-sifat Ar-Rahman dan aku suka membacanya dalam shalat.”
Ketika hal ini sampai kepada Rasulullah saw, beliau bersabda, “Kabarkan padanya bahwa Allah menyukainya.”
Demikian pembahasan mengenai apa itu hadits taqririyah beserta contoh-contohnya. Semoga semakin memperluas pengetahuan kita tentang hadits.































