Anak Anggota DPR Edward Tannur Jadi Pelaku Pembunuhan, Ini Cara Mendidik Anak

0
1385
Anggota DPR Edward Tannur

Anggota DPR Edward Tannur – Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak salah satu pejabat pemerintahan kembali terjadi. Kali ini yang menjadi pelaku utama adalah seorang anak dari anggota DPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).

Siapa Anggota DPR Edward Tannur?

Edward Tannur merupakan anggota DPR dari fraksi PKB dengan masa jabatan 2019-2024 mewakili Provinsi NTT. Namun, sebelum masa jabatannya habis, ia harus rela dicopot dari dari empuknya kursi dewan oleh partainya.

Penyebab Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB melakukan tindakan ini adalah anak Edward Tannur melakukan penganiayaan berat hingga korbannya meninggal.

Kronologi Penganiayaan yang Dilakukan Anak Anggota DPR Edward Tannur

Anaknya yang bernama Gregorius Ronald Tannur (31 tahun) terbukti telah melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita bernama Dina Sera Afrianti (29 tahun). Diketahui, bahwa wanita dengan status janda beranak satu tersebut merupakan pacar dari Ronald Tannur.

Kejadian penganiayaan bermula ketika keduanya pulang dari tempat hiburan malam di bilangan Surabaya. Berdasarkan CCTV, Ronald menganiaya Dini di parkiran mobil. Penganiayaan yang berujung kematian pacarnya membuatnya ia dibekuk oleh petugas kepolisian. Kini ia terancam hukuman maksimal 12 tahun.

DPP PKB Mencopot Edward Tannur dari Kursi DPR RI

Peristiwa penganiayaan tersebut tentu saja membuat heboh media sosial. Apalagi jika melihat fakta bahwa pelaku ternyata anak dari seorang anggota DPR. Sontak, banyak netizen yang mengecam tindakan pelaku.

Kabar ini dengan cepat langsung didengar oleh DPP PKB. Mengetahui ada anak dari salah satu anggota partai melakukan tidak kekerasan, PKB segera berencana untuk mencopot anggota DPR Edward Tannur dari DPR.

Tindakan yang dilakukan PKB kepada salah satu anggotanya dinilai sudah tepat. Berdasarkan pernyataan dari DPP PKB, tindakan untuk menonaktifkan Edward bertujuan agar yang bersangkutan bisa fokus dalam menyelesaikan masalah yang dialami anaknya.

Cara Ayah Mendidik Anak secara Islami

Sobat Cahaya Islam, dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran tentang bagaimana seharusnya seorang ayah mendidik anaknya. Islam sendiri mengajarkan kepada kita cara-caranya.

1. Jadilah Teladan yang Baik bagi Anak

Ada pepatah “Buah kelapa jatuh tidak jauh dari pohonnya”, artinya kurang lebih perilaku seorang anak tidak jauh dari orangtuanya. Orangtua mempunyai peran yaitu mendidik akhlak anaknya.

Anggota DPR Edward Tannur

Tentu saja untuk membuat akhlak anak menjadi baik harus dimulai dari orangtuanya, yaitu ayah dan ibu. Anak cenderung selalu meniru apa yang dia lihat, terutama perilaku orangtuanya. Jika orangtuanya selalu berkelakuan baik maka anak juga akan mengikutinya. Jadi, mulailah membentuik akhlak anak dari perilaku kita sebagai orangtuanya.

2. Ajarkan Ilmu Agama

Agama menjadi faktor penting dalam membentuk karakter seseorang. Sobat Cahaya Islam tentu pernah melihat bagaimana perilaku teman yang didikannya agamanya kuat dengan yang tidak. Anak yang kurang pemahaman ilmu agamanya cenderung berperilaku seenaknya, bahkan keluar dari batasan syariat.

“Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6297).

Jelas di sini peran orangtua sangat krusial dalam mengajarkan ilmu agama kepada sang anak. Jadi, bekali anak dengan ilmu agama supaya mereka hidup sesuai aturan-aturan syariat agama. Orang yang memiliki akidah akan takut berbuat maksiat karena itu melanggar hukum Allah.

3. Latih Anak untuk Bertanggungjawab

Orangtua hendaknya melatih anaknya untuk bertanggungjawab sejak kecil. Sobat Cahaya Islam yang sudah mejadi orangtua bisa menerapkan aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar oleh si anak. Jika anak ternyata melanggar, maka sebagai orangtua Sobat harus memberinya konsekuensi dari tindakannya. Entah itu berupa hukuman, atau lainnya.

Anggota DPR Edward Tannur

Surat Al Muddassir Ayat 38

كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ

Artinya: Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya.

Melatih anak untuk bertanggungjawab pada apa yang telah mereka lakukan sangat bagus untuk pembentukan akhlaqul karimah. Saat tumbuh dewasa mereka sudah terbiasa jika mereka melakukan hal buruk, maka mereka juga aka menerima ganjaran atau konsekuensi dari apa yang telah dilakukannya.

Dari kasus anak anggota DPR Edward Tannur, kita bisa belajar bahwa mendidik anak adalah tugas utama orangtua. Mendidik anak seperti halnya menanam padi, jika kita menanam dan merawatnya dengan benar, maka kemuliaan yang akan orangtua dan anak rasakan. Namun jika tidak, maka orangtua dan anak akan menerima kesengsaraan di dunia maupun di akhirat. Na’udzubillah min dzalik.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY