Contoh Akhlak Qabihah dan Perbedaannya dengan Akhlak Terpuji

0
3398
akhlak qabihah

Akhlak Qabihah – Salah satu tugas Nabi Muhammad adalah memperbaiki akhlak serta mengajarkan cara berperilaku yang mulia. Selain memahami akhlak terpuji, Sobat Cahaya Islam juga wajib mempelajari akhlak qabihah. Qabihah atau sering disebut juga akhlak mazmumah ini harus dihindari seorang muslim. 

Memahami Pengertian dan Contoh Akhlak Qabihah

Akhlak adalah budi pekerti dan berbeda dengan etika atau moral. Budi pekerti menggunakan Al Quran dan Hadis sebagai dasar untuk menentukan apakah perbuatan tersebut baik atau buruk. Jika etika sebagai penentu nilai perbuatan baik atau buruk berdasarkan akal pikiran rasio, maka berbeda dengan moral. 

Moral menentukan baik atau buruknya perbuatan berdasarkan norma yang ada di masyarakat. Dalam Islam, qabihah adalah akhlak yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama Islam. Jenis akhlak ini harus Sobat Cahaya Islam hindari karena akan mendatangkan mudharat. 

Contoh Akhlak Tercela

Akhlak tercela ini harus Anda hindari karena dibenci oleh Allah SWT. Berikut ini contoh akhlak qabihah yang wajib Sobat Cahaya Islam hindari:

1. Berkata yang Tidak Penting

Salah satu contoh akhlak tercela yaitu berkata hal yang tidak bermanfaat. Sebaiknya Anda menghindari kata-kata bualan dan membicarakan perkara yang lalai, seperti mencaci orang lain, memfitnah dan banyak lagi. Contoh perbuatan akhlak tercela ini terdapat pada surah An Nisa ayat 114. 

2. Marah

akhlak qabihah

Marah termasuk akhlak qabihah yang bermula dari sikap kurang sabar dalam menghadapi keadaan. Orang yang suka marah selalu didorong oleh pengaruh setan sebagai perusak iman manusia. 

3. Terlalu Menyayangi Harta

Terlalu menyayangi harta benda juga termasuk akhlak qabihah. Seseorang memiliki harta dan bergelimang kemewahan, namun membawanya ke sifat pelit, tamak dan bakhil. Hadits HR Tirmidzi nomor 1885 menyebutkan bahwa:

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ – رضى الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم -{ خَصْلَتَانِ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي مُؤْمِنٍ: اَلْبُخْلُ, وَسُوءُ اَلْخُلُقِ } أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَفِي سَنَدِهِ ضَعْفٌ

Hadits tersebut menerangkan bahwa dua perangai yang harus dihindari seorang mukmin yaitu pelit dan akhlak buruk. 

4. Ghibah

akhlak qabihah

Ghibah atau bergunjing merupakan perbuatan membicarakan keburukan orang lain. Bergunjing termasuk akhlak tercela dan pelakunya akan mendapatkan dosa besar. Larangan tentang ghibah dapat ditemukan pada HR Abu Daud nomor 4878:

لما عٌرج بى مررت بقوم لهم اظفار من نحاس يخمشون وجوههم و صدورهم فقلت :من هؤلاء يا جبريل؟ قال: هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس و يقعون فى أعراضهم

Hadis tersebut menjelaskan bahwa pelaku ghibah sama saja dengan memakan daging manusia dan melecehkan kehormatan mereka sendiri. 

5. Ujub

Perbuatan ujub merupakan akhlak tercela yang erat kaitannya dengan riya. Ujub berarti merasa memiliki kelebihan, sehingga bersikap sombong dan angkuh.

Perbedaannya dengan Akhlak Terpuji

Perbedaan mendasar antara akhlak qabihah dan akhlak terpuji sangatlah jelas. Akhlak mahmudah atau terpuji harus dimiliki oleh setiap muslim. Contoh akhlak terpuji antara lain:

  • Jujur
  • Sabar
  • Rendah hati
  • Dermawan
  • Sopan
  • Gigih
  • Adil
  • Bijaksana
  • Lembut
  • Santun
  • Tawakal

Jika seorang muslim memiliki akhlak terpuji maka kehidupan sehari-hari akan lebih tenang. Selain itu, ganjaran dari akhlak terpuji adalah pahala. Berbeda dengan akhlak tercela yang ganjarannya adalah dosa karena perbuatannya dibenci oleh Allah SWT. 

Memahami akhlak qabihah justru akan membantu Sobat Cahaya Islam bisa menghindarinya. Sebab, perbuatan tercela sangat dibenci Allah. Selalu mengedepankan akhlak terpuji akan membuat kehidupan menjadi tenang. Selain itu, akhlak terpuji juga akan menghadirkan pahala bagi siapa saja yang mengamalkannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY