Setiap manusia memiliki kebutuhan primer yang harus dipenuhi, salah satunya adalah kebutuhan akan makanan. Saat ini, terdapat berbagai macam tujuan seseorang mengkonsumsi makanan, seperti supaya tidak lapar, untuk mencukupi kebutuhan zat gizi dalam tubuh, untuk memenuhi kepuasan, atau bahkan hanya untuk mengulasnya seperti yang biasa disebut foodblogger. Kita dapat menemukan makanan diberbagai tempat misalnya seperti dipusat keramaian/pasar, di festival jajanan makanan, dan juga di pesta pernikahan.
Banyaknya makanan yang disajikan tetapi minimnya tempat yang dapat digunakan untuk makan dengan baik membuat banyak dari kaum mislimin mengesampingkan adab makan dan minum yang dianjurkan. Banyak kaum muslimin yang mengetahui adab makan dan minum tetapi tidak menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Islam Ajarkan Adab Makan dan Minum
Menurut kaidah ajaran islam, menerapkan adab makan dan minum memberi kita manfaat yang baik dalam mencegah masalah kesehatan yang mengganggu tubuh kita disebabkan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi. Cara makan minum yang salah biasa diterapkan kaum muslimin secara sadar maupun tidak sadar. Makan sambil berdiri, berbicara dan tertawa terbahak-bahak saat makan bersama teman, minum dengan tangan kiri, meniup makanan yang panas karena tergesa-gesa, hal itu sering terjadi di sekeliling kita, bahkan kita sendiri juga belum menerapkan adab makan dan minum sesuai petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Membaca Basmallah adalah yang Pertama & Utama
Yang pertama kali harus kita lakukan saat akan menyantap makanan yaitu membaca basmalah. Hal itu karena dengan membaca basmalah, kita telah menghalangi syaitan untuk makan bersama dengan kita. Umar bin Abi Salamah bercerita, saat beliau kecil dan masih dalam asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tangannya bergerak-gerak diatas nampan saat makan. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ. فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ
“Wahai anakku, bacalah “bismillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Selanjutnya seperti itu cara makanku setelah itu. (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022).
Lalu bagaimana jika kita lupa mengucapkan basmalah, padahal kita sudah menyantap setengah makanan kita? Kita dapat membaca bacaan berikut ketika kita ingat,
بِسْمِ اللَّهِ في أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
”Dengan nama Allah di awal dan dia akhir”
Bacaan basmalah begitu penting diucapkan sebelum makan. Maka dari itu janganlah kita melalaikannya.
Adab Menggunakan Tangan kanan Ketika Makan
Adab makan dan minum kedua adalah diwajibkan untuk seorang muslim untuk menggunakan tangan kanan saat makan dan minum dan disunahkan untuk makan dengan menggunakan 3 jari. Makan menggunakan tangan telah diketahui lebih baik dan bermanfaat bagi tubuh dibandingkan dengan makan menggunakan sendok. Hal ini dikarenakan, adanya enzim RNase yang banyak terdapat pada ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Enzim ini berfungsi untuk menghambat aktivitas bakteri yang masuk pada sistem pencernaan saat kita makan.
Namun, hal lain yang harus diingat adalah mencuci tangan sebelum makan. Menurut penjelasan dari Imam Al-Ghazalli dalam kitabnya yang berjudul Ihya’ Ulumiddinnya, cara makan dapat dilihat dari 4 sisi yang berbeda yaitu, makan dengan 1 jari dapat membuat kita terhindar dari sifat mudah marah, makan dengan 2 jari menghindarkan kita dari sifat kesombongan, makan dengan 3 jari menghindarkan kita dari penyakit lupa dan makan dengan menggunakan 4 dan 5 jari menghindarkan kita dari kerakusan.
بشمالِهِ يأكلُ الشَّيطانَ فإنَّ . بيمينِهِ فليشربْ شرِبَ وإذا . بيمينِهِ فليأكلْ أحدُكُم أَكَلَ إذا
بشمالِهِ ويشربُ
“jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020).
Jangan Bersandar Ketika Makan
Adab makan dan minum ketiga adalah makan dengan tidak bersandar. Kenapa tidak boleh makan sambil bersandar? Hal ini tentu sangat berhubungan dengan kesopanan seseorang saat makan. Gaya makan bersandar ini adalah gaya yang dilakukan raja lalim di zman jahiliyah saat itu, raja yang makan sambil bersandar dan menyilangkan kedua kaki/paha didepan tubuhnya. Disisi lain, posisi bersandar juga membuat kita lebih lama merasa kenyang karena saat bersandar ukuran lambung kita akan memelar dari biasanya. Karena itu makan dengan posisi bersandar dinilai makruh. Abu Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada di dekat beliau,
لاَ آكُلُ وَأَنَا مُتَّكِئٌ
“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.” (HR. Bukhari no. 5399).
Adab Tidak Boleh Mencela Makanan
Adab makan dan minum selanjutya adalah tidak mencela makanan. Apapun makanan yang diberikan atau disajikan untuk kita, sebaiknya kita tidak mencela makanan tersebut, apalagi kita tahu bahwa makanan tersebut makanan yang halal. Saat kita melihat makanan/ hidangan didepan kita, hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pertama kali adalah bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala, yaitu dengan mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Jika kita tertarik dengan makanan yang disajikan maka makanlah makanan tersebut, akan tetapi jika kita tidak tertarik dengan makanan tersebut maka tidak perlu memakannya dan jangan membicarakan kekurangan makanan tersebut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu beliau berkata,
ما عاب رسول الله صلى الله عليه وسلم طعاما قط إ ن اشتهاه أكله وإن كرهه تركه
“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau berselera beliau memakannya. Jika beliau tidak suka beliau membiarkannya.” (HR. Bukhari No. 5409 dan Muslim No. 2064)
Adab tentang Makanan Panas dan Meniupnya
Selanjutnya adapula adab makan dan minum yang menganjurkan kita untuk tidak memakan makanaan yang masih panas dan dianjurkan pula untuk tidak meniup makanan. Saat kita merasa sangat lapar atau sedang tergesa-gesa dan melihat ada makanan yang dihidangkan di depan kita, biasanya banyak dari kita yang tanpa ragu mengambil makanan tersebut dan menyantapnya, bahkan adapula yang meniupnya karena makanannya masih panas. Hal ini harus dihindari tentunya bagi kita kaum muslim yang menginginkan kesehatan selalu bersama kita.
Dalam agama islam menganjurkan untuk menunggu makanan yang masih panas hingga dingin sebelum dimakan. Manfaat yang didapat dari menunggu makanan hingga dingin adalah dapat melatih kesabaran kita, karena walaupun kita merasa sangat lapar kita harus menunggu makanan panas tersebut hingga dingin.
Disisi lain, meniup makanan juga dapat menimbulkan beberapa masalah seperti bakteri yang terdapat dalam mulut kita akan berpindah ke makanan yang kita tiup, dan makanan menjadi kotor, hal selanjutnya yang terjadi adalah ketika makanan tersebut kita telan bakteri itu akan masuk kedalam tubuh kita lagi. Selain itu meniup makanan membuat bau yang bercampur antara bau makanan dengan bau mulut.
Terdapat keberkahan bagi kita kaum muslimin yang menyantap makanan dingin karena menurut hadis Dari Asma binti Abu Bakr, “sesunguhnya beliau jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya” [HR Hakim no 7124]. Tentunya menyantap makanan yang sudah dingin itu lebih nikmat daripada menyantap makanan yang panas tetapi membakar lidah kita. Setelah membaca beberapa uraian mengenai adab makan dan minum di atas yang tertulis jelas berdasarkan hadis, apakah kalian kaum muslimin masih mau mengesampingkan hal-hal kecil tersebut?































