Transfusi Darah dari Non-muslim, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

0
278
Transfusi-Darah-dari-Non-muslim

Transfusi Darah dari Non-muslim – Mendonorkan darah maupun menerima donor darah sering terjadi dalam dunia medis. Sedangkan transfusi darah adalah prosedur pemberian darah kepada pasien yang membutuhkan. Pada dasarnya, hal ini hukumnya boleh dalam Islam. Tapi, bagaimana jika kasusnya adalah non-muslim yang mendonorkan darahnya kepada seorang muslim?

Hukum Donor Darah

Donor darah termasuk perbuatan menolong sesama manusia. Dalam hal ini, Allah berfirman melalui Al-Qur’an:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa melakukan kebaikan sekecil apapun, ia akan mendapatkan pahalanya.” (1)

Selain itu, Rasulullah juga bersabda:

وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (2)

Tentu saja, donor darah adalah kebaikan yang besar dan bentuk menolong orang lain. Artinya, orang yang mendonorkan darahnya akan mendapatkan pahala dan Allah juga akan senantiasa menolong pendonor tersebut dalam berbagai urusannya. Meski begitu, tidak boleh bagi seseorang untuk menjual darahnya demi mendapatkan imbalan.

Hukum Menerima Transfusi Darah

Dalam Islam, meminum darah hukumnya haram. Sebenarnya, transfusi darah juga memiliki kesamaan dengan minum darah, yakni memasukkan darah ke dalam tubuh. Jadi dalam kondisi normal, hal tersebut juga hukumnya haram. Akan tetapi, menjadi boleh jika dalam keadaan darurat.

Pasalnya, jika seorang pasien kehilangan banyak darah, maka ia harus segera mendapatkan transfusi darah. Jika tidak, maka akan membahayakan kondisinya. Oleh karena itu, hukum menerima transfusi darah yang sesuai dengan anjuran dokter adalah boleh.

Bolehkah Menerima Transfusi Darah dari Non-muslim?

Jika pendonor dan penerima darah adalah sesama muslim, tidak ada keraguan bahwa hal itu hukumnya boleh. Tapi, bagaimana jika pendonor darah tersebut adalah non-muslim sedangkan pasien yang akan dapatkan transfusi darah adalah seorang muslim?

Dalam Islam, manusia tidaklah Najis, baik muslim maupun non-muslim. Lalu, bagaimana dengan ayat:

إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

“Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis.” (3)

Maksud dari ayat di atas bukanlah bahwa orang non-muslim Najis jika disentuh. Namun, Maksudnya adalah bahwa akidah mereka yang Najis (kotor). Jadi, badan manusia baik itu muslim atau bukan tetaplah tidak Najis.

Begitu juga dengan keringat, ludah, bahkan darahnya, semuanya juga tidak Najis. Dari sini, para ulama berpendapat bahwa menerima donor darah dari non-muslim hukumnya boleh. Begitu juga sebaliknya, seorang muslim boleh mendonorkan darahnya kepada non-muslim. Wallahu a’lam.


Referensi:

(1) Q.S. Az-Zalzalah Ayat 7

(2) Arbain Nawawi Hadits 36

(3) Q.S. At-Taubah Ayat 28

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY