Ada Apa di Balik Mega Sinetron Suara Hati Istri Zahra?

0
60
suara hati istri Zahra

Suara Hati istri Zahra – Beberapa hari yang lalu, drama melankolis Suara Hati istri Zahra sempat viral karena salah satu adegannya. Walaupun drama tersebut telah mengantongi keabsahan dari KPI, nampaknya terdapat makna tersirat yang berdampak buruk pada mental remaja. Tentu, hal ini perlu disoroti sebab media menjadi salah satu produksi besar dalam mempengaruhi pemikiran ummat.

Sobat Cahaya Islam, tayangan Suara Hati Istri Zahra menjadi tayangan primadona bagi sebagian millenial di Indonesia. Sebenarnya Islam tidak memberikan pelarangan secara mutlak bagi yang menonton televisi. Sebab, hal tersebut dihukumi sebagai sesuatu yang mubah.

Bagaimana Umat Merespon Pesan Drama Suara Hati istri Zahra?

suara hati istri Zahra

Sobat Cahaya Islam, perlu diketahui bahwa alur sederhana dari drama tersebut yakni kebahagiaan seorang remaja SMA yang harus direnggut lantaran tidak berdaya secara ekonomi.

Dari hal tersebut, takdir mempertemukannya dengan seorang pria dewasa kaya raya yang tertarik untuk menikahinya. Namun, sebagaimana khasnya drama ini, yakni berfokus pada tipikal suami yang dominan dan melakukan kekasaran pada istrinya. Padahal, pada dasarnya menikah merupakan syariat yang dianjurkan. Hal ini sesuai dengan dalil Allah SWT dalam Al Qur’an dalam suratAn Nuur ayat 32 yakni :

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ 

Artinya : Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

Kendati drama tersebut hanya sebagai karangan belaka, namun secara tidak langsung telah menggambarkan kehidupan pernikahan antar seseorang yang berjarak usia belasan tahun. Selain itu, hal ini menjadi inidkasi bahwa pernikahan kehidupan sekarang bisa terjadi dalam kenyataan.

suara hati istri Zahra

Padahal secara hukum asal, Islam tidak mempermasalahkan ikatan pernikahan yang terpaut jauh usianya. Hal ini pun telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan Bunda Aisyah RA yang kala itu baru berusia 9 tahun.

Namun, usia Bunda Aisyah yang masih belia jangan disamakan dengan kondisi generasi sekarang. Sebab, walaupun masih terbilang sangat dini, namun pemikiran dan kecerdasan yang dimiliki sudah selayaknya manusia dewasa di masa sekarang.

Jika umat gemar membaca Sirah Nabawiyah khususnya di kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW dan bunda Aisyah RA tentu tidak didapati kasus kekerasan seperti kondisi film sekarang. Bahkan, Rasulullah SAW pun juga mengajarkan tidak ada diskriminasi gender antara tugas istri dan suami. Masih belum bisa dipahami korelasinya bagaimana? Mari dianalisis sederhana.

Jika umat senantiasa disuguhkan dengan gambaran tayangan drama ala sekarang yang seakan – akan selalu menjadikan pihak laki – laki sebagai pihak dominan, tentu saja hal ini akan mencekoki generasi calon pemimpin melakukan diskriminasi gender terhadap perempuan, terutama istrinya. Padahal dalam Islam, tugas istri dan suami itu seimbang bahkan bisa saling dikomunikasikan.

Selain itu, gambaran kekerasan dalam bentuk tamparan dan membentak sehingga menciptakan ketakutan serta kepatuhan istri kepada suami, secara tidak langsung akan mendidik generasi calon pemimpin untuk melazimi hal tersebut. Padahal, ketundukan dan kepatuhan harusnya datang dari kerelaan hati.

Sehingga, sudah selayaknya tayangan sekarang juga mencoba untuk memikirkan dampak positif dan negatifnya bukan hanya dari sisi mateial belaka, namun sisi edukasi. Sebab, tidak bisa dinafikkan bahwa sebagian fokus generasi lebih cenderung nyaman dan bahagia bila tayangan TV yang menemaninya, bukan buku.

Ummat akan sangat merugi, bila dikemudian hari generasi menjadi penjiplak para aktor idola yang memerankan drama favoritnya dibandingkan kisah heroik perjuangan Rasulullah dan para sahabat.

Nah, Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan mengenai pandangan Islam tentang drama Suara Hati Istri Zahra yang perlu dikaji lebih dalam. Jangan sampai generasi jadi penjiplak karakter yang tak seharusnya diajarkan dalam Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY