Abimana Sering Dibully? Inilah Hukumnya dalam Islam tentang Bullying

0
44
Abimana

Abimana – Beberapa hari ini, media sedang gencar dengan pemberitaan dari artis laga terkenal yakni Abimana Aryasatya. Ternyata, di balik peran bijaksananya dalam memainkan film terdapat kisah sedih yang tak banyak diendus publik. Salah satunya yakni kisah bullying yang pernah diterima kala awal kali merintis karir.

Sobat Cahaya Islam, kasus bullying yang dialami oleh Abimana bukanlah hal yang langka. Sebagian besar umat muslim mengalaminya baik sebagai korban maupun pelakunya. Trend bullying sendiri semakin booming dan malah mewabah dalam dunia digital.

Bagaimana Umat Menyikapi Kasus Bullying yang Serupa dengan Abimana?

Abimana

Bullying adalah tindakan penyiksaan seseorang baik secara verbal maupun non-verbal kepada lawannya. Biasanya hal ini terjadi karena trauma atau terikut dengan arus pergaulan bebas ala sekarang.

Tidak hanya di tingkat kalangan anak – anak saja, bahkan hal ini juga dilakukan oleh orang dewasa. Korban bullying akan terdampak secara fisik, bahkan psikologis. Bisa saja korban bullying akan menjadi pelaku bullying di masa depan.

Sebagai umat Islam, dakwah tentang “hentikan bullying” harus digencarkan. Jika dakwah secara lisan masih belum dapat dipahami, maka tindakan dengan melibatkan aparat penegak hukum diperlukan. Dampak psikologis dari bullying sendiri dapat memberikan efek negatif pada keyakinan terhadap Allah SWT.

Selain itu bagi si pelaku kasus bullying juga menyebabkan si pelaku mendapatkan dosa. Bahkan jika korban tak memaafkannya, bisa saja hal ini akan menjadi batu sandungan bagi si pelaku untuk menuju ridho Allah SWT. Sungguh sangat disayangkan bukan?

Rasulullah SAW Mengajarkan Berlemah Lembut Terhadap Sesama

Abimana

Teladan terbaik yang dimiliki kaum muslimin hingga akhir zaman adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan umat muslim untuk senantiasa berlembah lembut terhadap sesama.

Lemah lembut adalah lawan dari bullying. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasullullah SAW bahkan kepada para musuhnya. Dalam Sirah Nabawiyah diceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan suatu amalan yang dilakukan secara terus menerus yakni menyuapi pengemis Yahudi yang buta. 

Seperti yang diketahui, di awal masa kemunculan Islam, orang Yahudi sangat membenci Rasulullah SAW termasuk pengemis buta tersebut. Namun Rasulullah SAW memperlakukannya dengan lemah lembut.

Hal ini sesuai dengan ayat alquran yakni :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الله لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ القلب لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159).

Ketika Rasulullah SAW wafat, amalan inipun dilanjutkan oleh Khalifah Abu Bakar Ash – Shiddiq. Teladan ini pun akhirnya juga dicontoh oleh generasi setelah masa Rasulullah SAW. Oleh karena itu, sangat penting berlaku lemah lembut terhadap sesama muslim bukanlah suatu perkara kebaikan saja melainkan ajaran yang harus diamalkan.

Boleh jadi, di masa depan orang yang ditolong akan menjadi penolong. Sehingga, amalan ini sebenarnya adalah sebuah kebeemanfaatan bagi kaum muslimin yang senantiasa mengamalkan.

Bagaimana Menghentikan Kasus Bullying?

Sobat Cahaya Islam, terdapat beberapa strategi untuk menghentikan kasus bullying. Di awal, mungkin kasus ini tidak sepenuhnya musnah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan yakni dengan senantiasa memberikan nasehat pada pelaku bullying serta dampak yang dihasilkan. Selain itu, melakukan penyaringan pada tayangan yang menggambarkan bullying.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah penjelasan sederhana mengenai kasus bullying yang dialami Abimana jika dilihat dari sudut pandang Islam. Semoga kasus yang serupa tidak lagi terjadi di negeri yang mayoritasnya adalah orang – orang. Sudah selayaknya, muslim mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY