Istidraj dalam Keluarga dan Penjelasannya Menurut Islam

0
470
Istidraj dalam keluarga

Istidraj dalam keluarga termasuk sebuah kata yang mungkin saja terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, kata tersebut cukup penting untuk Sobat Cahaya Islami pahami.

Istidraj merupakan salah satu bentuk tipu daya dari Allah SWT yang diberikan kepada seseorang, terutama ketika sering melakukan maksiat dan jarang beribadah. Namun, hidupnya terus dilimpahi berbagai kenikmatan.

Istidraj dalam Keluarga

Istidraj dalam keluarga bisa saja terjadi dalam berbagai bentuk kenikmatan. Misalnya saja seperti harta, kekuasaan, dan kedudukan. Manusia seringkali terlena dengan kenikmatan tersebut dan lupa bahwa semuanya merupakan titipan dari Allah SWT.

1. Banyak Sekali Orang yang Terjebak dalam Istidraj

Dalam Al-Qur’an Allah SWT telah mengingatkan :

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh,rencana-Ku sangat teguh.1

Banyak sekali orang yang terjebak dalam istidraj karena mereka merasa bahwa kenikmatan yang didapatkan adalah anugerah memuliakan. Padahal, sebenarnya kenikmatan tersebut hanya sebuah ujian yang harus mereka hadapi.

Istidraj ini dapat membuat manusia lupa kepada Allah SWT dan merasa bahwa mereka tidak membutuhkan-Nya lagi. Istidraj juga akan menipu manusia dengan mengalihkan perhatian mereka dari kebenaran yang sebenarnya.

Bahkan, juga membutakan mereka terhadap bahaya mengintai di balik kenikmatan yang mereka rasakan. Contoh dari Istidraj dalam kehidupan sehari-hari yaitu saat seseorang yang gemar melakukan maksiat, namun hidupnya terus mendapatkan kenikmatan.

Istidraj dalam keluarga

Seseorang yang tidak sholat, namun tetap merasa hidupnya tersebut baik-baik saja. Semua contoh-contoh tersebut merupakan tanda-tanda Istidraj dari Allah SWT yang bisa menjadi jebakan.

Oleh karena itu, Sobat Cahaya Islam harus selalu beribadah dan menghindari maksiat. Hal ini agar tidak terjebak dalam Istidraj.

Apabila seseorang terjebak dalam Istidraj. maka ia juga akan merasa senang dan nyaman dengan kenikmatan dunia yang Allah SWT berikan. Meskipun ia jarang atau bahkan tidak pernah beribadah.

Hal ini bisa saja membuat seseorang semakin jauh dari Allah SWT dan semakin gemar dalam berbuat maksiat.

2. Allah akan Mencabut Seluruh Kesenangan mereka Termangu dalam Penyesalan

Seseorang yang terjebak dalam Istidraj juga akan merasa hidupnya lancar-lancar saja.

Namun, sebenarnya ia sedang diuji oleh Allah SWT. Istidraj ini dapat membuat seseorang lupa akan hakikat hidupnya dan tidak menyadari akibatnya.

Hingga pada saatnya Allah akan mencabut seluruh kesenangan mereka termangu dalam penyesalan yang terlambat. Sebagaimana firman Allah SWT :

Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” 2

Oleh karena itu agar terhindar dari istidraj, Sobat Cahaya Islam perlu meningkatkan keimanan dengan selalu beribadah dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Selain itu, juga perlu berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan hidayah dan perlindungan dari segala bentuk ujian, termasuk Istidraj dalam keluarga.


  1. (QS. Al-‘Araf [7]: 182-183) ↩︎
  2. (QS. Al-An’am: 44) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY