Pentingnya Rasa Malu dalam Islam

0
920
Pentingnya Rasa Malu

Pentingnya Rasa Malu – Umumnya, rasa malu terjadi karena keberadaan orang lain. Namun, akan lebih bagus lagi jika seseorang tetap memiliki rasa malu meski tanpa keberadaan orang lain. Hal ini bisa terjadi jika ia merasa diawasi oleh Allah. Selain itu, rasa malu juga berkaitan dengan rasa bersalah. Jika seseorang sudah tidak punya rasa malu, maka ia bisa berbuat apa saja tanpa kendali. Itulah kenapa rasa malu sangat penting dalam agama Islam.

Rasulullah Sangat Pemalu

Nabi Muhammad sebagai Nabi akhir zaman punya semua sifat baik. Salah satunya adalah pemalu. Bahkan, kitab Al-Barzanji mengisahkan bahwa Rasulullah adalah ‘sayyidal haya’, yakni sangat pemalu.

Maksudnya, Rasulullah memiliki rasa malu kepada orang lain sehingga tidak mau menampakkan apa yang tidak boleh ditampakkan ke orang lain seperti aurat. Selain itu, beliau juga memiliki rasa malu kepada Allah sehingga tidak mau melakukan perbuatan dosa sekecil apapun.

Jika seseorang sudah memiliki rasa malu kepada orang lain dan kepada Allah, artinya ia memiliki kekuatan iman yang sangat besar. Dan rasa malu itulah yang akan membentengi dirinya dari godaan-godaan setan untuk berbuat dosa.

Pentingnta Rasa Malu: Malu Bagian dari Iman

Dalam sebuah hadits dari Abdullah ibnu Umar, Nabi Muhammad bersabda:

 فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإِيمَانِ

“Sesungguhnya rasa malu adalah bagian dari iman.” (1)

Memang, jika kita beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para Rasul, hari kiamat, dan takdir, sudah seharusnya kita punya rasa malu. Pasalnya, Allah Maha Melihat, para malaikat senantiasa siap mencatat amal perbuatan kita, kitab-kitab Allah melarang manusia berbuat buruk, para Rasul memberikan peringatan akan ancaman neraka bagi para pendosa, hari kiamat pasti terjadi, dan takdir Allah tidak dapat kita tolak.

Jika kita percaya itu semua, mungkinkah kita tidak malu jika mencuri, berzina, berbohong, atau berbuat dosa lainnya? Hanya saja, tingkat rasa malu pada manusia berbeda-beda satu sama lain. Semakin kuat iman seseorang, semakin tinggi rasa malunya.

Rasa Malu Mempengaruhi Perilaku Seseorang

Dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar, Nabi Muhammad bersabda:

 إِنَّ الْحَيَاءَ وَالإِيمَانَ قُرِنَا جَمِيعًا، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَرُ‏

“Malu dan iman selalu bersama. Jika salah satunya dicabut, maka yang lainnya hilang.” (2)

Hadits di atas menunjukkan bahwa rasa malu dan iman saling berkaitan. Jika seseorang tidak punya iman atau tidak punya malu, maka kepribadiannya akan rusak. Di sinilah pentingnya pendidikan karakter yang memperhatikan kedua hal di atas, baik di sekolah maupun di rumah.

Jadi, kita sebagai orang tua harus mendidik anak-anak kita agar memiliki perasaan malu dalam arti positif sehingga tidak berani berbuat yang tidak baik. Mudah-mudahan kita dan keluarga kita semua termasuk umat muslim yang memiliki iman dan rasa malu, sehingga terjaga dari perbuatan maksiat. Aamiin.


Referensi:

(1) Riyad as-Shalihin 680

(2) Al-Adab Al-Mufrad 1313

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY