Pimpinan Pusat IPPNU Gelar Kampanye Dukung Korban Kekerasan 

0
399
Pimpinan Pusat IPPNU

Pimpinan Pusat IPPNU telah menyelenggarakan kampanye bertajuk Peluk dalam Kata untuk Korban Kekerasan pada Ahad (15/12/2024). Acara ini berbentuk fun walk sepanjang area Car Free Day (CFD) dari Sarinah sampai Bundaran HI Jakarta, mulai pukul 06.30 hingga 10.00 WIB.

Selain Jakartah, pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri NU lainnya seperti Sumatera Utara juga turut mengadakan kegiatan serupa di Lapangan Merdeka Medan. Acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian IPPNU terhadap korban kekerasan, khususnya perempuan.

Pimpinan Pusat IPPNU Gelar Kampanye

Whasfi Velasufah selaku Pimpinan Pusat IPPNU mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan emosional. Dukungan tersebut melalui kata-kata yang mampu menyentuh jiwa.

Pelukan secara langsung mungkin terbatas, namun pelukan dalam kata akan menyentuh lebih banyak orang. Hal ini dapat memberikan semangat bagi para korban.

1. Memperkuat Perspektif Korban

Ketua Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP), Senada, Layyinah berharap kegiatan ini dapat memperkuat perspektif korban. Hal ini menjadikan LKPP sebagai ruang aman bagi para penyintas.

IPPNU dan LKPP akan terus mendukung para penyintas dengan kegiatan positif seperti ini.

2. Pesan Dukungan untuk Para Korban Kekerasan

Kegiatan dimulai dengan briefing singkat yang dilakukan oleh Ketua Umum PP IPPNU dan Ketua LKPP pukul 06.30 WIB. Pada pukul 07.00, para peserta memulai berjalan dari Sarinah menuju Bundaran HI. 

Di sepanjang perjalanan, masyarakat sangat antusias ikut berpartisipasi dengan menuliskan pesan dukungan untuk para korban kekerasan.

Pimpinan Pusat IPPNU

Ada lebih dari 80 pesan terkumpul dan ditempelkan sebagai simbol dukungan moral. Salah satu partisipan, yaitu Novel yang merupakan seorang penyintas kekerasan.

Beliau menyampaikan rasa terima kasih, karena Sobat Cahaya Islami ikut merasakan bagaimana beratnya menjadi korban.

3. Pesan akan Dikaji Ulang oleh Para Ahli

Pesan-pesan yang terkumpul ini akan dikaji ulang oleh para ahli dalam Halaqah Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan.

Rencananya akan diselenggarakan pada akhir bulan Desember 2024. Kegiatan tersebut tidak hanya berupaya untuk menciptakan kesadaran akan isu kekerasan terhadap perempuan.

Namun, juga menegaskan betapa pentingnya dukungan bersama dalam membangun lingkungan yang aman dan berpihak pada korban.

4. Luka Mendalam Bagi Bangsa, serta Agama

Ketua PW IPPNU Sumatera Utara, Desy Wulandari juga telah  mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah luka mendalam bagi kemanusiaan, bangsa, serta agama.

Perempuan merupakan tiang negara. Ia adalah ibu yang akan mengajarkan ilmu, anak menjadi harapan, dan saudara setia mendampingi perjuangan. Namun, saat ini masih banyak perempuan yang merasa terpinggirkan, dilukai, bahkan diabaikan hak-haknya.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah IPPNU Sumatera Utara Ayu Lestari juga menyampaikan, Islam telah mengangkat derajat perempuan sejak 14 abad yang lalu.

Rasulullah SAW sendiri bersabda perlakukanlah perempuan dengan baik. Oleh karena itu, sebagai pelajar putri NU harus bisa menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan serta kesejahteraan. Terutama, untuk perempuan di negeri ini.

Pimpinan Pusat IPPNU berharap kampanye ini akan terus berlanjut di masa mendatang bersama pemuda Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY