Peran Ayah dalam Keluarga Menurut Pandangan Islam

0
1077
Peran Ayah dalam Keluarga

Peran Ayah dalam Keluarga – Selain menghormati ibu, seorang anak juga wajib menghormati ayah, sang kepala rumah tangga. Tak berlebihan jika kita mengatakan bahwa ayah merupakan ruh keluarga karena dia tak kenal lelah mencari nafkah untuk keluarganya. Seorang ayah rela mengorbankan jiwa dan raganya agar anak dan istrinya bisa hidup bahagia. Islam sendiri sangat menghargai peran seorang ayah dalam sebuah keluarga.

Peran Ayah dalam Keluarga: Pintu Surga

Kita sudah tidak asing dengan hadits yang mengatakan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. Tapi, sobat Cahaya Islam juga perlu tahu bahwa ayah pun juga merupakan pintu surga, sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits berikut ini:

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَحَافِظْ عَلَى وَالِدَيْكَ أَوِ اتْرُكْ

“Ayah adalah pintu surge yang ada di pertengahan. Maka jagalah kedua orangtuamu (jika mau surga), atau tinggalkan mereka (jika tidak mu surga).” (1)

Maka, jika kita ingin masuk surga, kita tidak boleh hanya berbakti kepada ibu saja, tapi juga kepada ayah. Tentu saja tanpa mengesampingkan ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Engkau dan Hartamu Milik Ayahmu

Pada suatu ketika, ada seorang lelaki yang berbincang-bincang dengan Rasulullah, hingga Rasulullah mengatakan pada lelaki itu:

 أَنْتَ وَمَالُكَ لأَبِيكَ

“Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.” (2)

Hadits ini memberi gambaran bahwa seorang ayah punya jasa besar karena telah membesarkan anaknya. Selain itu, kesuksesan seorang anak juga tak lepas dari pengorbanan ayahnya. Maka, tak ada cara lain untuk membalas kebaikan seorang ayah melainkan dengan berbakti kepadanya.

Terkadang, kita sering memandang sebelah mata peran seorang ayah. Padahal, ia tak kenal lelah membanting tulang untuk menafkahi kita. Maka, jika kita masih punya seorang ayah, jangan sia-siakan dan berbaktilah kepadanya. Jika sang ayah sudah meninggal, jangan lupa untuk mendoakan dan memintakan ampun atas dosa-dosanya kepada Allah.

Dosa Besar Menyakiti Orangtua

Mungkin kita pernah berbuat dosa kecil kepada orang lain. Tapi, tahukah jika perbuatan itu akan menjadi dosa besar jika melakukannya terhadap orangtua kita? Ya, Imam ash-Shn’ani mengatakan:

الْعُقُوقُ أَنْ يُؤْذِيَ الْوَلَدُ أَحَدَ أَبَوَيْهِ بِمَا لَوْ فَعَلَهُ مَعَ غَيْرِ أَبَوَيْهِ كَانَ مُحَرَّمًا مِنْ جُمْلَةِ الصَّغَائِرِ فَيَكُونُ فِي حَقِّ الْأَبَوَيْنِ كَبِيرَةً

“Durhaka kepada orangtua adalah menyakiti orangtua dengan perbuatan yang dianggap dosa kecil jika dilakukan kepada orang lain, tapi dianggap dosa besar (durhaka) jika dilakukan kepada orangtua.” (3)

Jika kita berbakti kepada orangtua, balasannya pun akan kembali ke kita. Selain mendapat pahala di sisi Allah, anak cucu kita juga akan berbakti kepada kita. Mudah-mudahan kita semua termasuk anak yang berbakti kepada orangtua, termasuk ayah. Kita bisa terus berbakti kepada kedua orangtua dari saat mereka masih hidup hingga telah meninggal dunia sekalipun.


Referensi:

(1) Sunan Ibn Majah 2089

(2) Sunan Ibn Majah 2291

(3) Subulus Salam Juz 2 Hal 630

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY