Dampak Flexing Pada Hubungan Sosial, Cegah dan Hindari!

0
450
dampak flexing pada hubungan sosial

Dampak flexing pada hubungan sosial – Sobat Cahaya Islam, tahukan ada dampak flexing pada hubungan sosial ketika Sobat melakukannya, baik secara sadar maupun tidak. Mengingat, dalam era digital yang serba instan ini, seringkali berhadapan dengan berbagai fenomena menarik, salah satunya adalah “flexing“.

Istilah ini merujuk pada tindakan memamerkan harta benda, status sosial, atau pencapaian pribadi secara berlebihan di media sosial. Meskipun terlihat menarik dan mengundang perhatian, namun flexing memiliki dampak negatif yang cukup signifikan, terutama dalam lingkup hubungan sosial.

نَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ ۝٣١

yâ banî âdama khudzû zînatakum ‘inda kulli masjidiw wa kulû wasyrabû wa lâ tusrifû, innahû lâ yuḫibbul-musrifîn

Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.1

Dampak Flexing Pada Hubungan Sosial

Mungkin ada pertanyaan terkait hal tersebut, lantaran dari sisi personal menganggap sah-sah saja untuk melakukannya karena milik pribadi. Akan tetapi, Sobat, mari cek berapa poin di bawah ini sebelum memutuskannya.

1. Menimbulkan Iri Hati dan Dengki

Kebiasaan memamerkan kemewahan dapat memicu perasaan iri hati dan dengki pada orang lain. Dalam pandangan Islam, sikap iri hati ialah penyakit hati yang sangat berbahaya. Selain merusak kedamaian batin, iri hati juga bisa merusak hubungan sosial dan menimbulkan permusuhan di antara sesama manusia.

2. Menjauhkan Diri dari Realita

Ketika seseorang terlalu terpaku pada materi dan status sosial, ia cenderung mengabaikan nilai-nilai kehidupan yang lebih hakiki. Seperti, keikhlasan dalam beramal, kepedulian terhadap sesama manusia, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mengingat, fokus yang berlebihan pada duniawi bisa mengarah pada kesombongan, ketamakan, dan melupakan tujuan hidup yang sebenarnya.

3. Melemahkan Silaturahmi

Kebiasaan memamerkan kekayaan bisa mengakibatkan perasaan minder dan tidak percaya diri pada orang lain. Sehingga merusak hubungan baik antar sesama. Dalam Islam, menjaga silaturahmi adalah perintah yang sangat ditekankan karena memiliki banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.

dampak flexing pada hubungan sosial

4. Dampak Flexing Pada Hubungan Sosial Bisa Menjadi Fitnah

Kebiasaan ini bisa orang anggap sebagai bentuk fitnah, karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama untuk memperoleh harta. Tindakan ini bisa memberikan kesan yang salah bahwa kebahagiaan hanya bisa tercapai melalui kekayaan materi. Padahal, nilai-nilai hidup yang sebenarnya jauh lebih berharga.

5. Melupakan Kebaikan yang Telah Diterima

Orang yang sering flexing cenderung terlena dengan nikmat duniawi sehingga melupakan nikmat yang jauh lebih besar dari Allah SWT. Padahal, dalam agama, diajarkan untuk senantiasa bersyukur atas segala karunia yang ada dan berbagi dengan sesama sebagai bentuk rasa syukur tersebut.

Pandangan Islam tentang Kekayaan

Dalam pandangan Islam, harta ialah sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Harta yang halal dan berkah akan memberikan ketenangan dan kepuasan hati. Akan tetapi, seorang muslim harus selalu ingat bahwa harta hanyalah titipan dan akan kembali kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terikat dengan duniawi dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Sehingga, dampak flexing pada hubungan sosial bisa terhindarkan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝١٣

yâ ayyuhan-nâsu innâ khalaqnâkum min dzakariw wa untsâ wa ja‘alnâkum syu‘ûbaw wa qabâ’ila lita‘ârafû, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum, innallâha ‘alîmun khabîr

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.2

Bagaimana Cara Mengatasi Kebiasaan Flexing?

Demi mencapai ketenangan hati dan hidup yang lebih berarti, mari kita bersama-sama memperkuat keimanan. Melalui keimanan yang kokoh, Sobat akan lebih fokus pada kehidupan akhirat dan tidak terjebak dalam kesenangan duniawi yang fana.

Selain itu, menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat Allah akan membuat hati kita lapang. Oleh karena itu, mari membiasakan diri untuk berbagi rezeki dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Terakhir, Sobat Cahaya Islam hindarilah karena dampak flexing pada hubungan sosial tidaklah baik. Fokuslah pada upaya untuk terus berbuat baik dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Ingatlah bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT.


  1. Surat Al-A’raf Ayat 31 ↩︎
  2. Surat Al-Hajarat ayat 13 ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY