Kasus Agus Buntung Contoh Nyata Fisik Buruk Akhlak Buruk?

0
1261
kasus Agus Buntung

Kasus Agus Buntung – Belakangan ini, sosial media dan seluruh masyarakat Indonesia tengah heboh dengan kasus Agus Buntung. Awalnya masyarakat mengira kasus tersebut merupakan rekayasa dan upaya pengalihan isu. Tetapi belakangan terbukti bahwa Agus merupakan pelaku pelecehan seksual.

Tak tanggung-tanggung, korban Agus buntung sudah mencapai 15 orang. Tentu sangat disayangkan adanya kasus seperti ini yang dilakukan penyandang disabilitas. Mengingat islam juga memuliakan kaum difabel seperti manusia pada umumnya.

Heboh Kasus Agus Buntung

Setelah heboh di seluruh Indonesia, pada akhirnya kepolisian resmi menetapkan Agus buntung tersangka. Mulanya banyak masyarakat yang tak percaya akan status tersebut, mengingat kekurangan yang Agus miliki.

Tetapi setelah penyelidikan dan bukti-bukti yang ada, memang benar ia sudah melakukan aksi kejahatan. Bahkan dalam rekonstruksi, Agus buntung memperlihatkan dengan jelas bagaimana cara ia memperdaya korban.

Pandangan Islam Terhadap Kaum Difabel

Sobat Cahaya Islam, kasus Agus buntung membuat miris siapapun yang mendengarnya. Bagaimana tidak, islam begitu memperjuangkan kesetaraan hak mereka yang berkebutuhan khusus dengan manusia pada umumnya.

Dalam hal ini, Agus buntung termasuk manusia spesial karena memiliki kekurangan yaitu lahir tanpa tangan. Allah SWT memberikan keutamaan yang luar biasa bagi orang-orang seperti itu, di antaranya:

1.     Diangkat Derajatnya

Sobat, keutamaan pertama bagi orang penyandang disabilitas adalah Allah SWT angkat derajatnya. Keutamaan ini akan mereka dapatkan selama mereka bersabar dan menganggap keterbatasan tersebut sebagai ujian dari Allah SWT.

kasus Agus Buntung

Ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

Sungguh seseorang niscaya punya suatu derajat di sisi Allah yang tidak akan dicapainya dengan amal, sampai ia diuji dengan cobaan di badannya, lalu dengan ujian itu ia mencapai derajat tersebut,’” 1

2.     Balasan Surga

Keutamaan lainnya adalah balasan luar biasa berupa surga. Namun balasan itu akan mereka dapatkan dengan catatan selallul bersabar dan tidak mengeluh terhadap keterbatasannya. Nabi Muhammad SAW bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِى بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ

Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan dua kekasihnya (kedua matanya), kemudian ia bersabar, niscaya Aku menggantikan keduanya (kedua matanya) dengan surga.” 2

Agus Buntung : Akhlak Buruk Fisik Buruk

Apabila dilihat dalam kasus Agus Buntung, menggambarkan seperti apa potret manusia dengan fisik terbatas, namun akhlaknya juga termasuk buruk. Padahal islam selaku mengajarkan akhlak adalah cerminan nilai manusia.

kasus Agus Buntung

Pada kasus ini, tampak jelas keterbatasan fisik yang seharusnya sebagai pengingat untuk rendah hati malah disalahgunakan. Bagaimana tidak, keterbatasan tersebut justru menjadi latar belakang terjadinya dugaan manipulasi terhadap korban.

Dalam hal ini, agama tetap memandang bahwa setiap manusia, tetap mempunyai tanggung jawab moral, terlepas dari kondisi fisiknya.  

Kasus Agus pun seharusnya menjadi pengingat penting tentang pembangunan karakter dan akhlak harus selalu menjadi prioritas. Pendampingan psikologis, pendidikan akhlak sedini mungkin, dan penguatan nilai agama bisa menjadi benteng dari perilaku tercela.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang dicap sebagai manusia dengan kesempurnaan secara lahir dan batin, masyarakat sepatutnya berupaya mendekati ideal tersebut. Hal ini agar masyarakat menjadikan akhlak sebagai inti dari kehidupan.

Apabila tidak, maka Sobat hanya akan senantiasa melihat gambaran manusia buruk secara lahiriah dan batin di sekitar. Tentu saja ini meresahkan dan memberikan cap negatif bagi kaum difabel yang seharusnya manusia sayangi.

Sobat Cahaya Islam, walaupun kasus Agus Buntung meresahkan, sepatutnya Sobat tidak mencap kaum difabel sama buruknya. Sobat memang terus berhati-hati dan membentengi diri serta keturunan dengan agama yang kuat seperti apapun rupa fisiknya.


  1. (HR Abu Dawud no. 2686) ↩︎
  2. (HR. Bukhari no. 5653) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY