Warga LDII Menganggap Kafir Orang Di luar LDII? benarkah?

62
6746
Kafir Orang Diluar LDII

Organisasi Islam NewsAssalamu’alaikum Sobat Cahaya Islam, beberapa waktu lalu ada orang yang bertanya benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII? Menanggapi pertanyaan tadi, simak ulasan berita islam berikut ini yuk!

Bila mendengar Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII sebagian besar masyarakat pastinya akan beranggapan bahwa LDII adalah lembaga sesat. Lembaga ilegal yang meresahkan masyarakat. Tapi sebagai umat muslim yang menjunjung tinggi kebenaran serta cerdas, terlebih lagi di era modern saat ini.

Menerima berita tidak boleh kita telan mentah-mentah, harus menelusuri terlebih dahulu kebenarannya. Sebab berita hoax yang tersebar sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan fitnah.

warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII?

Mengenal LDII

Organisasi masyarakat ini merupakan organisasi legal yang berada di bawah payung badan hukum. Jadi sangat tidak benar bila LDII di anggap organisasi ilegal.

Banyak masyarakat yang termakan isu miring dan beranggapan bahwa LDII adalah penerus Islam Jama’ah (organisasi sesat) yang dulu di bubarkan.

Namun fakta sesungguhnya sejarah LDII yang benar bernama YAKARI yakni Yayasan Lembaga Karyawan Islam. Kemudian berganti dengan nama LEMKARI (Lembaga Karyawan Islam), tapi nama LEMKARI berubah karena sama dengan akronim Lembaga Karate-Do Indonesia dan bergantilah nama menjadi LDII.

Adapun tujuan berdirinya adalah untuk mengembangkan pembangunan Indonesia yang berlandaskan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar terwujud masyarakat madani yang demokrasi dan berlandaskan Pancasila.

Dari latar belakang tersebut, jelas membantah isu miring yang menyatakan bahwa LDII adalah penerus ajaran sesat Islam Jama’ah. Sekaligus jadi jawaban benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII. LDII adalah organisasi masyarakat yang berbadan hukum. Kalau pun mengajarkan ajaran sesat sudah pasti telah di bubarkan sejak dulu.

Latar Belakang Pendiri LDII

Berita islam miring yang tersebar akan pendiri LDII bernama Nur Hasan yang hanya menempuh pendidikan terakhir kelas 3 SD. Padahal fakta sesungguhnya latar belakang berdirinya LDII yaitu oleh lima orang berlatar belakang pendidikan tinggi dan sangat paham akan agama.

Mereka adalah Drs. Nur Hasyim, Drs. Edi Masyadi, Drs. Bahroni Hertanto, Soetojo Wirjo Atmodjo BA dan Wijono BA. Latar belakang pendiri ini sangat bertolak belakang dengan isu miring pendiri LDII yang suka akan perdukunan.

Hukum Mengucapkan Kafir

Orang yang telah masuk LDII mengklaim bahwa orang di luar LDII adalah kafir. Padahal dalam kajian Islam mengucapkan kata kafir tidak boleh sembarangan bahkan kata kafir sangat berbahaya. Tapi benarkah warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII?

Nyatanya hal ini tidak benar. LDII tidak pernah mengajarkan hal tersebut. LDII paham bahwa mengatakan kafir itu tidak boleh. Bahaya mengatakan kafir telah tertulis dalam hadits dalam riwayat Shahih Muslim dan sering di beritahukan dalam ceramah agama.

Dalam Hadist tersebut menyebutkan bahwa bahaya seseorang mengatakan kafir kepada orang lain dengan tidak mengetahui kebenarannya maka dia di anggap kufur dan kafir tersebut kembali pada penuduh. Kufur sendiri artinya tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya. Kufur terbagi menjadi dua, kufur besar dan kecil. Untuk kufur kecil hanya akan terkena dosa tanpa keluar dari Islam.

Sedangkan kufur besar bisa mengeluarkan seseorang dalam Islam. Bila ada berita islam yang menyatakan bahwa orang di luar LDII kafir, itu hanya perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Organisasi Islam ini selalu memiliki tujuan yang mulia untuk memajukan bangsa.

Jadi bila ada pertanyaan benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII? Jawabnya tidak benar. LDII tidak pernah mengajarkan hal demikian. Organisasi ini pula tidak meresahkan, berbadan hukum dan diakui negara. Justru memiliki sumbangsih untuk memajukan bangsa seperti musyawarah nasional tahun 2016 lalu. Yang sangat di apresiasi oleh presiden Jokowi dan Menteri Agama.

62 KOMENTAR

  1. Umat Islam harus kuat, dan kekuatan itu ada dalam persatuan. Jangan biarkan isu sepele merusak silaturahmi.

  2. Kita sama-sama muslim, jangan sampai saling membenci hanya karena berbeda organisasi. Yuk saling menghormati!

  3. Sebagai anggota LDII, saya sangat terbantu dengan artikel ini. Sekarang orang lain bisa memahami kami dengan benar.

  4. Pembahasan yang sangat berimbang dan sesuai dengan prinsip Islam yang rahmatan lil alamin. Teruskan!

  5. Artikel yang sangat edukatif dan mencerahkan. Sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah termakan hasutan

  6. Terima kasih atas penjelasannya yang sangat jelas dan tidak memihak. Sangat membantu untuk memahami isu ini dengan kepala dingin

  7. Semoga dengan artikel ini, semakin banyak orang yang memahami pentingnya menjaga ukhuwah dan tidak mudah mengkafirkan sesama muslim. Aamiin.

  8. Data dan dalil yang disajikan sangat kuat. Membantu saya paham bahwa isu pengkafiran seringkali berasal dari miskomunikasi.

  9. Penulisan yang sangat metodologis dan tidak tendensius. Semoga bisa menjadi referensi untuk yang ingin memahami lebih dalam.

  10. Budaya tabayyun (klarifikasi) itu penting sebelum menjudge suatu kelompok. Makasih sudah mengingatkan!

  11. Ini dia artikel yang bikin hati adem. Jangan sampai perbedaan membuat kita lupa bahwa sesama muslim adalah saudara.

  12. Setuju banget! Umat Islam harusnya bersatu, bukan saling menuduh dan memecah belah. Nice article!

  13. Sebagai seorang muslim, saya sangat menghargai artikel yang mengedepankan kedamaian dan meluruskan kesalahpahaman. Teruslah menghasilkan konten-konten yang mencerahkan!

  14. Subhanallah, penjelasannya sangat komprehensif dan merujuk pada sumber yang jelas. Ini membuktikan bahwa Islam mengajarkan untuk tidak mudah mengkafirkan orang lain

  15. Penting banget artikel kayak gini! Biar nggak gampang termakan isu dan fitnah yang merusak persatuan umat. Good job!

  16. Alhamdulillah, terima kasih sudah memberikan penjelasan yang obyektif dan mendalam. Artikel seperti ini yang kita butuhkan untuk memupuk toleransi dan persaudaraan

  17. Hi! terima kasih kak sudah up berita ini, semoga makin banyak yang paham dan bisa berpikiran terbuka

  18. Terima kasih @cahayaislam.id atas artikel yang jelas dan berbasis data. Sangat penting untuk meluruskan miskonsepsi dan mengurangi prasangka di antara umat Islam.

  19. Jadi bila ada pertanyaan benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII? Jawabnya tidak benar.

  20. Orang yang telah masuk LDII mengklaim bahwa orang di luar LDII adalah kafir. Padahal dalam kajian Islam mengucapkan kata kafir tidak boleh sembarangan bahkan kata kafir sangat berbahaya. DAN INI TIDAK BENAR DAN TIDAK TERJADI DI LDII

  21. Sebagai umat muslim yang menjunjung tinggi kebenaran serta cerdas, terlebih lagi di era modern saat ini. Menerima berita tidak boleh kita telan mentah-mentah

  22. keren banget berani up berita yang selalu diungkit ungkit, semoga kedepannnya ngga ada lagi yang begini

LEAVE A REPLY