islam Kaffah – Sebenernya udah lama sih kita mangaji soal hal ini. Kyai dan alim ulama dalam beberapa majelis yang kita ikutin menjelaskan tentang konsep kehidupan islami yang kaffah. Kaffah ini adalah istilah yang memiliki definisi TOTAL atau keseluruhan. Di mana sesorang mengadopsi kehidupan dengan prinsip islami yang 100% dalam segala sisi dan aspek hidupnya. Awalnya kami sangsi dan agak pesimis dengan ini. Karena ya kita hidup di lingkungan negara Indonesia ini yang notabene memiliki buanyak banget keanekaragaman tradisi dan kepercayaan.
Namun keraguan kami itu terbantahkan ketika beberapa dari temen temen kami yang ternyata bisa ngelakuin itu. Dari pakaian udah kesehariannya memakai turban dan untuk muslimah mengenakan hijab yang lebar dan bahkan ada yang pakai cadar. Udah khas banget kayak orang orang dari timur tengah. Tetap kemudian yang menjadi pertanyaan di benak kami adalah: Emang Kaffah itu harus seperti itu ya?
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Allah ta’ala berfirman – Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian pada dalamnya Islam dengan keseluruhan (Kaffah). dan janganlah engkau menuruti langkah Syaithan. Sungguh dia Syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu (QS. Al Baqarah – Ayat 208)
Fii Silmi Kaffah dalam Arti yang Lebih Detail adalah Menyeluruh dalam Kepatuhan Pada Allah SWT
Tim cahaya islam udah bertanya pada banyak alim ulama dan ahli bahasa arab untuk mendefinisikan hal ini. Jadi kalo menurut beberapa sumber mengatakan bahwa kalimat utama dalam ayat Surat Al Baqarah ini lebih mengacu kepada Tunduknya kita pada syariat islam. BUKAN Tradisi Arab. Meski mungkin beberapa hal ada sunnahnya. Tapi bukan berarti kita mengadopsi kultur bangsa arab secara keseluruhan dan malah lupa pada esensi utamanya.
قال الرازي: أصل هذه الكلمة من الانقياد. قال الله تعالى: إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ [البقرة: 131]. والإسلام إنما سمي إسلاماً لهذا المعنى. وغلب اسم السلم على الصلح وترك الحرب. وهذا أيضاً راجع إلى هذا المعنى، لأن عند الصلح ينقاد كل واحد لصاحبه ولا ينازعه فيه. ومعنى الآية: ادخلوا في الاستسلام والطاعة، أي استسلموا لله وأطيعوه ولا تخرجوا عن شيء من شرائعه: كَآفَّةً حال من الضمير في ادخلوا
Imam Ar-Razy dalam sitiran di atas menjelaskan tentang shohibul Hal lebih jauh secara gamblang. Bahwa Fii silmi dalam ayat ini bermakna “Ketundukan” yang berimplikasi pada Hukum dan Syariat islam yang Allah dan Rasulullah ajarkan. Yakni dengan berpedoman pada 2 sumber utama islam, yaitu Al Quran dan Al Hadits.
Bagaimana Kita Bisa Menerapkan Konsep islam Kaffah dalam Kehidupan Kita?
Ketika standar menjalankan prinsip islam kaffah hanya sekedar dari outfit atau apa yang kita kenakan biar kearab-araban. Maka hal ini terlalu oversimplified. Padahal ini lebih dalam dari hanya sekedar demikian. Menerapkan kehidupan Islam yang kaffah (menyeluruh) berarti mengamalkan ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupan, baik spiritual, sosial, ekonomi, bahkan dalam politik. Intinya segala aspek kehidupan.
Ngaji yang Bener Dulu, Dalami dan Tingkatkan Pemahaman dan Pengetahuan Agama Sebagai Bekal – Seperti yang kita udah bicarain sebelumnya. Kita pakai aja sumber utama dalam islam kan. Modal utamanya ya belajar dan memahami ajaran Islam secara mendalam melalui membaca Al-Qur’an, Hadis. Join beberapa kajian atau ceramah agama yang bisa memperluas khazanah islam kita. Ini termasuk memahami hukum-hukum fikih, aqidah, akhlak, dan sejarah Islam.
Mengamalkan & Melaksanakan Ibadah dengan Konsisten, Serta Menerapkan Nilai Nilai islam dalam Hidup Kita dan Keluarga
Ibarat kata kita belajar nggak boleh berhenti di teori doang. Habis ngaji dan ngerti ilmunya. Maka tugas kita selanjutnya adalah menjalankannya. Disiplinkan ibadah wajib seperti salat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, zakat, dan haji bagi yang mampu. Selain itu, memperbanyak ibadah sunnah seperti salat sunnah, sedekah, dan dzikir. Starting small dulu aja, dari situ nanti lambat laun karakter kita yang kaffah itu bakal kebentuk dengan sendirinya.
Setelah kita bisa konsisten dengan amal ibadah. Kita bisa sedikit demi sedikit masukin tuh Value atau nilai nilai islam itu sendiri dalam hidup sobat cahaya islam. Nilai nilai seperti Etika dan Akhlak dimana islam ngajarin kita untuk berperilaku jujur, adil, dan berbuat baik kepada sesama. Cara kita makan dan berpakaian yang sesuai sunnah dan prinsip kesopanan dalam islam. Termasuk juga cara interaksi sosial kita sebagai manusia. Kalo istilahnya Hablum Minannas. Berinteraksi dengan cara yang sopan dan menjaga sesuai dengan batasan syariat, termasuk menjaga pandangan dan perilaku antara lawan jenis.
Kalo udah sampai pada titik ini. Cara parenting kita pun insha Allah akan secara otomatis bisa cocok dengan nilai nilai islam. Kita bangun pula islam kaffah dalam keluarga. Dengan cara membina rumah tangga yang berlandaskan ajaran Islam dengan mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anak dan memastikan lingkungan keluarga kondusif untuk pertumbuhan spiritual.
Menjalankan Ekonomi Syariah dan Mengikuti Norma Norma Masyarakat dengan Baik Juga Termasuk
Next level yang bisa kita lakukan mungkin adalah dengan menerapkan konsep ekonomi syariah ya. Jadi nggak hanya melek financial aja ya, tapi melek hukum keuangan islam juga. Sebisa dan semaksimal mungkin yuk kita coba menghindari riba dalam transaksi keuangan, berbisnis dengan cara yang halal, dan memastikan sumber penghasilan berasal dari pekerjaan yang sesuai dengan syariat Islam. Disisi lain, kalo kita ngomong tentang ekonomi islam. Kita ga bisa melepaskan itu dari kegiatan bermuamalah dengan orang lain. Maka dari itu orang islam yang baik harus berkontribusi pada Masyarakat dengan baik pula. Sobat cahaya islam bisa turut aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi umat, seperti berdakwah, membantu orang yang membutuhkan, dan terlibat dalam organisasi kemasyarakatan yang mendukung nilai-nilai Islam.
Islam Kaffah dalam Segi Politik dan Bernegara?
Eitts! Kita nggak sedang ngomongin soal siapa yang berhak untuk memimpin negara ini ya. Bukan endorse siapa siapa dari partai apa dan sebagainya. Tentu sebagai orang islam kita berharap agar memiliki sosok pemimpin yang baik dan menjunjung syariat dan kaidah islam itu sendiri. Namun, islam kaffah dalam berpolitik dan bernegara disini lebih pada ketaatan kita sebagai warga negara yang baik. Menjalani norma dan aturan yang ada (Selama itu tidak maksiyat) adalah sebagai bentuk kita menjalankan kaidah islam kaffah itu sendiri. Jika sobat cahaya islam disini ada yang terlibat dalam politik atau memegang posisi kepemimpinan, menjalankan tugas dengan amanah, adil, dan bertanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip Islam adalah kewajiban. Buatlah kebijakan kebijakan yang bisa membawa kemaslahatan bagi ummat dan rakyat.
***
Modal Lain Kita adalah Tawakal dan Doa – Jangan lupa juga ya. Selalu bertawakal kepada Allah dalam segala hal, dan memperbanyak doa serta memohon petunjuk dan kekuatan dari-Nya untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.
Dengan menerapkan langkah-langkah yang udah kita bahas serta memahami gimana definisinya. Insha Allah sobat cahaya islam udah ga perlu bingung lagi dan dapat menjalani kehidupan yang kaffah dengan mencerminkan ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupan. Semoga bermanfaat ya!


































