Adab Berdoa Kepada Allah – Sobat Cahaya Islam tentunya sering berdoa. Doa memang aktivitas sehari-hari yang begitu lekat dalam kehidupan. Setiap orang tentu berharap doanya terkabul. Karenanya amat penting bagi seorang muslim untuk memahami adab berdoa kepada Allah Ta’ala.
Mengiringi setiap kegiatan dengan doa adalah bagian dari perintah Allah ‘Azza wa Jalla. Di samping itu doa juga menjadi sarana untuk meminta sesuatu dan juga berlindung dari hal buruk.
Makna Doa
Dalam khazanah Islam, doa memiliki berbagai makna. Adapun makna-makna tersebut adalah:
- Penyembahan hanya kepada Allah (tauhid)
- Ibadah (penghambaan)
- Meminta pertolongan
- Memohon atau meminta
- Panggilan atau sebutan
Doa adalah ibadah. Saat berdoa seseorang merendahkan dirinya di hadapan Allah Ta’ala dan merasa membutuhkan-Nya. Orang yang tidak mau berdoa memiliki sifat takabur karena tidak mau tunduk dan merasa butuh.
Adab-adab berdoa kepada Allah Ta’ala
Sobat Cahaya Islam, mempelajari adab-adab berdoa memiliki manfaat yang besar. Setiap insan yang berdoa pasti ingin doanya terkabul. Berdoa dengan menjalankan adab-adabnya tentunya lebih memperbesar harapan akan pengabulannya.
Selanjutnya, Sobat dapat menyimak adab-adab berdoa kepada Allah berikut ini:
1. Ikhlas
Doa mesti ikhlas, dilakukan semata-mata karena Allah Ta’ala bukan karena makhluk.
2. Mengawalinya dengan memuji Allah
Adab berikutnya adalah mengawali doa dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu mengikutinya dengan bacaan shalawat kepada Rasulullah saw. Demikian juga dalam mengakhirinya, yakni dengan memuji Allah kemudian bershalawat kepada Nabi saw.


3. Bersungguh-sungguh dalam doa
Doa mesti bersungguh-sungguh dan yakin akan pengabulannya. Allah Ta’ala berfirman, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagi-Mu.” (QS Ghafir: 60)
4. Tidak tergesa-gesa
Pengabulan doa kadangkala tidak terjadi seketika itu juga. Sebagaimana doa Nabi Muhammad saw untuk kebinasaan Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, Al-Walid bin Uqbah, dan orang-orang kafir Quraisy lainnya. Doa tersebut beliau ucapkan di Makkah dan Allah Ta’ala mengabulkannya saat perang Badar yang berlangsung setelah hijrah.
5. Menghadirkan hati
Tanpa kehadiran hati, pastilah doa terasa kering dan tidak memiliki ruh. Sebaliknya, dengan menghadirkan hati doa akan memiliki ruh dan terasa lebih bersungguh-sungguh.
6. Memanjatkan doa saat senang maupun susah
Orang yang terbiasa berdoa di saat senang tentu mudah pula berdoa saat tertimpa kesusahan. Hal ini mendatangkan keridhaan Allah karena melihat hamba-Nya yang senantiasa berdoa di setiap kesempatan.
7. Tidak berdoa kepada selain Allah
Doa tidak membutuhkan perantara. Setiap muslim boleh mengucapkan doanya dan meminta langsung kepada Allah ‘Azza wa Jalla.


8. Tidak mendoakan keburukan
Doa-doa kebaikan tentu lebih membawa manfaat baik kepada yang berdoa maupun yang didoakan. Terutama untuk keluarga, harta, anak, dan diri sendiri, alangkah baiknya hanya doa-doa kebaikan saja yang terucap senantiasa.
9. Merendahkan suara dalam berdoa
Sebagaimana firman Allah Ta’ala berikut “Berdoalah kepada Rabbmu dengan kerendahan hati dan suara lembut. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf: 55)
10. Berdoa dengan rendah diri, khusyu’, harap, dan takut
Hendaknya seorang muslim berdoa dengan penuh kerendahan diri (tadharru’), khusyu’, penuh harapan agar terkabul (raghbah), dan takut jika tidak terkabul (rahbah).
Hal ini tertuang dalam firman-Nya, “Maka Kami mengabulkan (doa)nya dan Kami anugerahkan baginya (Yahya) dan Kami jadikan istrinya (mampu mengandung). Sesungguhnya mereka senantiasa bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan merekalah orang-orang yang khusyu’ terhadap Kami.” (QS Al-Anbiya’: 90)
Demikian, Sobat Cahaya Islam, di antara adab-adab berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sebenarnya masih banyak adab berdoa yang lainnya tetapi tentunya tidak bisa termuat seluruhnya dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat.






























