Amalan yang dianjurkan pada umur 40 – Usia menua merupakan kepastian yang akan terjadi kepada setiap manusia. Oleh karena itu, Sobat Cahaya Islam harus memahami amalan yang dianjurkan pada umur 40 karena merupakan momentum istimewa. Usia merupakan rahasia Allah, sehingga setiap orang perlu mempersiapkan bekal di akhirat kelak.
Doa Ketika Memasuki Umur 40 Tahun
Islam memandang usia 40 merupakan momentum yang paling menentukan. Meski tidak ada jaminan masuk surga atau neraka, keimanan seorang muslim harus diperkuat di usia ini. Menginjak usia 40 tahun, umat Muslim harus berhati-hati dalam bertindak. Pada usia ini, manusia mencapai puncak kematangan dan kemantapan.
Dalil keistimewaan usia 40 tahun dalam Islam terdapat dalam ayat Al Qur’an berikut ini:
“Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. 1
Ketika sudah mencapai umur 40 tahun, maka akal sudah sampai pada tingkat kematangan berpikir. Secara umum, umat Islam sudah mencapai kesempurnaan kedewasaan hingga budi pekerti. Seseorang yang telah berumur 40 tahun dan sudah memiliki perangai tertentu, maka tidak pernah berubah hingga datang kematiannya.
Dari hal tersebut, usia 40 tahun memiliki kekhususan tersendiri, terutama kesempurnaan akal dan pikirannya. Oleh karena itu, umat muslim perlu meningkatkan rasa syukur kepada Allah.
Amalan yang Dianjurkan pada Umur 40
Umur 40 menandakan usia matang untuk bersungguh-sungguh dalam kehidupan. Namun, Sobat Cahaya Islam kerap lupa untuk terus berbuat baik dalam hidup dan terlena mengejar duniawi, sebagaimana hadis berikut ini:
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. 2
Untuk meningkatkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah, ini amalan yang dianjurkan pada umur 40:
1. Memperbanyak Rasa Syukur
Saat memasuki umur 40 tahun, Allah akan menuntut hambaNya mulai berdoa meminta ilham, taufik, petunjuk hingga bimbingan. Tujuannya untuk lebih bersyukur atas nikmat Allah kepada umat Islam dan orang tua. Gunakan usia 40 tahun sebagai momentum menginsafi banyaknya nikmat yang diberikan Allah.


Para mufassirin menjelaskan bahwa pada usia ini manusia telah mengalami kematangan dalam hal berpikir. Hidup umat Islam akan lebih bijaksana dengan mensyukuri segala nikmat yang ada dengan tidak menuruti ego.
2. Memperbanyak Amal Shalih
Memperbanyak amal shalih merupakan amalan yang dianjurkan pada umur 40 tahun. Melalui perbuatan ini, maka Allah yang menuntut umatNya untuk menerima taufik. Ridha Allah menjadi puncak seorang hamba dan harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, umat Islam bisa beramal sesuai kekuatan.
Memperbaiki masa lalu dengan memperbanyak berdzikir, sebab tidak ada amalan yang lebih mudah daripada berdzikir. Selain itu, dzikir ini bisa umat Islam lakukan ketika berdiri hingga berbaring, sehingga menjadi ibadah paling mudah. Jika sebelumnya hanya mampu melakukan sholat dan puasa sunnah, umat Islam bisa mulai memperbaikinya.
3. Mempertimbangkan Masa Depan Anak
Pada usia 40 tahun, umat Islam harus bisa lebih memperhatikan anak dan berharap akan kebaikan mereka. Memikirkan masa depan tidak terlepas pada dunia saja, melainkan juga akhirat.
4. Melakukan Taubat
Konon, usia 40 tahun merupakan fase kehidupan baru. Oleh karena itu, amalan yang dianjurkan pada umur 40 nantinya juga menandakan bagaimana akhir hayatnya kelak.


5. Berserah Diri
Berkomitmen berserah diri kepada Allah di usia 40 tahun merupakan keputusan yang tepat. Secara umum, berserah diri dalam hal ini yaitu mengikuti syariat Islam dan memperbanyak tawakal.
Untuk mendapatkan akhir hayat yang tenang, Sobat Cahaya Islam bisa melakukan amalan yang dianjurkan pada umur 40. Mulai memikirkan bagaimana cara berserah diri dan memikirkan masa depan anak menjadi perhatian utama.






























