Hati Hati, Kebanyakan Nonton Drama Korea Bisa Merusak Standar Keharmonisan Rumah Tangga, Kok Bisa?

0
897
Hati Hati, Kebanyakan Nonton Drama Korea Bisa Merusak Standar Keharmonisan Rumah Tangga

Kebanyakan Nonton Drama KoreaTim cahaya islam punya beberapa teman yang menyukai drama korea banget. Bahkan sampai pada level dimana udah kayak Junkie alias ketagihan. Jadi kalo nggak menyimak satu hal yang berkaitan dengan korea atau nonton serial korea sehari aja. Udah kayak ikan gelagepan. Agak ngeri ngeri sedap sebenernya ya. Bahkan temen temen kita itu kalo lagi libur, bahkan bisa betah rebahan di kamar seharian buat ngebut nonton serial kdrama itu. Nggak keluar kamar sama sekali, bahkan nggak mandiii, hahaha.

Agak sedikit banyak merasa concern dengan hal itu, kami tim cahaya islam mulai diskusi soal fenomena ini dengan para alim ulama dan pakar. Termasuk Psikolog juga yang mungkin bisa kasih perspektif soal perilaku ini. Dan buanyaak banget yang menyarankan untuk agar tidak terjerumus pada pola demikian. Apalagi bila hal ini menjangkit muslimah yang sudah berumah tangga. Nah kita bakal ulas dalam aspek ini ya.

Konten dan Konteks Serial Drama Bisa Berpengaruh Negatif dan Mengaburkan Nilai Moral

Banyak sinetron dan serial drama yang mengandung adegan atau cerita yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Buanyak banget! dan beberapa menyisipkan hal itu dengan sangat lembut / Tidak terasa. Paling jelas misalnya termasuk adegan yang menampilkan pergaulan bebas, kekerasan, atau perilaku yang tidak bermoral yang bertentangan dengan nilai-nilai Islami. Menonton sinetron atau drama yang mengandung pesan-pesan negatif atau yang menampilkan gaya hidup yang tidak Islami dapat mempengaruhi cara pandang dan perilaku kita lho. Dan secara berkala bisa mengurangi penghargaan terhadap nilai-nilai Islami seperti kejujuran, kesederhanaan, dan ketaatan pada ajaran agama. Bahkan ada beberapa aspek yang mengarah ke hal Musyrik (Ngeri banget kan?).

Konten konten negatif demikian sebenernya secara psikologis memang sengaja oleh pembuat karya serial drama nya untuk memainkan emosi penontonnya. Sederhananya hal emosional yang sebenernya nggak baik untuk mental kita. Banyak drama yang menampilkan perilaku seperti perselingkuhan, kebohongan, dan tindakan manipulatif yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Yang kemudian untuk beberapa orang secara pelan tapi pasti akan menimbulkan Normalisasi.

Bahkan perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam sering kali digambarkan sebagai hal yang biasa atau bahkan glamor, yang bisa mempengaruhi persepsi penonton tentang apa yang dapat diterima dalam kehidupan sehari-hari.

Kebanyakan Nonton Drama Korea Kalo Bertumpuk tumpuk, pada Akhirnya akan Menurunkan Standar Moral – Melihat adegan yang menggambarkan perilaku tidak bermoral bisa secara bertahap menurunkan standar moral individu, membuat hal-hal yang dulunya dianggap tidak dapat diterima menjadi lebih bisa diterima. Anak-anak dan remaja, yang masih dalam tahap pembentukan karakter dan nilai, bisa sangat terpengaruh oleh apa yang mereka lihat di televisi. Ini bisa merusak fondasi nilai Islami yang sedang dibangun oleh keluarga.

Kebanyakan Nonton Drama Korea Bikin Standar dan Ekspektasi yang Nggak Realistis dalam Kehidupan Nyata

Dalam kehidupan pada dasarnya kita melihat dan meniru. Apalagi anak muda yang masih dalam proses pencarian jati diri. Ibarat mencari referensi, serial drama adalah referensi sumber yang PALING BURUK. Drama dan sinetron cenderung di lebih lebihkan oleh penulisnya dan banyak menampilkan hal hal yang nggak rasional. Ini bagian yang bahaya.

Kdrama banyak melakukan romantisasi dan idealitas Berlebihan dalam jalan ceritanya. Drama sering kali menggambarkan hubungan dan kehidupan yang ideal dan romantis secara berlebihan. Yang tidak realistis. Ini bisa menciptakan harapan yang tidak realistis dalam hubungan nyata dan menimbulkan ketidakpuasan dalam pernikahan atau hubungan keluarga. Disisi lain, gambaran tentang kemewahan dan kesuksesan dalam drama yang terlalu hiperbolis bisa memberikan tekanan sosial kepada penonton untuk mengejar gaya hidup yang mungkin tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kesederhanaan dalam Islam.

Kebanyakan Nonton Drama Korea = Waktu dan Perhatian yang Terbuang Sia sia

Banyak lho kasus dimana maraton kdrama sesorang mengabaikan kewajibannya. Kewajiban secara pribadi misalnya. Istri jadi lupa kewajibannya mengurus anak dan suami misalnya. Menonton drama secara berlebihan bisa mengalihkan perhatian dari kewajiban-kewajiban agama seperti sholat, membaca Al-Quran, dan kegiatan ibadah lainnya. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton drama bisa mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk berinteraksi dengan anggota keluarga, berdiskusi, dan mempererat hubungan kekeluargaan. Allah dan Rasul sangat membenci orang yang menyia nyiakan waktu dengan percuma.

Kebanyakan Nonton Drama Korea Bisa Membuat Emosi dan Mental Kocar Kacir

Karena jalan cerita dalam serial drama biasanya menggunakan formula yang menaik turunkan emosi manusia. Drama yang penuh dengan konflik dan intrik ini menurut para ahli psikologi ternyata bisa mempengaruhi suasana hati dan menciptakan emosi negatif seperti kecemasan, kemarahan, atau kesedihan, yang bisa mempengaruhi keharmonisan rumah tangga pada akhirnya. Banyak orang menjadi moody dan muncul pertengkaran antar suami istri pada akhirnya yang merusak keharmonisan rumah tangga.

Selain itu, ketergantungan pada drama untuk mendapatkan hiburan atau pelarian dari masalah sehari-hari bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata.

***

Pada akhirnya, segala hal yang berlebihan itu tidak baik. Islam tidak melarang umatnya untuk sesekali rileks dengan menonton tontonan tertentu. Sejauh itu bukan tontonan maksiyat nggak ada masalah. Namun, moderasi dan penyesuaian tentang itu perlu untuk kita sebagai umat islam yang beriman kepada Allah untuk lakukan dengan baik. Tidak hanya pada diri sendiri, melainkan untuk seluruh keluarga kita, khususnya anak anak kita yang sedang dalam proses membentuk karakter. Dalam kehidupan suami dan istri, untuk menjaga kebaikan dan keharmonisan dalam rumah tangga Islami, penting bagi setiap anggota keluarga untuk selektif dalam memilih tontonan. Serta menjaga keseimbangan antara hiburan dan kewajiban agama dan keluarga.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY