Bagaimana Anjuran Ziarah Kubur Menurut Muhammadiyah? Simak Penjelasannya

0
2711
Anjuran ziarah kubur menurut Muhammadiyah

Anjuran ziarah kubur menurut Muhammadiyah – Sobat Cahaya Islam tentu tidak asing dengan rutinitas ziarah kubur. Berziarah telah menjadi suatu tradisi yang sering umat islam lakukan. Meskipun kerap kali ada perdebatan ziarah kubur menurut Muhammadiyah.

Selama ini beredar informasi bahwa Muhammadiyah tidak menganjurkan untuk ziarah kubur. Namun ada pemaparan tentang ziarah kubur dalam kajian tarjih online oleh Wakil Ketua Majelis PP Muhammadiyah, Dr. H. Syamsul Hidayat, BA. M.Ag.

Beliau menuturkan bahwa dahulu Rasulullah SAW pernah melarang dan juga mengharamkan kegiatan berziarah kubur. Kemudian pada penghujung masa kenabiannya, Rasulullah SAW memperbolehkan ziarah kubur.

Anjuran tersebut tertuang dalam sebuah Hadis Riwayat Muslim no 977:

نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

Arti dari tersebut, nabi dahulu melarang umatnya untuk ziarah kubur, namun sekarang nabi memperbolehan berziarahlah.

Dari hadis tersebut ziarah kubur menurut Muhammadiyah merupakan sunnah nabi yang sama pentingnya dengan sunnah yang lainnya. Akan tetapi kita tidak perlu terlalu sering melakukannya, karena masih ada sunnah lainnya yang lebih besar dan lebih perlu kita kerjakan demi kemajuan umat dan bangsa.

Tata Cara Ziarah Kubur Menurut Muhammadiyah

Anjuran ziarah kubur menurut Muhammadiyah adalah diperbolehkan, akan tetapi kita perlu memahami beberapa hal ketika berziarah. Terdapat 6 tata cara amalan ziarah kubur menurut Muhammadiyah, yaitu:

1.      Menata Niat dan Tujuan Hendak Ziarah Kubur

Dalam segala perbuatan manusia, niat merupakan bagian yang penting. Karena baik buruknya perbuatan berawal dari niat. Rasulullah SAW pun sering mengingatkan tentang hal ini, salah satunya dalam HR. Bukhari no 1; Muslim no 1907 yaitu:

إِنَّمَا اْلأَ عْمَالُ بِا لنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِ ئٍ مَا نَوَ ى

Rasul bersabda, bahwa sesungguhnya semua amalan kita itu terjadi bersama niat dan tiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Maka dari itu penting meluruskan niat ketika berziarah tidak melakukan hal-hal lainnya. Fokus pada tujuan ziarah kubur yaitu mendoakan ahli kubur serta sarana mengingat akhirat.

2.      Mengucap Salam

Ketika memasuki area perkuburan ada baiknya kita mengucapkan salam untuk seluruh ahli kubur. Mengucap salam juga termasuk doa baik meminta keselamatan bagi semuanya.

Anjuran ziarah kubur menurut Muhammadiyah

3.      Alas Kaki Dilepas Saat Memasuki Area Pemakaman

Pada saat memasuki area pekuburan, selain mengucapkan salam sebaiknya kita melepaskan alas kaki. Sebab melepas alas kaki menjadi wujud tawadhu dan juga menghormati mayit dari kaum muslimin.

4.      Etika Baik Ziarah Kubur Menurut Muhammadiyah

Etika berziarah kubur yang baik setidaknya ada dua hal yaitu yang pertama kita menghadap kiblat pada saat berada di makan seseorang. Kemudian yang kedua yaitu tidak menduduki makam.

5.      Berdoa untuk Ahli Kubur

Ziarah kubur memiliki tujuan utama yaitu untuk mendoakan para ahli kubur. Ketika datang berziarah, ada baiknya kita mendoakan secara keseluruhan, tidak hanya pada ahli kubur yang kita tuju, namun juga untuk ahli kubur lainnya.

6.      Tidak Meminta-Minta Kepada Kuburan

Seperti yang dijelaskan pada poin pertama, niat ziarah kubur adalah mendoakan ahli kubur, maka kita dilarang untuk meminta-minta maupun menjadikan kuburan sebagai wasilah kepada Allah SWT.

Semoga penjelasan mengenai bagaimana ziarah kubur menurut Muhammadiyah di atas dapat menambah wawasan Anda. Selain itu juga bisa meningkatkan keimanan Sobat Cahaya Islam dengan senantiasa mengingat kematian dan akhirat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY