Menjelang Tahun Pemilu, Mari Pahami Pandangan Islam Tentang Pemilu!

0
974
Pandangan Islam tentang pemilu

Pandangan Islam tentang Pemilu – Pesta demokrasi akan segera dimulai pada tahun mendatang. Sudah banyak sekali yang mempersiapkan pesta demokrasi tersebut. Namun apakah Islam mengizinkan adanya pemilu? Bagaimana pandangan Islam tentang Pemilu?

Pemilu atau pemilihan umum adalah suatu hal yang rutin kita laksanakan setiap lima tahun sekali. Hal ini merupakan cara kita untuk memilih siapa orang yang akan memimpin negara kita. Melakukan pemilu memang sudah rutin kita lakukan. Namun, masih ada yang meragukan dan memperdebatkan tentang pandangan Islam mengenai pemilu.

Pandangan Islam Tentang Pemilu

Terjadi perbedaan pendapat dari beberapa pihak. Ada yang menyatakan pemilu adalah salah satu cara untuk memilih pemimpin, yang berarti ada cara lain untuk memilih seorang pemimpin. Pendapat ini menyatakan jika pemilu tidaklah wajib.

Ada cara lain yang bisa sesuai dengan syariat Islam yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan untuk memilih seorang pemimpin. Sehingga kita bisa mengikuti syariat yang diajarkan oleh Islam.

Meskipun begitu, tidak ada yang melarang pemilu. Islam memperbolehkan dilakukannya pemilu, asalkan tidak melanggar aturan agama.  

Bahkan ada sebuah Fatwa MUI yang menyatakan jika memilih seorang pemimpin itu hukumnya wajib. Sama seperti Indonesia yang menerapkan bahwa setiap rakyat yang sudah cukup umur wajib memberikan suaranya dalam pemilu.

Hal yang Menyalahi Aturan Islam dalam Pemilu

Sobat Cahaya Islam, pandangan Islam tentang pemilu memang tidak melarangnya. Namun ada baiknya  kita berhati-hati dan jangan sampai melakukan pelanggaran dalam Islam. Ada dua hal yang harus selalu kita ingat ketika mengikuti kegiatan pemilihan umum ini. Dua hal ini bisa membawa kita ke jalan yang salah, maka sebaiknya kita hindari, ya.

1.      Jangan Golput

MUI sudah menyatakan dalam fatwanya, bahwa setiap orang wajib untuk memilih seorang pemimpin. Gunakanlah hak pilih kita dengan benar, jangan sampai hak pilih kita terbuang tanpa adanya pilihan sama sekali.

Pandangan Islam tentang pemilu

Islam sendiri sudah memerintahkan kita untuk mengangkat seorang pemimpin meskipun hanya ada tiga orang. Rasulullah menyampaikan dalam sabdanya:  

‘Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara kalian menjadi pemimpinnya.’ (HR Abu Daud).

Dari hadis tersebut kita dapat melihat jika memilih seorang pemimpin hukumnya wajib dan harus kita lakukan. Kita tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik tanpa adanya seorang pemimpin. Maka, pastikan Sobat Cahaya Islam juga tidak golput dan masuk dalam golongan orang seperti ini, ya.

2.      Jangan Menerima atau Memberi Suap

Kita jelas mengetahui jika Islam melarang kita untuk melakukan hal semacam ini. Hukum suap menyuap dalam Islam adalah haram. Islam melarang kita untuk ikut campur dalam masalah seperti itu.  

Banyak yang melakukan suap dengan uang ketika masa pandemi. Pemberi suap akan memberikan sejumlah uang dan mengharapkan si penerima memilih orang yang ia promosikan saat itu. Saat kita menerima dan memilih orang tersebut, maka kita akan terkena dosa dari perlakuan buruk itu.

عن أَبي بَكْرٍ يَعْنِي ابْن عَيَّاشٍ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ أَبِي الْخَطَّابِ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: ” لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشَ ” يَعْنِي: الَّذِي يَمْشِيبَيْنَهُمَا

‘Dari Abi Bakr yaitu Ibni ‘Ayyasy, dari Laits, dari Abi Al-Khathab, dari Abi Zur’ah, dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam melaknat orang yang menyuap, yang disuap, dan orang yang menjadi perantara keduanya.’

Kita bukan hanya harus memilih pemimpin yang kompeten untuk jabatan tersebut, tetapi juga pemimpin yang sesuai dengan syariat Islam. Seorang pemimpin yang berani memberikan suap, maka itulah pemimpin yang sudah tidak layak.

Ia saja sudah tidak menuruti perintah Allah agar menghindari suap, lalu bagaimana caranya ia mengemban tanggung jawab dunia? Pemimpin seperti itu sebaiknya jangan dijadikan pilihan kita dalam memberikan suara. Kita harus memilih pemimpin yang tepat.

Itulah pandangan Islam tentang pemilu. Tidak masalah ikut dalam pemilu tersebut, asalkan masih sesuai dengan ajaran Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY