Mengetahui Sifat Wajib Rasul dalam Islam yang Mulia

0
2065
Mengetahui Sifat Wajib Rasul dalam Islam yang Mulia

Sifat wajib Rasul – Di bulan Ramadan adalah saat yang paling tepat untuk mendekatkan diri hanya kepada Allah SWT. Pada kesempatan ini, umat islam juga bisa merubah sifatnya dengan mencontoh sifat wajib Rasul.

Seorang Rasul Allah SWT tentu saja memiliki sifat yang mulia dan menjadi teladan bagi umat manusia. Dengan meneladani sifatnya, manusia bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan dekat kepada Allah SWT.

Sifat Wajib Rasul di dalam Islam

Sebelum memahami tentang apa saja sifat wajib Rasul, tak ada salahnya mengetahui tentang maksud dari Rasul tersebut. Sebagai informasi, Rasul adalah manusia mulia yang Allah pilih untuk mendapatkan wahyu.

Kemudian Rasul akan mengamalkan wahyu tersebut untuk dirinya sendiri dan wajib menyebarluaskan kepada umatnya. Allah SWT mengutus para Rasul untuk ditugaskan memberikan petunjuk, peringatan, serta membawa kabar gembira kepada semua umat manusia.

Tugas Rasul tepatnya yaitu menegaskan tentang keesaan Allah SWT dan menjelaskan bahwa Allah satu-satunya Zat yang wajib disembah, serta meninggalkan sekutu bagi Allah SWT. Semua Nabi dan Rasul juga menjelaskan adanya berita gembira berupa pahala dan balasan surga bagi orang yang beriman serta taat kepada Allah.

Selain itu, Rasul juga memberikan kabar duka atau peringatan yang  berupa siksa neraka bagi para manusia yang durhaka kepada Allah SWT. Karena itulah, Rosul pilihan Allah mempunyai sifat wajib yang baik dan jelas berbeda kepada manusia biasanya.

Inilah Beberapa Sifat Wajib Rasul Allah di dalam Ajaran Agama Islam

Sebagai umat islam maka wajib hukumnya mengimani apa yang Rosul bawa kepada manusia dan sifat yang mereka miliki. Berikut adalah beberapa sifat wajib Rasul yang bisa Sobat Cahaya Islam teladani:

1.       Sidiq – Jujur

Sifat wajib pertama para Rasul yaitu sidiq yang artinya jujur. Mustahil bagi Rasul mempunyai sifat kadzib yang artinya berdusta dan merupakan kebalikan dari sidiq.

Maksud dari jujur yaitu semua ajaran yang para utusan Allah ini sampaikan benar serta tak mungkin terdapat dusta maupun kebohongan di balik ajarannya. Ini tertuang dalam dalil:

 Maka dalil (jujurnya para rasul) adalah: “jika seandainya mereka berdusta dalam ajarannya, niscaya berita dari Allah juga dusta, karena Allah telah membenarkan mereka dengan adanya mukjizat, yang Allah berikan kepada mereka sebagai jaminan. Dan, mukjizat ini sudah menempati posisi firman Allah: ‘Telah benar hamba-Ku dalam setiap apa yang mereka sampaikan dari-Ku.” (Sayyid Husain, al-Hushun al-Hamidiyah lil Muhafazah ‘alal ‘Aqaid al-Islamiyah, [Mesir, Maktabah at-Tijariyah: tt], halaman 50).

2.       Amanah – Bisa Dipercaya

Para Rosul juga wajib mempunyai sifat Amanah atau bisa dipercaya. Karena itulah, mustahil para rasul berkhianat.

Dengan sifat tersebut, maka para Rasul Allah terpelihara lahir dan batinnya dari semua perbuatan yang pada dasarnya melanggar syariat islam. Dalil sifat Amanah para rasul yaitu:

 Artinya, “Adapun dalil (wajibnya sifat amanah): jika seandainya para rasul berkhianat dengan mengerjakan kemaksiatan, niscaya kita akan diperintah mengerjakannya pula, karena Allah ta’ala memerintahkan kita untuk mengikuti mereka dalam ucapan, tindakan, dan perbuatannya tanpa diperinci, sedangkan Allah tidak memerintahkan maksiat.” (Sayyid Husain, 51).

3.       Tabligh – Menyampaikan

Sifat wajib ketiga para Rasul yaitu Tabligh yang artinya menyampaikan risalah ataupun ajaran Allah ke manusia. Mustahil Rasul mempunyai sifat yang berlawanan yaitu Kitman, artinya menahan atau menyimpan risalah kepada manusia.

Allah berfirman dalam QS Al Maidah ayat 67:

 Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”

4.       Fatanah – Pintar

Terakhir ada sifat wajib para Rasul fatanah yang artinya cerdik, pintar, dan cerdas. Rasul mempunyai sifat fatanah supaya bisa merangkul manusia untuk menyembah hanya kepada Allah SWT dan menyadarkan kaum yang menolaknya.

QS Al An’am ayat 83 menjadi salah satu yang menerangkan bahwa para rasul mempunyai sifat fatanah dalam menjalankan tugasnya.

 Artinya: “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”

 Itulah beberapa sifat wajib Rasul yang perlu umat Islam imani kebenarannya. Selain itu, Anda juga bisa meneladani semua sifatnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY