Pimpinan Pusat Muhammadiyah Siapkan Generasi Peduli Lingkungan

0
859
Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah baru-baru ini telah melaksanakan acara Lokakarya Kurikulum Perubahan Iklim. Lokakarya ini diselenggarakan mulai dari 20 sampai 22 Desember 2024, di Jakarta dan hanya untuk Sekolah Dasar/Madrasah Muhammadiyah.

Keterangan pers dari Humas MCC menyebutkan bahwa lokakarya Kurikulum Perubahan Iklim ini akan melibatkan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah. Selain itu, juga ada Lembaga Kerjasama dan Hubungan Internasional PP Muhammadiyah dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), Selasa (24/12).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Siapkan Generasi Peduli

Acara Lokakarya ini bertujuan untuk dapat mengedukasi dan mempersiapkan generasi mendatang. Terutama, dalam menghadapi berbagai macam tantangan perubahan iklim yang ada di Indonesia.

Lokakarya telah diikuti oleh sekitar 100 peserta. Peserta tersebut terdiri atas perwakilan kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA serta SMK Muhammadiyah se-Indonesia.

1. Pentingnya Komitmen Bersama untuk Menyelamatkan Lingkungan

Ketua pimpinan pusat Muhammadiyah, Dr. H. Buya Anwar Abbas MM telah menekankan mengenai pentingnya berkomitmen bersama untuk menyelamatkan lingkungan.

Muhammadiyah ingin sekali membawa isu perubahan iklim ini sebagai bentuk tanggung jawab Sobat Cahaya Islami. Namun, hal tersebut juga harus menjadi tanggung jawab Sobat Cahaya Islami sebagai Muslim yang ditugaskan menjadi khalifatullah.

Terutama, dalam hal merawat lingkungan maupun menciptakan kemakmuran di muka bumi.

2. Berkolaborasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan

Pada kesempatan yang sama, Agus Djamil MSc selaku Direktur Eksekutif MCC, juga mengungkapkan sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, MCC akan siap berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Baik itu, dari bidang internal maupun eksternal Muhammadiyah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang selalu siap menghadapi perubahan iklim.

3. Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman Siswa maupun Pendidik

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, R. Alpha Amirrachman, M.Phil, Ph.D selaku Direktur Pendidikan Kebudayaan dan Teknologi MCC, menyatakan bahwa lokakarya tersebut bertujuan untuk dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa maupun pendidik. Hal ini terkait dengan isu-isu perubahan iklim.

Seminar dan lokakarya tersebut juga akan dirancang dengan optimal. Demi pendidikan yang terintegrasi pada perubahan iklim ke dalam kurikulum pembelajaran. Kurikulum tersebut berbasis Al-Islam, Kemuhammadiyahan serta keberlanjutan.

4. Agen perubahan yang Peduli dengan Lingkungan

Harapannya, para generasi Muhammadiyah, terutama pelajar di sekolah/madrasah bisa menjadi agen perubahan yang akan peduli dengan lingkungan. Khususnya, dalam wawasan global terkait tantangan iklim.

Seminar dan lokakarya ini juga akan menjadi langkah yang konkret untuk Muhammadiyah. Sebab, akan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk dapat meningkatkan kesadaran perubahan iklim maupun integrasi dalam kurikulum pendidikan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencetak generasi peduli lingkungan yang siap menghadapi berbagai tantangan global.

5. Menghasilkan Pemetaan Awal Kurikulum Satuan Pendidikan

Harapan lainnya, Lokakarya tersebut bisa menghasilkan Pemetaan Awal Kurikulum Satuan Pendidikan yang akan mengintegrasikan muatan pendidikan perubahan iklim.

Bahkan, terkait rencana tindak lanjut di sekolah/madrasah masing-masing. Acara lokakarya ini turut dihadiri oleh mitra Muhammadiyah.

Diantaranya, seperti lembaga Save the Children, INOVASI, SMERU Institute, UNICEF, dan Department of Foreign Affairs and Trade Kedutaan Besar Australia serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah lainnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY