Pesepakbola Alejandro Garnacho – Cukup banyak bintang muda sepakbola di dunia yang tengah bersinar dan menjadi idola baru. Salah satunya ada pesepakbola Alejandro Garnacho yang berasal dari klub Manchester United.
Alejandro Garnacho sejatinya merupakan pesepak bola kualitas bintang dunia yang baru. Tak heran jika ia mendapat banjir pujian dari berbagai pihak.
Manchester United Puji Pesepakbola Alejandro Garnacho
Berapa waktu lalu, tim Manchester United berhasil mendapat kemenangan comeback dengan skor 3-1 atas klub West Ham. Dalam laga tersebut, pesepakbola Alejandro Garnacho tampil dengan menonjol dan begitu spektakuler.
Bahkan penyerang berumur 18 tahun itu bermain sebagai man of the match demi membantu Red Devil melaju ke perempat final ajang Piala FA. Said Benrahma memang sempat membuat West Ham unggul.
Namun Garnacho berhasil mencetak gol tepat di menit ke 90 dan menjadikan skor 2-1 untuk MU. Kemudian Fred membulatkan comeback dengan gol 5 menit memasuki waktu tambahan pertandingan.
Menariknya, Garnacho mendapat tepuk tangan meriah dari pendukung Old Trafford. Bukan itu saja, sang pelatih memuji sang pesepakbola muda itu setelah pertandingan.
Pelatih Manchester United menyebut Garnacho mempunyai mesin besar, cepat, dan keterampilan yang spesifik.
Pujian di dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, pujian seperti yang pesepakbola Alejandro Garnacho dapatkan sebenarnya adalah hal yang wajar. Memang, banyak orang yang memberikan pujian kepada orang lain setelah melakukan kebaikan atau prestasi tertentu.
Kendati demikian, bagi Anda yang mendapatkan pujian wajib berhati-hati dengan hal tersebut. Sebab ada penyakit hati yang tengah mengintai ketika Anda mendapat pujian.
Penyakit hati itu adalah keinginan sampai obsesi untuk terus mendapatkan pujian. Memang pujian adalah sebuah bentuk apresiasi.
Namun pujian seringkali membuat penerimanya merasa terlena. Bahkan sering kali pujian menjadikan seseorang merasa lebih baik daripada orang lainnya.
Karena itulah, agama islam mengajarkan umatnya untuk tidak terlalu terlena saat mendapat pujian. Apalagi jika pujian itu berlebihan, sebab islam mengajarkan umatnya untuk tak terlalu berlebihan.
Cara Menanggapi Pujian dalam Islam
Agar tidak menimbulkan penyakit hati, sebaiknya Sobat Cahaya Islam mengetahui cara yang benar dalam menanggapi pujian. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan saat menanggapi pujian dalam islam, yaitu:
1. Berdoa kepada Allah
Nabi Muhammad SAW selalu mawas diri saat mendapatkan pujian. Sebagai informasi, mawas diri adalah sebuah upaya agar tak terlena saat mendapat pujian dari orang lain.
Dalam riwayat Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman nomor 4876, Abu Bakar memanjatkan doa saat mendapat pujian, yaitu:
Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.
“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan hukuman mereka” ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami ‘ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)
2. Waspada Agar Tidak Menjadi Riya
Ketika mendapat pujian karena ibadah, maupun kebaikan lain, biasanya seseorang terus mengharapkan hal tersebut. Jika ini terjadi, maka bisa saja orang tersebut akan mengharapkan pujian dalam melakukan kebaikan atau riya.
Padahal sejatinya riya merupakan ibadah yang tak mendapat pahala apa-apa dan bisa berbuah dosa. Ini tertuang dalam HR Muslim Nomor 115 yang berbunyi:
“Amalan seseorang yang berbuat riya’ (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa” (Syarh Shahih Muslim , 18: 115).
3. Jangan Terlalu Membanggakan Diri
Anda yang mendapatkan pujian juga dapat mempunyai sifat ujub, yakni bangga dan takjub pada diri sendiri. Ingatlah jika terlalu berbangga diri bisa berujung pada masuk neraka agar tidak senantiasa terlalu membanggakan dirinya.
Hal ini tertuang dalam Majmu Al Fatawa 10:294 yang berbunyi:
“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (HR. Abdur Rozaq 11: 304. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3039).
Karena itulah, Sobat Cahaya Islam yang mendapat pujian seperti pesepakbola Alejandro Garnacho wajib berhati-hati. Jangan sampai terlena dengan pujian itu dan terus merasa rendah diri.































