Kepala Bea Cukai Eko Darmanto Pamer Harta, Ingat Surat Al Maauun!

0
1096

Kepala Bea Cukai Eko Darmanto – Belakangan ini, nama-nama tokoh penting jadi sorotan karena memamerkan hartanya di sosial media. Terbaru, ada aksi pamer harta Kepala Bea Cukai Eko Darmanto yang menjadi sorotan.

Publik tentu menyorot aksi Eko Darmanto dan sebagian besar menghujaninya dengan kritik. Bahkan banyak orang yang menyayangkan aksi kepala Bea Cukai tersebut.

Viral Aksi Kepala Bea Cukai Eko Darmanto yang Pamer Harta

Viralnya nama Kepala Bea Cukai Eko Darmanto bermula dari aksinya yang memamerkan gaya hidup di akun Instagram pribadinya. Lewat akun Instagram bernama @eko_dramanto_bc, sang kepala Bea Cukai itu kerap memposting foto yang memamerkan harta kekayaan ke publik.

Foto-foto yang ia unggah pun tampak dengan berbagai background barang mewah. Tampak Eko Darmanto memperlihatkan barang pribadinya seperti rumah mewah, motor klasik, mobil dengan harga fantastis, sampai pesawat pribadi.

Buntut aksi pamer harta yang Eko Darmanto lakukan itu, pihak KPK rupanya memanggil Pejabat DJBC tersebut. Pemanggilan pada hari Selasa 7 Maret besok tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi seluruh harta milik Eko Darmanto.

Menurut informasi yang beredar, pemanggilan klarifikasi harta kekayaan Eko Darmanto akan berlangsung di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

Pamer Kekayaan Dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, memamerkan semua yang dimiliki seperti Kepala Bea Cukai Eko Darmanto sejatinya bukan perilaku terpuji. Apalagi jika tujuan memamerkan hal itu untuk mendapat pujian dan penghargaan.

Islam melarang manusia memamerkan hal itu walaupun tak jarang khilan dan terus melakukannya. Memang perbuatan pamer mempunyai motif berbeda-beda.

Karena itulah pamer sendiri mempunyai dosa yang beratnya tidak sama antara satu sama lain. Oleh sebab itu penting untuk Anda agar menghindari sifat pamer apalagi jika bertujuan untuk mendapat pujian.

Bahaya Berperilaku Pamer Menurut Islam

Sifat pamer tentu saja akan mendatangkan mudharat bagi orang yang melakukannya. Selain itu, perilaku tersebut juga bertentangan dengan konsep manusia menurut islam, dan nilai lainnya.

Tak hanya itu, banyak bahaya yang terjadi apabila perilaku riya dilakukan oleh Anda sebagai orang muslim. Berikut ini ada beberapa bahaya pamper bagi orang yang melakukannya:

1.       Mendapat Murka Allah

Bagi orang yang riya, sejatinya sama seperti orang sombong dan angkuh. Hal ini akan membuat Allah murka dan tak menyukai hambanya yang seperti itu.

Ini tertuang dalam QS Luqman ayat 18 yang berbunyi:

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى الۡاَرۡضِ مَرَحًا ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍۚ

Wa laa tusa’-‘ir khaddaka linnaasi wa laa tamshi fil ardi maarahan innal laaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuur

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Oleh sebab itulah jangan sampai Anda kehilangan cinta dan rahmat dari Allah SWT karena sifat sombong dan pamer seperti itu. Pasalnya tanpa rahmat Allah tentu manusia akan kehilangan banyak nikmat.

2.       Dapat Membatalkan Amalan

Dengan memamerkan kelebihan seperti harta, maka bisa membatalkan amalan atau menghilangkan amalan kebaikan Anda. Sebab niat yang Anda lakukan bukan karena ikhlas melainkan untuk mendapat pujian sampai menyakiti hati orang lain.

Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 264 yang berbunyi:

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tubṭilụ ṣadaqātikum bil-manni wal-ażā kallażī yunfiqu mālahụ ri`ā`an-nāsi wa lā yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir, fa maṡaluhụ kamaṡali ṣafwānin ‘alaihi turābun fa aṣābahụ wābilun fa tarakahụ ṣaldā, lā yaqdirụna ‘alā syai`im mimmā kasabụ, wallāhu lā yahdil-qaumal-kāfirīn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. 

3.       Termasuk Orang yang Celaka

Dalam QS Al Maa’uun ayat 4-7, Allah SWT berfirman:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)

“Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang yang berbuat riya’, dan enggan (menolong dengan) barang berguna”

Hal ini sama seperti orang yang memamerkan sesuatu karena ada orang lain melihatnya. Tentu saja orang yang seperti itu akan celaka.

Itulah informasi tentang Kepala Bea Cukai Eko Darmanto yang melakukan hal terlarang dalam islam yakni pamer kekayaan. Anda wajib mewaspadai diri agar tidak mempunyai sifat seperti itu.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY