Tips Membeli Hunian Dalam Islam Agar Tidak Seperti Kasus Apartemen Meikarta

0
1136
Kasus Apartemen Meikarta

Kasus Apartemen Meikarta – Sudah cukup lama kasus ini tak kunjung selesai dan menemukan titik terang. Karena itulah, kasus tersebut terus saja menjadi sorotan di tengah publik.

Sejatinya proyek pembangunan apartemen Meikarta sendiri belum selesai sepenuhnya. Namun apartemen Meikarta terus mengalami masalah yang berkelanjutan.

Informasi Terbaru Kasus Apartemen Meikarta

Kasus apartemen Meikarta masih terus bergulir sampai sekarang. Belum lama ini, DPR RI memanggil bos Meikarta dalam RDPU dengan Komisi VI DPR RI. Alasan pemanggilan sang bos Meikarta untuk membahas tentang permasalahan apartemen miliknya.

Salah satu pembahasan dalam Rapat Dengan Pendapat Umum tersebut adalah pengembalian dana yang konsumen Meikarta minta. Bagaimana tidak, pengembang Meikarta yakni PT MSU, sebagai anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk menawarkan pilihan secondary market.

Solusi dari perusahaan adalah titip jual untuk konsumen yang belum mendapat unit dan ingin melakukan pengembalian dana. Lebih lanjut, Presdir PT Lippo Karawaci Tbk mengatakan hal serupa kepada 130 konsumen yang sudah meminta pengembalian dana.

Menurutnya, 130 konsumen tersebut merasa ingin meminta uang yang sudah mereka setorkan kembali terkait unit pesanan konsumen belum selesai. Namun konsumen justru merasa keberatan kalau ada pilihan tersebut.

Menurut konsumen, unit yang Meikarta janjikan belum ada dan merasa bingung apa yang akan dititipkan. Konsumen justru meminta kepada Meikarta untuk membayarkan unit belum jadi yang sudah mereka bayarkan terlebih dahulu.

Tips Membeli Hunian yang Tepat Menurut Islam

Berkaca dari kasus apartemen Meikarta, sebaiknya Sobat Cahaya Islam lebih berhati-hati saat memilih hunian baik berbentuk rumah ataupun apartemen.

Kasus Apartemen Meikarta

Berikut ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membeli hunian tepat menurut ajaran islam:

1.       Periksa Nomor Registrasi Pengembang Hunian

Pertama-tama Anda bisa memeriksa nomor registrasi pengembang hunian terlebih dahulu. Sebagai informasi, sistem registrasi pengembang adalah aplikasi untuk mengawasi kerja pengembang terutama dalam jual dan beli rumah.

Anda bisa mengeceknya lewat aplikasi resmi dari Kementerian PUPR yang bertujuan demi melancarkan jual beli hunian.

2.       Memastikan Tak Ada Sengketa Tanah

Sampai saat ini sengketa tanah menjadi masalah penting yang harus Anda perhatikan sekarang juga. Pasalnya banyak tanah bermasalah sehingga menyulitkan pembangunan rumah dan pembeli.

Karena itulah, penting untuk Sobat Cahaya Islam pastikan tak ada sengketa tanah dalam hunian yang akan dibeli.

3.       Tidak Bermegah-Megahan

Jika sudah menemukan pengembang dan tanah yang bebas dari masalah, Anda bisa mulai membangun hunian. Namun harap pastikan Anda tidak bermegah-megahan dalam membangun hunian.

Hal itu tertuang dalam QS. At Takatsur ayat 1-3 yang berbunyi:

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ 1.

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ 2

sampai kamu masuk ke dalam kubur

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ 3

Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu

4.       Berdoa

Dalam agama islam, membeli hunian untuk kebutuhan tempat tinggal dan berlindung merupakan salah satu ibadah. Sebab hal tersebut bisa menjadi bagian dari upaya perlindungan keluarga.

Kalau ingin terbebas dari masalah dalam membeli hunian, Anda bisa berdoa agar Allah melancarkan semua kebutuhan dan keinginan dalam membeli rumah. Untuk doa-nya, Sobat Cahaya Islam bisa melihat dalam Qs. Taha ayat 25-28 yang berbunyi:

 (25) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي

(26) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

(27) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي

(28) يَفْقَهُوا قَوْلِي

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku,” (QS Taha: 25-28).

Dengan menerapkan cara di atas, Insya Allah Anda bisa menemukan hunian yang paling tepat dan aman. Bahkan besar kemungkinan Anda terhindar dari kasus apartemen Meikarta.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY