Peringatan Hari Ayah, Teladani 4 Sikap Rasulullah SAW Ini

0
891
Peringatan Hari Ayah

Peringatan Hari Ayah – Sobat Cahaya Islam, masyarakat Indonesia merayakan Hari Ayah Nasional setiap tanggal 12 November.

Peringatan ini merupakan sebuah momen untuk menghormati peran dan jasa seorang ayah di dalam keluarga.

Seorang ayah adalah matahari dan seorang ibu adalah bulan, begitulan pepatah mengatakan. Ayah adalah seorang penjaga dan Ibu adalah seorang pengasuh. Dua peran dalam keluarga yang saling melengkapi.

Ayah merupakan sosok yang sangat disegani dalam keluarga, dimana ayah berperan sebagai pencari nafkah dan sebagai penjaga keluarganya. Lantas, bagaimana sikap Rasulullah SAW yang bisa kita teladani sebagai seorang ayah?

Peringatan Hari Ayah Dengan Meneladani Sikap  Rasulullah SAW  Sebagai Figur Ayah Terbaik

Dalam sebuah keluarga, peran sebagai orangtua yang kaku, keras dan disegani seringkali disandang seorang ayah. Anak cenderung lebih  lentur dan manja kepada ibunya dan lebih takut kepada ayahnya. Hal ini disebabkan seorang ayah harus menjaga martabat dan harga diri keluarganya.

Sebagaimana yang tertulis dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS At-Tahrim : 6)

Namun Rasulullah SAW membuktikan bahwa menjadi seorang ayah tidak harus berdiri pada peran yang kaku, kasar atau menakutkan.  Rasulullah mencontohkan bagaimana seharusnya seorang ayah bisa menjadi figure teladan yang mengayomi, melindungi dan menyayangi keluarganya.

1. Sikap Penuh Kasih Sayang dan Kelembutan

Salah satu sikap Rasulullah SAW yang patut kita contoh adalah selalu penuh kasih sayang dan kelembutan.  Wujud kasih sayang Rasul kepada anak-anak adalah dengan tidak membebani mereka di luar kemampuan.

Peringatan Hari Ayah

Diriwayatkan saat terjadi perang Uhud, Rasulullah di datangi beberapa orang anak kecil yang ingin ikut pergi berperang. Namun Rasulullah menolak keinginan anak-anak tersebut karena menurut beliau mereka masih terlalu kecil untuk berperang.

Sobat Cahaya Islam, peperangan bukanlah sebuah hal mudah bagi seorang anak kecil, itu sebabnya Rasul menolak bantuan dari anak-anak tersebut.

Dalam peristiwa lain, Rasulullah juga pernah menghibur seorang anak kecil putra Ummu Sulaim. Anak yang bernama Abu Umar itu tengah menangisi kematian burung kesayangannya.

2. Mengajarkan Kejujuran

Peringatan Hari Ayah dapat digunakan untuk meneladani sikap Rasulullah yang berikut ini. Kejujuran merupakan salah satu hal sangat dijunjung tinggi oleh Rasulullah SAW. Karena itu beliau selalu mengajarkan hal penting ini kepada anak-anaknya. Bukan hanya kepada anaknya saja, namun kepada seluruh anak kecil yang ditemuinya.

Dikisahkan ada seorang anak bernama Abdullah bin Busr yang diperintahkan oleh ibunya untuk membawakan setandan anggur bagi Rasulullah. Namun Abdullah memakan beberapa butir buah anggur dalam perjalanannya menuju rumah Rasul.

Mengetahui perbuatan Abdullah tersebut, Rasul pun menjewer telinga Abdullah seraya mengingatkan agar lain kali tidak khianat kepada amanah dari ibunya.

3. Berlaku Adil dan Tidak Membedakan

Salah satu sikap rasulullah yang sangat dikagumi adalah sikap yang adil terhadap semua anaknya. Rasul menilai perbuatan tidak adil kepada anak-anak sebagai bentuk kezhaliman, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits berikut ini,

Dari an-Nu’man (bin Basyir), beliau Radhiyallahu anhu berkata, “Ibu saya meminta hibah kepada ayah, lalu memberikannya kepada saya. Ibu berkata, ‘Saya tidak rela sampai Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi saksi atas hibah ini.’ Maka ayah membawa saya –saat saya masih kecil- kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasûlullâh, ibunda anak ini, ‘Amrah binti Rawahah memintakan hibah untuk si anak dan ingin engkau menjadi saksi atas hibah.’ Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Wahai Basyir, apakah engkau punya anak selain dia?’ ‘Ya.’, jawab ayah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, ‘Engkau juga memberikan hibah yang sama kepada anak yang lain?’ Ayah menjawab tidak. Maka Rasûlullâh berkata, ‘Kalau begitu, jangan jadikan saya sebagai saksi, karena saya tidak bersaksi atas kezhaliman.’ “ [HR. al-Bukhâri no. 1623]

Namun perlu digaris bawahi bahwa prinsip keadilan juga harus berbanding lurus dengan kebutuhannya. Contoh memberikan sesuatu kepada dua anak yang berbeda usia tentu tidak harus sama bentuknya karena kebutuhan mereka pun berbeda.

4. Selalu Mendoakan Anak

Sebagai seorang ayah, Rasulullah senantiasa menyebut anak-anaknya dalam setiap doa. Mendoakan kebaikan untuk anak adalah wujud kasih sayang dan rasa cinta orang tua sebagaimana sabda Rasullulah SAW,

“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizolimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya”(HR. Ibu Majah No. 3862)

Dari hadits ini kita dapat menangkap bahwa setiap doa berisi kebaikan untuk anak-anak yang dilantunkan oleh orangtuanya, merupakan doa yang mustajab dan didengarkan oleh Allah SWT.

Peringatan Hari Ayah

Meneladani sikap Rasulullah dalam peringatan Hari Ayah yang berlangsung tanggal 12 November, diharapkan akan membawa perubahan kepada cara bersikap ayah terhadap anaknya sehingga menjadi lebih baik lagi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY