Mengembangkan spiritual anak – Dalam ilmu parenting, konsep mengembangkan spiritual anak sangat berperan penting dalam mewujudkan peningkatan ibadah pada diri anak. Selain menjadikan sang anak lebih beriman, peningkatan ibadah juga menjadi gerbang awal untuk lebih dekat dengan Allah Ta’ala.
Sobat Cahaya Islam, mengembangkan spiritual anak bukan saja tugas para asatidz melainkan kolaborasi dari semua umat muslim yang memiliki kewajiban untuk menjaga keimanan generasi. Lantas bagaimana cara menjaga dan mengembangkan keimanan dalam diri sang anak? Simak ulasan di bawah ini ya!
Manfaat Mengembangkan Spiritual Anak dalam Kehidupan Kaum Muslimin
Dalam kehidupan keluarga, mengembangkan spiritual anak sangatlah penting untuk mengawal pendidikan beragama sebab keluarga memiliki peran utama sebagai madrasatul ‘ula.
Hanya saja, fenomena sekarang sedikit berbeda sebab seringkali pendidikan agama hanya disangkutpautkan pada pendidikan yang ditempa sang anak pada sata di sekolah. Padahal, pembelajaran di sekolah hanyalah berjalan sekian waktu saja dibandingkan lamanya sang anak saat berada di rumah.
Bayangkan saja, di era akses bebas internet seperti sekarang, sangat mudah bagi anak untuk mencari berbagai informasi dari yang tidak bermanfaat sampai hal yang aneh sekalipun.
Tentu sebagai seorang muslim dan memiliki batasan syar’i, tidak semua informasi dapat diakses dan dipahami secara otodidak.
Malah anak masih perlu membutuhkan bimbingan dan pengawalan manakala mencari informasi dari telepon genggam yang berpotensi memberikan banyaknya informasi negatif dibanding positif.
Fakta di lapangan menunjukkan banyaknya segolongan remaja baik sadar maupun tidak terjerumus dalam ranah pergaulan bebas atau bahkan mengakses segala informasi yang tidak jelas.
Alih – alih dapat meningkatkan keimanan dalam diri, malah hal tersebut bisa menjauhkan sang anak dari Pencipta dan menganggap semua hal yang berpotensi menjadi dosa adalah kewajaran.
Cara Mengembangkan Spiritual Anak di Era Kecanggihan Internet
Ada banyak cara untuk menetapkan serta mengembangkan pemahaman terkait keimanan dalam diri agar semakin mendalam di jiwa sang anak.
Meningkatkan keilmuan sendiri terkait pemahaman ibadah sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mujadilah ayat 11 yakni :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
Tentu bukan dengan cara mendoktrin sebab hal ini berpotensi terjadi adanya pembangkangan di masa mendatang. Adapun beberapa cara diantaranya yakni :
1. Merutinkan Pembahasan Alqur’an bersama Sang Anak
Hal pertama yang bisa dialkukan yakni dengan melakukan diskusi terkait asbabun nuzul dari turunnya sebuah ayat Alqur’an.
Perlu diingat, membaca Alqur’an saja tentu tidak terlalu memberikan pengaruh yang signifikan dalam diri. Sehingga, mentadabburi Alqur’an harus lebih sering dilakukan.


Dengan melakukan tadabbur Alqur’an, maka secara tidak langsung sang anak akan belajar untuk lebih memahami dan dekat dengan Rabb, yang telah membuat Alqur’an itu sendiri. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Kahfi ayat 28 yakni :
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
Artinya : Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.
2. Mengamalkan Syariat Islam dalam Kehidupan
Hal selanjutnya yakni terkait perlunya pengamalan syariat Islam oleh sang anak. Mengamalkan syariat baiknya dilakukan secara kontinu agar lebih mendarah daging dalam diri.
Semakin banyak sang anak mendapat kesempatan untuk mengamalkannya, maka semakin baik pula keimanan dalam diri.


Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 208 yakni :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan konsep mengembangkan spiritual anak di era akses internet bebas bagi kalangan umat muslim. Semoga ulasannya bermanfaat.
































