Akhlak pada Suami, Istri Wajib Tahu!

0
768
akhlak pada suami

Akhlak pada Suami – Apa saja akhlak pada suami yang sudah semestinya dilakukan oleh seorang istri?

Di dalam mengarungi bahtera rumah tangga, seorang suami digambarkan sebagai sosok pemimpin. Di mana dia yang bertugas membina anggota keluarga dan tentunya dihormati.

Sedangkan istri juga memiliki peran penting sebagai teman bertukar pikiran sebelum membuat keputusan.

Dengan melakukan kebiasaan tersebut, hubungan rumah tangga akan menjadi lebih harmonis dan terasa menentramkan bagi satu sama lain.

Kendati demikian, tidak jarang keduanya memiliki perbedaan pendapat sehingga merujuk pada perdebatan.

Padahal, jika suami maupun istri sama-sama mengetahui perannya, maka akan lebih mudah untuk diselesaikan dengan kepala dingin dan hati legawa.

Selama ini, kita tahu bahwa peran seorang suami adalah memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga. Bahkan Islam juga menjelaskan, jika istri dan anak-anak adalah sepenuhnya tanggung jawab dari suami.

Mulai dari memberikan makan, pakaian, hingga tempat untuk tinggal. Serta berbagai fasilitas yang memang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Akhlak pada Suami, Istri Wajib Tahu!

Nah, Sobat Cahaya Islam, meskipun suami memegang peran tertinggi dalam keluarga. Namun seorang istri juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi kewajibannya pada seorang suami. Demikian ulasannya.

1.      Taat

akhlak pada suami

Yang pertama, kewajiban istri pada suaminya adalah bersikap taat terhadap apapun yang dikatakan. Kecuali jika hal tersebut melanggar aturan agama maupun negara.

Ketaatan seorang istri juga memberikan hubungan di antara keduanya menjadi selalu baik.

Seperti meminta izin terlebih dahulu sebelum melakukan apapun, atau bahkan melibatkannya dalam berbagai hal yang membutuhkan pengambilan keputusan.

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar. (QS. An-Nisa’ Ayat 34)

2.      Menyenangkan Suami

akhlak pada suami

Selanjutnya, sebagai istri jangan lupa untuk senantiasa bermuka manis sehingga bisa menyenangkan hati milik suaminya.

Seorang istri memang dituntut untuk mempunyai emosi yang stabil dan mengontrolnya sebaik mungkin. Agar tidak sampai berbicara dengan nada tinggi yang membuatnya terkesan kurang sopan.

3.      Menjaga Kehormatan Suami

Seorang istri juga berkewajiban untuk menjaga kehormatan suaminya. Misalnya dengan mengenakan pakaian yang baik, menutup aurat, menjaga lisan dan perilaku, serta ramah pada orang lain yang terlibat dengannya.

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, (QS. Al-Ahzab Ayat 33)

Meskipun istri tidak perlu bekerja, namun mengelola keuangan dalam keluarga harus dilakukan dengan tepat. Sebagai pengatur, sudah semestinya setiap pengeluaran digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, istri tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa izin dari suaminya. Juga tidak boleh mengundang dan membawa laki-laki bukan muhrim masuk ke dalam rumah ketika tidak ada suami.

Menghindari Kemarahan dari Suami

Menghindari kemarahan suami memanglah tidak mudah, bahkan istri harus rela mengalah dan mengubur keinginannya demi meredam kemarahan suami.

Namun, jika seorang istri melakukannya dengan perasaan ikhlas, maka akhirat akan menjamin kebahagiaannya di surga kelak.

Terasa berat, bukan? Hanya saja suami juga perlu mengetahui apa saja yang sebaiknya dilakukan untuk menyenangkan hati istri. Sebab dalam rumah tangga, kebahagiaan bukan hanya milik salah satu, namun keduanya.

Demikian di atas merupakan ulasan mengenai apa saja akhlak pada suami yang wajib kita ketahui.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY