Viral Penutupan Holywings, Ribuan Karyawan Terancam Pengangguran

0
1582
penutupan holywings

Penutupan Holywings – Beberapa hari ini, kabar penutupan holywings mulai tersebar. Penutupan tersebut terjadi lantaran surat perizinannya dicabut untuk beroperasional di Jakarta. Tentu, hal ini sangat mengkhawatirkan terutama bagi para karyawan.

Sobat Cahaya Islam, berita penutupan holywings lantaran dugaan penistaan agama tentu bukan hal baru. Sebelumnya sudah ada banyak model lain untuk bisa mencela agama Islam.

Namun, kelakukan Holywings kali ini mengundang kemarahan umat Islam yang penduduknya menjadi mayoritas di negeri.

Apa Penyebab dari Penutupan Holywings?

Penutupan Holywings terjadi lantaran sebelumnya usaha tersebut menjadikan nama “Muhammad” dan “Maria” sebagai promosi untuk bisa mendapatkan minuman keras secara gratis.

Tentu hal ini sangat bertentangan dengan kepribadian dua nama mulia tersebut yang menjadi teladan dalam kehidupan.

Terlebih lagi, yang dipermasalahkan adalah terkait promosi yang bertentangan dengan syariat Islam. Maka dari itu, penting bagi umat untuk bisa memberikan sikap yang tegas atas penistaan yang dilakukan.

Kebijakan untuk melakukan penutupan jelas bukan solusi akhir dari fenomena maraknya penistaan agama.

Sebab akar masalahnya yakni pada perdagangan miras yang mulai merajalela dan dengan tidak sungkan muncul di permukaan bersama dengan makanan dan minuman halal lainnya.

Jika dibiarkan, generasi akan semakin tidak kondusif, dan malah terjebak pada pola kehidupan bebas dengan menjadikan minuman keras sebagai bagian dari kewajaran. Padahal, syariat Islam, jelas melarangnya.

Namun fenomena tersebut nyatanya sudah dibahas oleh Rasulullah dalam sabda beliau yang dinukil dari Abu ‘Amir atau Abu Malik Al Asy’ari bahwa Rasulullah SAW menyampaikan,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ ، يَأْتِيهِمْ – يَعْنِى الْفَقِيرَ – لِحَاجَةٍ فَيَقُولُوا ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا . فَيُبَيِّتُهُمُ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ ، وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya : “Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.”

Mengapa Penistaan Agama Sering Terjadi pada Islam?

Penistaan yang sering diarahkan pada agama Islam sebenarnya merupakan indikasi bahwa agama Islam adalah agama mulia.

Jika bukan karena kemuliaannya, tentu tak akan banyak para musuh yang berusaha untuk menenggelamkan syari’at dengan berbagai metode penistaan. Metode yang dilakukan pun tentu akan menggelontorkan sejumlah dana yang tak kalah besar dan triliunan.

Maka dari itu, generasi umat Islam haruslah lebih tangguuh dan bijak menata strategi untuk mencegah dan meniadakan penistaan tersebut.

Satu – satunya cara yakni dengan mengetahui faktor – faktor yang menjadikan maraknya penistaan. Adapun beberapa faktor yang bisa dinalar yakni sebagai berikut :

1.     Lemahnya Islam di Mata Umat

penutupan holywings

Faktor pertama yang perlu dipahami yakni kelemahan dari internal umat muslim. Ada begitu banyak umat yang mulai meragukan keislamannnya dan hanya menjadikan sekedar formalitas beragama.

Hal ini tentu berdampak pada penjagaan serta kemurnian aqidah yang terpancar dalam kehidupan sehari – hari.

Akibatnya, ketika banyak pemuda yang menistakan agama, jangankan membela, untuk mengetahui kebenarannya saja, terkadang generasi muslim sudah tak mampu menalar. Justru malah terjebak dengan masalah perbedaan bacaan qunut saja. Maka dari itu, dakwah sangat dibutuhkan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 104 yakni :

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya : Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

2.     Sistem Bebas Nilai

penutupan holywings

Salah satu hal berpengaruh lainnya yakni, penerapan sistem bebas nilai pada negeri di seluruh dunia. Perlu disadari, kebolehan masyarakat dalam menafsir makna menjadi salah satu dalih untuk melkaukan penistaan.

Dengan berdalih “tidak bermaksud menyakiti…” maka akan ada kemuliaan yang didapatkan para penista. Kalaupun tak ada, tentu hukuman yang diberikan kadang tak sesuai. Bahkan sanksi sosial sekalipun juga terkadang tidak berpengaruh.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikian ulasan mengenai penutupan Holywings. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY