Trilogi Kesuksesan ala Islam – Kesuksesan tidak datang begitu saja. Tapi, kita harus menemukannya. Setiap orang mungkin punya jalan yang berbeda untuk meraihnya. Tapi, Islam punya 3 kunci sukses yang tak terpisahkan. Trilogi kesuksesan tersebut adalah usaha (ikhtiar), doa, dan berserah diri (tawakal).
Ikhtiar sebagai Langkah Awal Mebuju Sukses
Sebagai umat muskim, kita meyakini bahwa semua terjadi atas kehendak Allah, termasuk kesuksesan seseorang. Tapi, bukan berarti kita hanya cukup berpangku tangan menunggu takdir Tuhan. Pasalnya, Allah juga memerinntahkan hamba-Nya untuk mencari rezeki, sebagaimana ayat berikut ini:
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ وَابۡتَغُوۡا مِنۡ فَضۡلِ اللّٰهِ
“Apabila Shalat telah dilaksanakan, bertebaranlah di muka bumi untuk mencari karunia Allah.” (1)
Ayat di atas menegaskan bahwa seseorang yang ingin meraih kesuksesan harus melakukan usaha nyata. Tentu saja tanpa melupakan kewajibannya sebagai seorang hamba, yaitu shalat. Pasalnya, banyak manusia yang tidak mau usaha dan hanya menunggu nasib. Ada juga yang terlalu fokus bekerja keras hingga lupa shalat dan kewajiban lainnya.
Berdoa Setelah Berusaha


Allah memang Maha Tahu. Tapi, kita berdoa bukan untuk memberitahu keinginan kita kepada Allah melainkan sebagai bentuk kehambaan kita. Berdoa artinya kita butuh Allah dan percaya bahwa yang dapat membuat usaha kita berhasil adalah Allah.
Berdoa juga merupakan perintah Allah:
ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya.” (2)
Allah pasti akan merespon doa kita, baik dengan mengabulkannya ataupun menggantinya dengan yang lebih baik. Juga merupakan hak Allah untuk mengabulkan doa kita dalam waktu dekat atau menundanya.
Salah satu hikmah dari doa adalah bahwa doa dapat mendekatkan kepada Allah sehingga memperlancar tercapainya usaha kita. Selain itu, berdoa juga menghindarkan diri dari merasa bahwa keberhasilan kita adalah semata-mata karena usaha kita tanpa campur tangan Allah. Tentu saja, ini bisa menjadi bentuk kesombongan yang besar.
Trilogi Kesuksesan ala Islam, Tawakal Setelah Ikhtiar dan Berdoa


Setelah berikhtiar dan berdoa, tugas kita sebagai umat muslim adalah tawakal. Allah berfirman:
فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ
“Kemudian jika kamu telah membulatkan tekad, bertawakal-lah kepada Allah.” (3)
Jadi, ikhtiar dan doa belum-lah cukup. Pasalnya, kita masih butuh satu hal lagi untuk kita lakukan, yakni tawakal. Tawakal sendiri artinya berserah diri kepada Allah. Maksudnya, hasil dari apa yang sudah kita usahakan dan doakan, kita pasrahkan kepada Allah. Pasalnya, Allah-lah yang mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.
Dengan bertawakal, kita akan lebih siap menerima kenyataan. Dengan kata lain, kita tidak akan kecewa dengan takdir Allah.
Faktanya, banyak orang yang kecewa ketika Allah tidak mengabulkan usaha dan doanya. Misalnya adalah ketika seseorang gagal menjadi pejabat publik. Padahal, betapa banyak orang yang berhasil menjadi pejabat dan akhirnya justru malah tidak amanah dan jauh dari Allah.
Di sinilah pentingnya peran tawakal, agar apapun yang Allah takdirkan untuk kita, kita bisa sabar, bahkan ridha menerimanya.
Referensi:
(1) Q.S. Al-Jumu’ah 10
(2) Q.S. Al-Mukmin 60
(3) Q.S. Ali Imran 159






























