Heru Hidayat Kena Hukuman Mati, Beginilah Mekanisme Islam Membuat Jera Umat yang Bersalah

0
1053
Heru Hidayat

Heru Hidayat – Beberapa hari yang lalu, selain berita duka dari Rano Karno umat juga harus lapang dada kembali dengan pemberitaan Heru Hidayat yang kabarnya akan menghadapi hukuman mati.

Sobat Cahaya Islam, tertangkapnya Heru Hidayat kembali mengulang kekecewaan umat Islam. Lagi – lagi umat kembali dikejutkan dengan teladan yang bisa menjadikan umat Islam secara keseluruhan mendapat cap buruk.

Bagaimana Umat Menanggapi Kasus Heru Hidayat?

Sobat Cahaya Islam, kasus Heru Hidayat yang terancam hukuman mati bisa saja bukan yang pertama kali. Sebelumnya juga ada beberapa umat yang tersandung kasus serupa. Lagi – lagi, kasus tersebut datang dari kaum muslimin sendiri.

Faktanya, kuantitas kaum muslim di negeri tak sebanding dengan kualitas ketaan yang dimiliki. Idealnya, jika jumlah umat muslimin mayoritas maka seharusnya kualitas ketaqwaan juga besar pengaruhnya.

Hanya saja, kasus demi kasus mulai dari korupsi, penggelapan uang juga suap malah diinisiasi dari kalangan elit politik kaum muslimin.

Sehingga sangat penting bagi umat untuk senantiasa melakukan muhasabah bersama. Selain muhasabah, umat juga perlu untuk lebih banyak mengamalkan syariat dalam kehidupan. Salah satunya menerapkan sikap kehati – hatian (wara’).

Dengan menerapkan sikap wara’, maka umat akan dapat memilah aktivitas yang sesuai dengan landasan syariat serta sejumlah amalan yang berpotensi menuju pada kemaksiatan.

Kasus korupsi, suap bahkan memanipulasi data antara jabatan tak kan pernah terjadi sebab umat memiliki benteng aqidah yang mendalam dalam diri. Hanya saja, proses untuk meningkatkan ketaqwaan serta sikap wara’ tersebut tentu tak mudah.

Umat akan banyak melalui banyak cobaan dan hambatan. Mulai dari hal ringan seperti mendapat cemoohan dari lingkungan sekitar atau bahkan harus bertarung dengan nyawa.

Apalagi di level kenegaraan, mau tak mau umat akan menghadapi banyak pressure sebab sikap kehati – hatian tersebut berbanding terbalik dengan konsep mencari keuntungan semata dalam negeri.

Mekanisme Sanksi Islam membuat Umat Jera

Dalam Islam, sanksi atas segala aktivitas yang buruk tentu akan bertujuan untuk membuat umat jera. Kendati demikian, tidak semua elemen masyarakat dapat menjatuhkan hukuman.

Di masa Rasulullah bahkan sampai era kekhilafahan Utsmani, seseorang yang memiliki hak preogratif untuk menentukan hukuman kepada pelaku adalah seorang khalifah.

Heru Hidayat

Penjatuhan hukuman tersebut harus sesuai dengan kajian dari keempat sumber pemahaman Islam yakni Alqur’an, Hadits, Ijma dan Qiyas. Sebab, permasalahan di kondisi modern seperti sekarang belum tentu pernah terjadi di masa Rasulullah SAW.

Tips Menjaga Diri Agar Jadi Panutan Publik

Sobat Cahaya Islam, menjadi panutan publik yang baik memang tak mudah. Ada banyak rintangan dan hambatan yang harus umat lalui. Namun, menjadi umat terbaik adalah cita – cita besar kaum muslimin. Hal ini sebagaiman firman Allah Ta’ala dalam surat Ali Imron ayat 110 yakni :

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Artinya : Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.

Mulai dari menahan nafsu popularitas, korupsi pendanaan sampai tidak tergoda oleh aktivitas penyelewengan dalam jabatan.

Ngeri bukan? Namun, stage dasar itu harus umat lalui selagi mereka punya niatan baik sebagai panutan masyarakat. Hukum alam akan berjalan jika memang hanya ada calon panutan publik yang sekedar pansos.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Heru Hidayat dan beberapa tips bagi umat agar dapat menjadikan dirinya sebagai panutan publik. Semoga tidak ada Heru selanjutnya sehingga negeri dapat kembali membaik. Aaamiin Yarobbal ‘Alamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY