Produk Unilever Diboikot Karena Dukung LGBT, Kenapa Islam Larang LGBT?

0
118
produk unilever

Produk Unilever – Perusahaan besar multinasional Unilever terangan-terangan mendukung LGBT. Melalui akun Twitter resminya, Unilever terang-terangan menyatakan dukungannya kepada gerakan LGBT. Hal tersebut menimbulkan ancaman boikot dari para netizen Indonesia. Seperti yang kita tahu, banyak produk Unilever membanjiri pasar Indonesia. Cukup besar konsumen Unilever di negara kita saat ini.

LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) di beberapa negara, khususnya negara-negara Barat  memang dilegalisasikan. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia jelas mengharamkan LGBT. Syariat Islam mengharamkan perbuatan-perbuatan yang sedang diperjuangkan oleh para pendukung LGBT ini.

produk unilever

Produk Unilever Diboikot Karena Dukung LGBT, Ini Alasan LGBT Dilarang dalam Islam

Allah dengan jelas dalam firman-firmannya di ayat suci Al-Quran bahwa tindakan LGBT sangat bertentangan dengan fitrah manusia. Harus diakui bahwa LGBT adalah merupakan perbuatan menyimpang. Perbuatan ini dapat mengakibatkan kerusakan moral, akhlak, akidah, dan kehidupan sosial.

Islam melarang LGBT bukannya tanpa alasan. Sobat Cahaya Islam harus tahu dan paham, mengapa Islam sangat melarang LGBT. Berikut adalah alasan LGBT dilarang Islam.

LGBT Adalah Dosa Besar

Sudah ada bukti nyata bahwa gerakan yang didukung oleh produk Unilever LGBT ini ternyata sudah ada di masa lampau, tepatnya pada zaman Nabi Luth. Kaum Nabi Luth melakukan perbuatan homoseksual lelaki dengan lelaki, perempuan dengan perempuan sehingga akhirnya diazab oleh Allah.

Perilaku homoseksual adalah dosa besar dalam Islam. Pelakunya akan mendapat laknat dari Allah. Jangan biarkan orang-orang di sekitar kita jatuh ke dalam perbuatan yang mengundang murka Allah. Jika tidak ingin mendapat azab Allah, jauhi perilaku yang digaungkan oleh pendukung LGBT. Homoseksual dosanya lebih besar dari perbuatan zina.

produk unilever

Tidak Bisa Menghasilkan Keturunan

Kaum gay dan lesbian kalau menikah tidak akan bisa menghasilkan keturunan. Dikarenakan pernikahan ini tidak sesuai dengan fitrah manusia. Pernikahan haruslah laki-laki dengan perempuan atau berbeda jenis kelamin. Itulah yang dinamakan pernikahan alamiah, laki-laki dan perempuan.

Pernikahan yang sesuai syariat dan alamiah akan menghasilkan keturunan. Sedangkan pernikahan sesama jenis menghasilkan dosa dan azab. Jadi mau pilih yang mana?

Bertentangan dengan Ajaran Allah

Bukti bahwa LGBT bertentangan dengan ajaran Allah tertuang dalam firman-Nya yang berbunyi:

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. (QS. As-Syuara ayat 165-166)

Melakukan perbuatan homoseksual adalah perbuatan yang melampaui batas. Allah tidak suka dengan orang-orang yang melampaui batas. Kehadiran Islam adalah sebagai rahmat Allah untuk para manusia. Dan juga untuk mengatur kehidupan manusia agar tidak merugikan manusia itu sendiri. Apabila hukum Islam tidak ditaati maka muncullah seperti LGBT. LGBT akan merugikan manusia itu sendiri.

Pelaku LGBT Mendapat Siksa Pedih

Umat Nabi Luth yang yang tidak mengindahkan untuk meninggalkan perbuatan homoseksual akhirnya mendapat siksa yang pedih di dunia dan akhirat. Semua kaum Nabi Luth dibinasakan dengan azab dari allah berupa gempa bumi dahsyat. Hendaknya kisah itu menjadi peringatan bagi kita semua agar menjauhi tindakan tersebut.

produk unilever

Menyebabkan Penyakit Kelamin

Penelitian menyebtkan bahwa perilaku homoseksual atau LGBT menyebabkan penyakit AIDS. Segala tindakan yang bertentangan dengan syariat atau hukum Islam pasti tidak baik bagi manusia. Oleh karena itu kita sebagai umat islam yang mengerti syariat Islam sebisanya menjauhi dan mencegah LGBT.

Sebagai bentuk untuk mencegah LGBT, sobat Cahaya Islam bisa memboikot produk Unilever yang secara jelas mendukung perilaku berdosa besar tersebut. LGBT adalah penyakit masyarakat yang akan merugikan kesehatan dan kehidupan sosial.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!