Di Balik Hati yang Gelisah! (Mengintip Sebab Hati Gelisah dan Cara Mengatasinya)

0
15772

Sahabat Cahayaislam, pernahkah Anda merasakan hati gelisah tanpa sebab? Pernahkah Anda merasa, dalam hari Anda yang paling lancar pun, terkadang ada sesuatu yang mengganjal dan membuat perasaan Anda tidak nyaman? Tentunya hampir setiap orang pernah mengalami hal yang semacam ini. Namun benarkah rasa gelisah itu muncul benar-benar tanpa sebab? Mari kita diskusikan bersama.

Sebab hati gelisah menurut Islam

Terkadang, sebab hati gelisah memang tidak menentu dan bisa jadi melibatkan banyak hal, permasalahan, juga berbagai pemikiran rumit akan suatu hal. Namun, tahukah sobat Cahayaislam, salah satu penyebab hati gelisah menurut Islam adalah perbuatan dosa yang kita lakukan sendiri? Sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits berikut ini.

Zaid bin Hubab Al Anshori berkata: “Aku bertanya pada Nabi tentang kebaikan dan dosa. Kemudian Nabi bersabda: “Adapun kebaikan itu baiknya budi pekerti, sedangkan dosa adalah sesuatu yang membuat gelisah di dalam hatimu, dan jika (perbuatan dosamu) dilihat manusia, kamu merasa benci.”” – HR Ahmad.

Nah, sobat, sebagai orang yang beriman dan juga berilmu, sudah sepatutnyalah kita belajar untuk meresapi hikmah yang tersirat dari hadits tersebut. Artinya, sebab hati gelisah tidaklah jauh-jauh dari perbuatan kita sendiri. Oleh karenanya, Rosulullah SAW selalu mengingatkan kita untuk menjauhi hal-hal yang menyebabkan dosa, bahkan dimulai dengan dosa kecil ataupun remeh sekalipun. Kita juga perlu mengingat bahwa, walaupun tidak ada orang lain yang melihat tingkah laku kita setiap detiknya, kita selalu diawasi, selalu dilihat oleh Allah SWT, sehingga kita dapat terhindar dari perbuatan-perbuatan yang menjadikan dosa tersebut.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menghindarkan diri dari sebab hati gelisah (perbuatan-perbuatan dosa) ini? Rosulullah sudah punya jawabannya, sobat.

Menjaga sholat, tameng ampuh dari perbuatan maksiat

Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa Nabi menjelaskan bahwa sholat merupakan tameng ampuh bagi kita untuk menghindari perbuatan dosa, dan otomatis menjauhkan kita dari sebab hati gelisah tersebut, karena setiap bacaan dalam sholat ditujukan untuk bermunajat (berkomunikasi) dengan Allah SWT. Namun kemudian, ada seorang shohabat yang bertanya, “Wahai Nabi, lalu bagaimana dengan seseorang yang mengerjakan sholat, namun dia tetap mengerjakan perbuatan maksiat?” Oleh Nabi pun dijawab, “Maka lihatlah sholatnya.”

Maka lihatlah sholatnya. Dengan demikian, pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah, sudahkah sholatnya dijaga? Apakah sholatnya khusyu’? Adakah sholatnya dengan tuma’ninah?

Sahabat, memang tidak ada manusia yang sempurna, khususnya dalam hal ini terkait dengan sholat. Sebagai manusia biasa, memang sudah garisnya kita tidak bisa khusyu’ 100% dalam melaksanakan sholat. Akan tetapi, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai usaha untuk meningkatkan kekhusyu’an dan tuma’ninah dalam sholat seperti berikut ini.

  • Memperbanyak jumlah hitungan bacaan dalam sholat

Misalkan ketika rukuk, membaca lafadz subhaana robbiyal adziim paling sedikit 3x, ketika sujud membaca lafadz subhaana robbiyal a’laa paling sedikit 3x, dan sebagainya.

  • Membaca bacaan-bacaan sholat dengan pelan-pelan, fasih, dan menghayati maknanya sehingga mendapatkan kekhusyu’an dan manisnya munajat dengan Allah
  • Merasa dan menghayati bahwa dirinya sedang menghadap pada Allah, dan bahwa setiap munajatnya, setiap gerakannya didengar serta dilihat oleh Allah.
  • Selalu mengingat bahwa sholat tanpa tuma’ninah hukumnya batal, sama saja dengan tidak sholat.

Kiranya demikian ulasan singkat tentang pentingnya memahami sebab hati gelisah menurut pandangan Islam serta cara untuk menghindarinya. Terakhir, sahabat Cahayaislam, marilah kita bersama-sama nggayuh maring kasampurnan untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik agar nantinya mendapatkan derajat surge yang tinggi di sisi Allah SWT. Allahumma aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!