Vaksin Pfizer, Boleh Digunakan atau Tidak?

0
55
Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer – Beberapa hari ini, vaksinasi dengan penggunaan vaksin Pfizer mulai digalakkan. Pfizer kebanyakan khusus untuk anak maupun remaja dari usia 12 – 17 tahun.

Rencananya, jika tak banyak keluhan, maka akan dapat pemerintah daerah terapkan di wilayah lain.

Sobat Cahaya Islam, penggunaan vaksin Pfizer masih menjadi tanya bagi sebagian umat. Ada yang mempertanyakan terkait kehalalannya.

Tentu hal tersebut layak umat perhatikan, sebab dampak dari bahaya memakan atau memasukkan sesuatu yang haram ke dalam tubuh umat.

Bagaimana Umat Merespon tentang Penggunaan Vaksin Pfizer tersebut?

Vaksin Pfizer

Sobat Cahaya Islam, dalam setiap aktivitas idealnya memang umat haruslah bisa memastikan kehalalannya.

Sebab, jika umat sampai melakukan aktivitas yang haram maka akan menjadikan kehidupannya tidak berkah. Termasuk penggunaan dari vaksin yang baru datang ke negeri tersebut.

Memang, belum umat ketahui pasti memang terkait haram dan halalnya zat tersebut.

Namun, dalam hal ini ada sebagian pendapat yang dapat umat jadikan sandaran yakni terkait urgensitas penggunaan vaksin di tengah pandemi yang sedang melanda.

Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW yang mana telah menyampaikan dalam hadits beliau bahwa menghindari kemudharatan itu lebih baik.

Hal ini sesuai dengan firman Allah ta’ala dalam hadits rasulullah yakni dari  HR. Muslim (no. 2577), Ahmad (V/154, 160, 177), at-Tirmidzi (no. 2495), Ibnu Mâjah (no. 4257), ‘Abdurrazzâq (no. 20272).

يَا عِبَادِيْ ! إِنِّـيْ حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَـى نَفْسِيْ ، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا ؛ فَلَا تَظَالَـمُوْ…

Artinya … Wahai hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan perbuatan zhalim atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram diantara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi….

Selain itu, nyawa umat sangatlah berharga sehingga alangkah baiknya dapat menggunakan vaksin tersebut sebab jumlahnya sangat terbatas.

Apakah Penggunaan Vaksin Akan Aman Bagi Umat?

Vaksin Pfizer

Sobat Cahaya Islam, terkait keamanan dan tidaknya zat tersebut, maka tentu bukan ranah umat untuk bisa memberikan jaminan.

Sebab, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Hanya saja, mana mungkin sebuah kelembagaan tingkat pusat yang ada di negeri mewajibkan vaksinasi bila tidak aman? Hal yang mustahil bukan?

Walaupun memang tidak ada yang menjamin ketulusan dari perhatiannya pemerintah pusat terhadap rakyat.

Ada juga malah sebagian umat yang beranggapan bahwa vaksin adalah bentuk kapitalisasi untuk meningkatkan pasar global. Naudzubillah.

Semua hal tersebut bisa jadi benar dan tidak. Namun, umat yang awam selain dari tenaga medis dan ilmuwan tentu tak boleh saling memprovokasi sebab ketidakmampuan analisisnya.

Sebab, jika hal demikian terjadi malah hanya akan menimbulkan pertentangan terhadap program vaksinasi.

Ranah umat muslim hanyalah berikhtiar saja dengan segala pengobatan serta fasilitas yang mereka punya, jika seandainya program vaksinasi akan menimbulkan efek tertentu dalam diri.

Pola pikir seperti ini haruslah dapat umat sosialisasikan agar mereka dapat memahami urgensitas dari proses vaksinasi masal negeri. Sebab semakin cepat prosesnya, maka akan segera terbentuk ketahanan dalam diri umat.

Namun nampaknya, sosialisasi tentang vaksinasi tersebut akan mengalami hambatan di beberapa faktor sebab masih ada sebagian umat yang bertindak sebagai provokator untuk tak melakukan aktivitas tersebut.

Bahkan ada sebagian umat dengan keyakinannya yang menganggap bahwa vaksinasi serta Covid-19 adalah konspirasi.

Konspirasi sendiri memang bukanlah hal yang fiktif, namun umat tak boleh asal dalam menganalisa suatu kejadian lantaran dari sumber yang sedikit saja.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Vaksin Pfizer dan respon umat terkait penggunaannya.

Semoga artikel ini dapat menjadi rekomendasi bacaan bagi umat yang masih bimbang dan ragu untuk menggunakan vaksin tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY