The Great Shaman Jadi Idaman, Bagaimana Islam Memandangnya?

0
65
The Great Shaman

The Great Shaman – Beberapa hari yang lalu, pemberitaan media meningkat dan salah satu yang menjadi topik trending yakni The Great Shaman. Drama tersebut berasal dari Korea Selatan dan menjadi incaran para pecinta drama. Drama ini sengaja menyajikan alur yang berbedar dari drama biasanya. Yakni mengisahkan hal yang berkaitan dengan roh halus.

Sobat Cahaya Islam, beredarnya The Great Shaman di situs pencarian internet secara gratis membuka celah kesempatan bagi umat untuk mengunduhnya. Trailer yang menyajikan kisah mistis di dalamnya menjadikan umat penasaran untuk memasukkannya ke dalam playlist.

Bagaimana Umat Menyikapi Penayangan The Great Shaman yang Menjadi Incaran Umat

The Great Shaman

Sobat Cahaya Islam, menonton film adalah aktivitas kemubahan. Namun, kemubahan tersebut tak boleh menjadi alasan umat untuk sembrono dalam melakukan segala aktivitas. Sebab, tak semua aktivitas akan sesuai dengan syariat Islam. Bagaimana cara menghukuminya? Umat tentu membutuhkan pengkajian terhadap aktivitas yang akan umat lakukan.

Umat juga perlu memahami bahwa mubah dapat mendekatkan umat pada kebaikan dan juga keburukan. Misalnya saja menonton tv berbau maksiat. Aktivitas menontonnya suatu kemubahan, namun kandungan dari film yang umat tonton bisa saja mengantarkan umat pada kemaksiatan atau mengajarkan pemikiran di luar Islam. Astaghfirullah.

Konten film yang menyebabkan umat jauh dari Allah harus segera disadari bahwa hal tersebut juga dapat menurunkan kadar keimanan. Jika kadar iman menurun, maka peluang umat untuk melakukan kemaksiatan tentu akan semakin besar.

Tontonan The Great Shaman sendiri adalah salah satu tontonan yang menarik minat umat dalam aspek makhluk gaib. Islam memang tidak melarang hambaNya untuk mempercayai hal yang ghaib.

Sebab, alam ghaib pun juga alam ciptaan dari Allah SWT. Hanya saja, kepercayaan umat Islam terhadap hal yang ghaib pun tak boleh lebih tinggi dari meyakini Allah SWT sebagai Al Khaliq.

Bagaimana Islam Memandang Hal Ghaib?

The Great Shaman

Sobat Cahaya Islam, umat perlu memahami bahwa hal ghaib tak perlu umat besarkan melebihi ketentuan dan takdir Allah SWT. Hanya saja, kesadaran akan hal tersebut memang tak bisa umat sosialisasikan dengan mudah kepada orang sekitar. Hal ini pun wajib umat imani sesuai dengan firman Allah Ta’ala yakni :

الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Alif la mim. Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugrahkan kepada mereka.”

Sebab sampai hari ini sekalipun, umat masih terlalu percaya akan hal ghaib bahkan memujanya. Tentu saja hal tersebut malah menjadikan umat masuk ke dalam perangkap syirik. Misalnya saja, di masa pandemi ini sebagian keluarga masih menggunakan jimat untuk menolak bala’ (musibah). Fakta lainnya, ada juga umat yang menggunakan pawang hujan saat sedang menggelar acara agar berjalan lancer.

Padahal, Islam telah jelas memberikan pembelajaran akan takdir. Bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah ketetapan dari Allah SWT. Umat muslim sebagai hamba Allah SWT wajib untuk mentaatinya.

Ketika musibah mendatangi umat, maka seharusnya mereka sudah bersiap. Begitu kiranya Islam mengajarkan. Bukan malah lari ke dukun, paranormal serta manusia dengan gelar spiritualitasnya. Alih – alih mendapatkan jaminan kebahagiaan dalam hidup, malah umat terkategorikan sebagai kaum musyrikin.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai tontonan The Great Shaman serta bagaimana umat harus mneyikapinya. Semoga ke depan tak ada lagi umat yang terpengaruh dan terjebak dalam hal kemaksiatan dan berbuat kesyirikan. Aaamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY