Sulitnya Mencari Orang Jujur di Zaman Akhir Ini

0
837
Sulitnya Mencari Orang Jujur di Zaman Akhir Ini

Sulitnya Mencari Orang Jujur – Tak mudah mencari orang yang benar-benar jujur, apalagi di zaman akhir ini. Meski ia rajin shalat dan suka beramal saleh, belum tentu ia dapat memegang Amanah dengan baik. Saat ini, banyak orang yang penampilannya alim dan mencerminkan ahli ibadah, namun sifat kejujurannya masih sangat memprihatinkan. Padahal, Islam mewajibkan umatnya untuk senantiasa berlaku jujur.

Jujur Adalah Kunci Menuju Surga

Jujur bukan sekedar membuat orang lain percaya. Lebih dari itu, kejujuran akan mengantarkan kita kepada amal-amal baik yang lain. Pada akhirnya, kebaikan-kebaikan itulah yang akan mengantarkan kita ke surga. Sebagaimana hadits dari Ibnu Mas’ud di bawah ini:

 عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan. Dan kebaikan akan mengantarkan pada surga.” (1)

Oleh karena itu, hendaknya kita menjunjung tinggi kejujuran. Sayangnya, banyak orang yang menyepelekan kejujuran. Bahkan, tak jarang manusia di akhir zaman ini sudah terbiasa dengan berbohong.

Tidak Jujur Tanda Munafik

Salah satu hal yang membedakan orang munafik dengan orang yang Amanah adalah perkataannya, apakah ia jujur atau tidak. Dalam sebuah hadits yang sangat populer, Rasulullah bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik ada tiga: jika berkata ia dusta, jika berjanji ia mengingkari, jika diberi amanat ia berkhianat.” (2)

Jika kita tidak ingin seperti orang munafik, maka jangan membiasakan diri untuk berbohong meski dalam hal kecil. Pasalnya, kebohongan kecil akan menggiring ke kebohongan lainnya. Kalau sudah begitu, berbohong akan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.

Sulitnya Mencari Orang Jujur dan Tips Menjaga Kejujuran

Bukan perkara mudah untuk berlaku jujur di setiap perbuatan. Apalagi jika kita tidak menanamkan kejujuran sejak kecil. Namun, jika kita berpegangan pada ayat Al-Qur’an di bawah ini, maka seharusnya kita tidak akan berani berbohong.

اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ

“Sungguh Dia (Allah) Maha Mengetahui segala isi hati.” (3)

Seseorang berani berbohong karena yakin bahwa kebohongannya tidak akan ketahuan. Padahal, meski tak seorang pun tahu bahwa ia bohong, ada satu dzat yang tetap tahu apa yang seseorang sembunyikan, yakni Allah. Pasalnya, Allah mengetahui isi hati setiap manusia.

Jika kita ingat ayat ini, setidaknya kita akan ingat bahwa setiap perilaku dan apa yang kita sembunyikan ada dalam pengawasan Allah. Sebagai seorang muslim, ayat ini dapat menjadi benteng agar tidak terjerumus ke dalam perilaku bohong dan perilaku buruk lainnya.


Referensi:

(1) Al-Adab Al-Mufrad 386

(2) Sahih al-Bukhari 6095

(3) Q.S. Al-Mulk Ayat 13

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY