Sarah Gilbert dan Fakta di Balik Vaksin AstraZeneca

0
36
Sarah Gilbert

Sarah Gilbert – Baru-baru ini nama Sarah Gilbert banyak diperbincangkan di media internasional. Jika Sobat tahu beliau adalah profesor di balik terciptanya vaksin AstraZeneca. Salah satu vaksin yang dinilai dapat membentuk antibodi terhadap virus Covid-19.

Perlu Sobat ketahui bahwa Sarah merupakan profesor Vaksinologi yang berasal dari Universitas Oxford. Ibu tiga anak ini telah melakukan penelitian tentang vaksin AstraZeneca sejak Januari 2020 dimana Covid-19 mulai menyebar di beberapa negara. Sebagai warga negara Indonesia kita patut bersyukur bisa mendapatkan vaksin secara gratis.

Meski tidak ada jaminan kita akan aman dari Covid-19, tetapi dengan vaksin, kita telah melakukan apa yang Rasulullah ajarkan untuk berikhtiar.

Tahukah Sobat mengapa Sarah Gilbert tidak mengambil hak patennya? Padahal jika mau, ia bisa saja mendapat keuntungan dari hasil penjualan vaksin ke hampir seluruh negara. Sarah mengatakan bahwa dirinya lebih senang jika seluruh masyarakat dapat menggunakan AstraZeneca untuk mengatasi pandemi ini.

Jika Sobat mengikuti berita tentang laga pembuka turnamen tenis di Wimbledon pada 28 Juni lalu, maka Sobat akan tahu bahwa saat itu Sarah mendapat standing ovation.

Ia mendapat tepuk tangan dari penonton yang hadir di sana berkat keberhasilannya dan tim menciptakan vaksin serta melepas hak paten. Sungguh heroik sekali bukan?

Pelajari Teladan dari Sarah Gilbert yang Telah diajarkan dalam Islam

Sarah Gilbert

Sobat Cahaya Islam, kita patut bersyukur bisa mendapatkan vaksin AstraZeneca secara gratis. Berkat seorang profesor yang menginginkan seluruh dunia dapat menggunakan vaksinnya dan bersama-sama mengatasi pandemi. Kisah ini mengingatkan kita dengan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

1.      Selalu Memikirkan Umatnya

Sobat tentu pernah mendengar bahwa Rasulullah rela mengurangi setengah dari sakitnya kematian yang akan dirasakan umatnya kelak. Sehingga, setengahnya lagi diambil dan dirasakan oleh Rasulullah saat Izroil mencabut nyawa beliau. Betapa Rasulullah hidup dan mati selalu memikirkan umatnya.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS At-Taubah: 128)

2.      Selalu Mengharapkan Keimanan dan Keselamatan untuk Umatnya

Bershalawatlah Sobat Cahaya Islam agar dapat dicintai oleh Rasulullah. Suatu cerita saat Rasulullah berdakwah ke Thaif beliau dilempari batu.

Namun, beliau tetap tabah karena tahu mereka belum mengetahui jalan kebenaran.

Rasulullah pun berdoa. Beliau berdoa agar mereka yang melempar batu segera diberikan petunjuk kebenaran.

3.      Bertawakal dan Berikhtiar

Rasulullah selalu mengajar para sahabatnya untuk bertawakal dan berikhtiar.

Pernah suatu ketika sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab mengusir seorang muslim yang setiap hari kerjanya hanya berdoa di masjid. Hal ini sama dengan apa yang dilakukan Sarah Gilbert. Ia bekerja keras menciptakan antibodi agar kebal dari virus Covid-19.

Demikian tadi kisah heroik Sarah Gilbert yang dapat Sobat teladani. Sarah tetap rendah hati, meski telah membantu dalam penciptaan vaksin. Dia tidak mengambil kesempatan untuk meraup untung yang besar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY